Pengertian Simpanan Berjangka (Simpanan Deposito) | Dalam rangka mewujudkan partisipasi masyarakat yang semakin meningkat dalam pembiayaan, peranan simpanan berjangka pada masyarakat akan benar – benar diupayakan mengingat adanya keterbatasan – keterbatasan dalam hal keuangan Negara . Pemerintah telah berupaya menghimpun dana yang ada dalam masyarakat dengan berbagai kebijakan seperti menggugah keadaran masyarakat untuk menyimpan dananya dibank dalam bentuk simpanan berjangka atau pun tabungan.

Pengertian Simpanan Berjangka (Simpanan Deposito) menurut undang – undang Nomor 10 tahun 1998 dinyatakan sebagai simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan dengan bank. Simpanan deposito mengandung unsur jangka waktu (jatuh tempo) yang lebih panjang dan dapat ditarik atau dicairkan hanya setelah jatuh tempo. Begitu pula dengan suku bunga yang relatif tinggi.

Posisi Simpanan Berjangka Priode 2001 – 2005

Posisi simpanan berjangka pada periode tahun 2000.3 tingkat perkembangannya sebsar 1.06% dan pada tahun 2001.2 turun menjadi sebesar -1.87% ini terjadi karena suku bunga dari simpanan berjangka menurun dari tahun sebelumnya jadi banyak masyarakat yang menginvestasikan dananya  pada usaha riil. Tetapi seiring dengan meningkatnya stabiltas ekonomi dan pendapatan maka simpanan berjangka mengalami peningkatan lagi yaitu pada periode tahun 2004.4 dengan tingkat perkembangan sebesar 3.6 % dan mengalami peningatan lagi pada tahun 2005.4 sebesar 11.58% dengan jumlah simpanan berjangka sebesar Rp 456740 milliar. Simpanan berjangka merupakan simpanan yang paling banyak diminati oleh masyarakat dapat dilihat dari pertumbuhannya yang makin meningkat dan dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 2.1 Posisi Simpanan Bejangka Pada Bank Umum Kelompok Bank (2000.1-2005.4) Dalam Miliar rupiah

Periode Simpanan BerjangkaBank Umum Tingkat pertumbuhan (%)
2000.1 286843 0
2000.2 293163 2.2 %
2000.3 296284 1.06 %
2000.4 296885 0.2 %
2001.1 321209 8.19 %
2001.2 315200 -1.87 %
2001.3 323338 2.58 %
2001.4 348257 7.7 %
2002.1 358239 2.86 %
2002.2 362711 1.24 %
2002.3 368091 1.48 %
2002.4 365771 -0.63 %
2003.1 377214 3.12 %
2003.2 370171 -1.86 %
2003.3 359810 -2.97 %
2003.4 356890 -0.97 %
2004.1 331603 -6.92 %
2004.2 337841 1.88 %
2004.3 340441 0.76 %
2004.4 352723 3.6 %
2005.1 351596 -0.31 %
2005.2 376494 7.08 %
2005.3 409322 8.71 %
2005.4 456740 11.58 %

Sumber : Badan Pusat Statistik,BPS

Daftar Pustaka lihat di artikel ini : Pengertian Tabungan

Comments

  1. Pingback: Pengertian Bank | Karya Tulis Ilmiah

  2. Pingback: Pengertian Tabungan | Karya Tulis Ilmiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *