Tingkat Bunga adalah keuntungan minimum yang diisyaratkan pemodal atau tingkat keuntungan yang diharapakan pemodal dari investasi dalam bentuk simpanan. Suku Bunga pada simpanan berjangka merupakan daya tarik utama karena semakin besar bunga dari simpanan berjangka maka keuntungan yang didapat juga akan lebih besar. Semakin tinggi tingkat suku bunga simpanan berjangka maka masyarakat akan lebih tertarik menyimpan dananya dalam bentuk simpanan berjangka di Bank.

Tingkat suku bunga simpanan berjangka pada periode 2000.3 sebesar 12.84%,  pada tahun tersebut, dan untuk periode tahun 2001.1 dengan suku bunga simpanan berjangka sebesar 14.86% dikarenakan masyarakat sudah pecaya pada lembaga perbankan dan lebih ingin menginvestasikan dananya dalam bentuk simpanan berjangka yang dianggap mengguntungkan dengan adanaya bunga Simpanan Berjangka. Walupun pada periode tahun 2004.1 suku bunga simpanan berjangka sebesar 6.11%, tetapi meningkat kembali pada 2005.4 dengan tingkat suku bunga simpanan sebesar 11.75 dengan demikian simpanan berjangka masih merupakan simpanan masyarakat yang paling diminati karena tingkat suku bunganya yang tinggi:

Tabel 2.3

Tingkat Suku Bunga Simpanan Berjangka Bank Umum

(2000 :1 – 2005 : 4)

Dalam persen (%)

 

Periode Suku Bunga 3 bulan
2000.1 12.4 %
2000.2 11.69 %
2000.3 12.84 %
2000.4 13.24 %
2001.1 14.86 %
2001.2 15 %
2001.3 16.16 %
2001.4 17.24 %
2002.1 17.02 %
2002.2 15.85 %
2002.3 14.36 %
2002.4 13.63 %
2003.1 12.9 %
2003.2 11.55 %
2003.3 8.58 %
2003.4 7.14 %
2004.1 6.11 %
2004.2 6.31 %
2004.3 6.61 %
2004.4 6.71 %
2005.1 6.93 %
2005.2 7.19 %
2005.3 8.51 %
2005.4 11.75 %

                                       Sumber : Badan Pusat Statistik,BPS

Daftar Pustaka lihat di artikel ini : Pengertian Tabungan

Comments

  1. Pingback: Pengertian Resiko Usaha Bank | Karya Tulis Ilmiah

  2. Pingback: Pengertian Tingkat Bunga | Karya Tulis Ilmiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *