Pengertian Tabungan Menurut Soemitro Djojohadikusumo (1954) tabungan didefinisikan sebagai kemampuan dan kesediaan untuk menahan napsu konsumsi selama beberapa waktu agar dimasa yang depan terbuka kemungkinan konsumsi yang memuaskan, kemudian Pengertian Tabungan menurut Simorangkir (1991 : 47) tabungan diartikan sebagai bagian derajat pendapatan nasional pertahunnya yang tidak dikonsumsi.

Pengertian Tabungan  – Menurut teori klasik tabungan adalah fungsi dari tingkat bunga. Makin tinggi tingkat bunga makin tinggi pula keinginan masyarakat untuk menabung. Artinya pada tingkat bunga yang lebih tinggi masyarakat akan lebih terdorong untuk mengorbankan atau mengurangi pengeluaran untuk konsumsi guna menambah tabungan. ( Nopirin:1992 : 7)

Dalam analisis pendapatan nasional Keynes, tabungan personal adalah fungsi dari pendapatan siap dibelanajakan personal ( pendapatan setelah pajak), sebagai tingkat kenaikan pendapatan siap dibelanajakan untuk menabung juga (S/Y), dimana S adalah tabungan dan Y adalah pendapatan nasional. Hipotesis pendapatan absolute ini telah dimodifikasi berhubungan dengan tingkat tabungan total meningkat dengan pendapatan, tetapi sesungguhnya mengalami penurunan. Hubungan yang berada antara rata – rata (S/Y) dan tambahan kecenderugan untuk menabung  ( dS/ dY) telah diterima sebagai dalih (Postulat), dan estimasi yang berbeda ditemukan dalam study empirik.

Untuk menjelaskan hubungan antara pendapatan dan simpanan (saving), bisa digunakan teori ”absolute income hypothesis” . Teori ini merupakan hasil dari pemikiran keynes yang menjelaskan tentang hubungan antara pendapatan dengan konsumsi dan simpanan. Oleh karena simpanan merupakan bagian pendapatan yang tidak dikonsumsi, maka menurut keynes simpanan (saving) merupakan fungsi dari pendapatan. Menurut keynes, tidak semua dari pendapatan yang diterima seseorang akan digunakan untuk konsumsi, melainkan sebagian akan disimpan sebagai simpanan. (Boediono, 1998, 37).

Perilaku konsumsi dan menyimpan dari seseorang sangat dipengaruhi oleh pendapatannya. Suatu kenaikan dalam pendapatan akan meningkatkan konsumsi dan simpanan. Dengan demikian ada hubungan yang positif antara pendapatan nasional dan simpanan.

 Pendapatan diatas bila dirumuskan kedalam suatu model sebagai berikut :

S = f (Yd)

Dimana            :

                        S =       Tabungan Personal

                        Y=       Pendapatan siap dibelajakan.

DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Lincolin (1982) “Ekonomi Pembangunan”, STIE YKPN, Yogyakarta.

Agus, Widarjono (2005), “Ekonometrika Teori dan Aplikasi“, Ekonisia, Yogyakarta.

Badan Pusat Statistik, Statisktik Indonesia, Berbagai tahun penerbitan.

Bank Indonesia, Indikator Perbankan, berbagai tahun penerbitan.

Boediono (1998), Ekonomi Moneter, Pengantar Ekonomi No.5, BPFE., Yogyakarta.

Boediono (2001), “Faktor – faktor yang mempengaruhi Deposito Berjangka Pada Bank Umum Pemerintah dan Bank Umum Swasta Nasional di Indonesia”,Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen, Volume 1 No 1 September 2001, Hal 15 – 27.

Gujarati, Damodar (1997), Ekonometrika Dasar, Alih Bahasa Sumarno Zain, Erlangga, Jakarta.

Hakim Abdul (2000), Statistik Induktif, Ekonesia, Yogyakarta.

Hamid, Edy Suandi (1999), “Analisis PAM dalam Permintaan Deposito di Indonesia”, Utilitas, No 9 Tahun 1999, Hal 19.

Kusdianto (1994), “Analisis Beberapa Faktor Terhadap Deposito dan Kredit Bank – bank Umum Devisa di Indonesia”, Tesis S-2, Program Pasca Sarjana Universitas Airlagga, Yogkarta.

Martono (2003), Bank dan Lembaga Keuangan Lain, Ekonesia, Yogyakarta.

Noporin (1985), Ekonomi Moneter, BPFE, Yogyakarta.

Nurhayati, Fatimah  siti  & Niladewi,Kurniawati (2003), ”Analisis Permintaan Deposito dalam Valuta Asing pada Bank Swasta Nasional di Indonesia”, Jurnal Ekonomi Pembangunan, Volume 4, Desember 2003, hal 110 – 123.

Setyaningsih, Wahyu (2001), Analisis faktor – faktor yang mempengaruhi Deoposito Berjangka Rupiah sesudah Deregulasi Perbankan 1 Juni 1983 di Indonesia”, Skripsi Sarjana (Tidak dipublikasikan) Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.

Soediyono (1983), Ekonomi Mikro, Edisi 2, Liberty, Yogyakarta.

Sudarsono (1983), Pengantar Ekonomi Mikro. , PT. New Aqua Pres, Jakarta

Suparmoko (1990), Pengantar Ekonomika Mikro, Edisi 2, BPFE, Yogyakarta.

Sukirno, Sadono, Pengantar Teori Makro Ekonomi, Edisi 2, Raja Grafindo Perkasa, Jakarta.

Suyatno, Thomas dkk (1996), Kelembagaan  perbankan, Gramedia, Jakarta.

Susilo, Sri, dkk, (2000), Bank dan Lembaga Keuangan Lain, Salemba empat, Jakarta.

Sulastri,  Titik (2002), ” Analisis Faktor – fakor yang mempengaruhi Dana Perbankan Tahun 1987 – 1999” , Jurnal Ekonomi Pembangunan, Volume 6, No 3, 125 – 131

Wijaya, Faried (1990), Ekonomika Mikro, Edisi 2, BPFE, Yogyakarta.