Tingkat Perputaran Piutang | Piutang sebagai elemen dari modal kerja selalu dalam keadaan berputar terus menerus dalam rantai perputaran modal kerja yaitu : kas —-> inventory —> piutang —>  kas. Periode perputaran atau periode terikatnya modal dalam piutang tergantung pada syarat pembayaran. Angka atau ratio perputaran piutang dihitung dengan cara membagi jumlah penjualan kredit (net credit sales) selama satu periode tertentu dengan jumlah rata-rata piutang (averange recievalle) pada periode yang sama atau dengan rumus :

rumus

Angka perputaran piutang ini menunjukan berapa kali sejumlah modal yang tertanam pada piutang mengalami perputaran selama satu periode untuk menghasilkan penjualan pada periode yang bersangkutan. Perkembangan angka perputaran ini dari waktu ke waktu dan perbandingan dengan angka perputaran yang semestinya bisa memberikan gambaran tentang efisiensi modal perusahaan yang tertanam pada piutang. Angka perputaran yang rendah menunjukan tingkat efisiensi penggunaan modal yang rendah dan sebaliknya angka perputaran yang tinggi menunjukan tingkat efisiensi penggunaan modal yang tinggi. Tetapi perlu diketahui bahwa angka ratio yang tinggi tidak selalu berarti baik. Kadang kala langka perputaran yang tinggi mungkin menunjukan rendahnya tingkat penjualan perusahaan yang berarti tidak memanfaatkan potensi penjualan yang ada, yang sebenarnya bisa ditingkatkan atau dilipatgandakan yang kemudian bisa meningkatkan keuntungan.

Dari perhitungan rumus tersebut diatas selanjutnya dapat diukur umur rata-rata pengumpulan piutang yaitu dengan membagi jumlah hari dengan periode yang bersangkutan dengan angka perputaran piutang pada periode yang sama. Umur rata-rata pengumpulan piutang dikenal dengan istilah average collection period atau dengan rumus  :

rumus 22

Dengan membandingkan jumlah rata-rata dengan jumlah dari yang ditentukan sebagai syarat pembayaran, maka akan dapat diketahui hari keterlambatan pengumpulan piutang pada periode yang bersangkutan.

Inti dari pengendalian piutang sebenarnya adalah usaha untuk memelihara agar umur piutang bisa ditekan atau lebih rendah dari syarat pembayaran yang ditentukan, yang antara lain dapat disebutkan sebagai berikut :

  • Melaksanakan langkah-langkah pengumpulan piutang secara intensif.

Sejumlah teknik pengumpulan piutang yang biasanya dilakukan oleh perusahaan bilamana langganan atau pembeli belum membayar sampai dengan waktu yang telah ditentukan adalah sebagai berikut :

  • Melaui surat. Bilamana waktu pembayaran utang dari langganan sudah lewat beberapa hari tetapi belum juga dilakukan pembayarab maka perusahaan dapat mengirim surat dengan nada “mengingatkan” (menegur) langganan yang belum membayar tersebut bahwa utangnya sudah jatuh tempo. Apabila utang tersebut belum juga dibayar setelah beberapa hari surat dikirimkan maka dapat dikirimkan surat kedua yang nadanya lebih keras.
  • Melalui Telepon. Apabila setelah dikirimkan surat teguran ternyata utang-utang tersebut belum juga dibayar, maka bagian kredit dapat menelpon langganan dan secara pribadi memintanya untuk segera melakukan pembayaran. Jika dari hasil pembicaraan tersebut misalnya langganan mempunyai alas an yang dapat diterima maka mungkin perusahaan dapat memberikan perpanjangan sampai suatu jangka waktu tertentu.
  • Kunjungan Personal. Teknik pengumpulan piutang dengan jalan melakukan kunjungan secara personal atau pribadi ke tempat langganan seringkali digunakan karena dirasakan efektif dalam usaha-usaha pengumpulan piutang.
  • Tindakan Yuridis. Bilamana ternyata langganan tidak mau membayar utang-utangnya maka perusahaan dapat menggunakan tindakan-tindakan hukum dengan mengajukan gugatan perdata melalui pengadilan.

Sekalipun penggunaan cara ini akan bisa memperlancar pengumpulan piutang, penerapan kebijaksanaan ini juga harus dilakukan dengan hati-hati agar perusahaan tidak sampai dijauhi oleh langganan atau kehilangan langganan.

  • Kebijakan yang berhubungan dengan syarat pembayaran

Penggunaan syarat-syarat pembayaran yang kurang tepat dapat menimbulkan akibat-akibat yang tidak dikehendaki. Jangka waktu pembayaran yang terlalu lunak atau panjang akan menyebabkan akumulasi piutang yang besar, sebaliknya waktu kredit yang terlalu ketat atau pendek bisa menyebabkan rendahnya volume penjualan, karena langganan enggan untuk melakukan pembelian. Demikian pula dengan pemberian potongan harga. Potongan harga yang terlalu rendah yang tidak menguntungkan bagi langganan, mungkin tidak akan efektif untuk mendorong langganan mempercepat pelunasan kewajibannya, sedang potongan harga yang terlalu besar akan bisa mempengaruhi keuntungna perusahaan. Oleh karenanya penetapan kebijaksanaan mengenai syarat-syarat pembayaran ini harus dipertimbangkan dengan seksama dengan memperhatikan kondisi persaingan, tingkat bunga yang berlaku di pasaran dan pertimbangan-pertimbangan lainnya agar memberikan hasil yang optimal bagi perusahaan.

  • Menyelenggarakan administrasi secara baik

Administrasi atau pencatatan yang baik akan bisa memberikan langkah yang tepat. Catatan yang baik akan bisa memberikan informasi tentang langganan-langganan yang sudah terlambat, lamanya waktu keterlambatan, kepada langganan yang mana tidak perlu diambil tindakan agresif, berapa jumlah sisa kredit masing-masing langganan, langganan mana yang pemberi kreditnya sudah patut dihentikan dan berbagai kemungkinan lainnya.

Baca Juga :

Pengertian Piutang

Kerugian Piutang

Pengendalian Piutang

Tingkat Perputaran Piutang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *