Pengaturan kadar glukosa dalam darah dipengaruhi oleh organ-organ tertentu dan dua diantaranya penting adalah pankreas dan hati.

1. Pankreas

Pankreas adalah suatu organ yang terdiri dari jaringan eksokrin dan endokrin. Sel endokrin mensekresikan berbagai jenis hormon. Jenis sel endokrin yang paling banyak dijumpai adalah sel β (mensekresi hormon insulin), sel α (mensekresi hormon glukagon), sel D (memproduksi somatostatin), dan yang paling jarang dijumpai adalah sel PP (mengeluarkan polipeptida pankreas).

Hormon yang mempunyai peranan penting dalam pengaturan glukosa dalam darah adalah glukagon dan insulin (Sheerwood, 1996). Fungsi utama insulin adalah merendahkan kadar glukosa dalam darah dan mengubah glukosa menjadi glikogen, sedangkan glukagon bekerja meningkatkan glukosa darah dengan cara mengubah glikogen menjadi glukosa (Faigin, 2001).

2. Hati

Hati berperan dalam mempertahankan kadar glukosa darah normal (Glukostat), menyimpan glikogen jika terjadi kelebihan glukosa, membebaskan glukosa kedalam darah jika diperlukan dan merupakan tempat utama interkonversi metabolisme misalnya glukoneogenesis.

Pada keadaan setelah makan, sebanyak dua pertiga glukosa yang diabsorpsi dari usus segera disimpan di hati dalam bentuk glikogen. Jika glukosa tidak memasuki tubuh selama beberapa jam, glikogen hati diuraikan atas perintah glukagon (yang mengaktifkan enzim pengurai glikogen, phosphorila.se). Degradasi glikogen menghasilkan glukosa, yang kemudian dilepaskan kedalam aliran darah sehingga konsentrasi glukosa dalam darah meningkat. Sebagai reaksi dari kegiatan glukagon yang menaikkan glukosa darah, insulin diproduksi untuk membawa glukosa yang baru saja dilepaskan kedalam aliran darah menuju sel-sel tubuh. Hal ini mempercepat turunnya glukosa darah, sebagai akibatnya glukagon diproduksi untuk mempertinggi glukosa darah, sebagai akibatnya dilepaskan insulin, demikian seterusnya. Jika masukan karbohidrat ditiadakan, aksi hormon-hormon ini secara perlahan menghilang karena glikogen hati habis(Farigin, 2001).

Pada keadaan terjadi diabetes melitus semua proses tersebut terganggu. glukosa tidak dapat masuk kedalam sel sehingga energi terutama diperoleh dari metabolisme protein dan lemak (Handoko dan Suharto, 1995).

—– SEMOGA BERMANFAAT —–

REFERENSI

Sheerwood, L. (1996). Fisiologi Manusia. Edisi Kedua. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Halaman. 665, 670-671.

Faigin, R. (2001). Meningkatkan Hormon Secara Alami. Natural Ilormon Enhancement. Penerjemah. Sugeng hariyanto. Edisi I. Cetakan I. Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada. Halaman. 89-91.

Handoko, T. dan Suharto. B. (1995). Insulin, Glukagon dan Antidiabetik Oral. Dalam\ Editor. Ganiswarna. Farmakologi dan Terapi. Jakarta: Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Halaman. 473-474.

Comments

  1. Pingback: Pengertian Klasifikasi Dan Gejala Diabetes Melitus | Karya Tulis Ilmiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *