Pembelajaran Berbasis Masalah | Dalam penerapan pembelajaran ini, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menentukan topic masalah, walaupun sebenarnya guru sudah mempersiapkan apa yang harus dibahas. Proses pembelajaran di arahkan agar siswa mampu menyelesaikan masalah secara sistematis dan logis.

Konsep Dasar dan Karakteristik

Pembelajaran berbasis masalah dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah.

Terdapat 3 ciri utama dari pembelajaran ini :

  1. Merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran
  2. Aktivitas pembelajaran diarahkan untuk menyelesaikan masalah
  3. Pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan pendekatan berpikir secara ilmiah.

Pembelajaran berbasis masalah dengan pemecahan masalah dapat diterapkan :

  1. Manakala guru menginginkan agar siswa tidak hanya sekedar dapat mengingat materi pelajaran, akan tetapi menguasai dan memahaminya secara penuh.
  2. Apabila guru bermaksud untuk mengembangkan keterampilan berpikir rasional siswa, yaitu kemampuan menganilisis situasi, menerapkan pengetahuan yang mereka miliki dalam situasi baru, mengenal adanya perbedaan antara fakta dan pendapat, serta mengembangkan kemampuan dalam membuat judgment secara objektif.
  3. Manakala guru menginginkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah serta membuat tantangan intelektual siswa.
  4. Jika guru ingin mendorong siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar.
  5. Jika guru ingin agar siswa memahami hubungan antara apa yang dipelajari dengan kenyataan dalam kehidupannya (hubungan antara teori dengan kenyataan).

 Hakikat Masalah dalam Pembelajaran Berbasis Masalah

Hakikat masalah dalam pembelajaran berbasis masalah adalah kesenjangan antara situasi nyata dan kondisi yang diharapkan, atau antara kenyataan yang terjadi dengan apa yang diharapkan. Kesenjangan tersebut bisa dirasakan adanya keresahan, keluhan, kerisauan, atau kecemasan.

Kriteria pemilihan bahan pelajaran dalam pembelajaran berbasis masalah

  1. Bahan pelajaran harus mengandung isu-isu yang mengandung konflik (conflict issue) yang bisa bersumber dari berita; rekaman video, dan yang lain.
  2. Bahan yang dipilih adalah bahan yang bersifat familiar dengan siswa, sehingga setiap siswa dapat mengikutinya dengan baik.
  3. Bahan yang dipilih merupakan bahan yang berhubungan dengan kepentingan orang banyak (universal), sehingga terasa manfaatnya.
  4. Bahan yang dipilih merupakan bahan yang mendukung tujuan atau kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
  5. Bahan yang dipilih sesuai dengan minat siswa sehinggan setiap siswa merasa perlu untuk mempelajarinya.

 Tahapan- tahapan Pembelajaran Berbasis Masalah

Sesuai dengan tujuan pembelajaran ini adalah untuk menumbuhkan sikap ilmiah, dari beberapa bentuk pembelajaran berbasis masalah yang dikemukakan para ahli, maka secara umum pembelajaran berbasis masalah bisa dilakukan dengan langkah-langkah :

  1. Menyadari masalah
  2. Merumuskan masalah
  3. Merumuskan hipotesis
  4. Mengumpulkan data
  5. Menguji hipotesis
  6. Menentukan pilihan penyelesaian

Keunggulan dan Kelemahan Pembelajaran Berbasis Masalah

Pembelajaran Berbasis Masalah memiliki beberapa keunggulan, diantaranya :

  1. merupakan teknik yang cukup bagus untuk memahami isi pelajaran
  2. menantang kemampuan siswa serta memberi kepuasan untuk menemukan pengetahuan bagi siswa
  3. dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa
  4. membantu siswa bagaimana mentransfer pengetahuan mereka untuk memahami masalah dalam kehidupan nyata
  5. dapat membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggung jawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan. Disamping itu , pemecahan masalah itu juga dapat mendorong untuk melakukan evaluasi sendiri baik terhadap hasil maupun proses belajarnya
  6. dianggap lebih menyenangkan dan disukai siswa
  7. mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan dengan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata
  8. dapat mengembangkan minat siswa untuk secara terus menerus balajar sekalipun belajar pada pendidikan formal telah berakhir.

Disamping keunggulan, pembelajaran ini juga memiliki kelemahan, diantaranya :

  1. ketika siswa tidak memliki minat atau tidak mempunyai kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan, maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba
  2. keberhasilan pembelajaran melalui problem solving membutuhkan cukup waktu untuk persiapan.