Menanggulangi Kebakaran dengan Mempergunakan Alat Pemadam Kebakaran Otomatis

Api merupakan salah satu sumber kehidupan manusia selain Air, tanah, dan udara. Ketika api tersebut kecil maka akan menjadi sahabat bagi manusia, contohnya untuk keperluan memasak, membakar sampah, dan lain sebagainya. Namun tatkala api tersebut membesar akan menjadi musuh bagi kehidupan manusia, contohnya saja api pada peristiwa kebakaran.
Kebakaran tersebut dapat berupa kebakaran gedung (bangunan), kebakaran kendaraan, ataupun kebakaran hutan. Sumber kebakaranpun beraneka ragam, mulai dari hubungan arus pendek listrik (yang lebih dikenal dengan korsleting listrik) pada suatu bangunan (gedung), cuaca yang sangat kering dan panas yang mengakibatkan terbakarnya hutan, mebuang puntung rokok yang masih menyala secara sembarangan, dan masih banyak lagi penyebab lainnya. Di daerah DKI Jakarta sendiri, peristiwa kebakaran merupakan salah satu momok mengerikan yang menyebabkan kematian dan kerugian yang besar secara materil. Berdasarkan data kebakaran didaerah DKI Jakarta selama 10 rahun (tahun 1998-2008) yang dihimpun dari MP2KI (Masyarakat Proteksi Kebakaran Indonesia) didapatkan dari total 225.763 jiwa korban kebakaran, 323 jiwa diantaranya dinyatakan meninggal dan 757 jiwa dinyatakan menderita luka-luka. Kemudian total luas area yang terkena kebakaran adalah sekitar 20.258.492 m2 dengan total kerugian mencapai Rp. 1.255.091.940.080,00.
Perlu ada langkah antisipatif agar peristiwa kebakaran dapat diatasi dengan cepat sehingga tidak menimbulkan korban luka atau bahkan korban jiwa dan juga meminimalisir kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa kebakaran tersebut. Ada beberapa cara untuk menanggulangi peristiwa kebakaran yang terjadi pada bangunan (gedung perkantoran) ataupun area pemukiman. Cara yang pertama adalah dengan meminta bantuan petugas pemadam kebakaran. Namun cara ini memiliki kelemahan utama yaitu akibat dari dampak kemacetan di jalan dan jangkauan tempuh dari kantor pemadam kebakaran kelokasi kebakaran, seringkali menghambat waktu tempuh para petugas pemadam tersebut tiba dilokasi dengan cepat. Belum lagi akses jalan ke lokasi kebakaran yang seringkali sulit dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran. Sebagai konsekuensinya adalah kebakaran sudah terlanjur meluas ke area sekitar lokasi kebakaran dan kerugian materil pun semakin meningkat. Kelemahan yang lain adalah petugas pemadam tidak dapat memadamkan api pada sumber kebakaran dikarenakan suhu api yang sangat tinggi hingga 400 OC dan pada akhirnya mereka hanya mampu memadamkan api dari sekitar lokasi kebakaran (dari luar gedung / banguanan) yang terbakar. Kebakaran pun pada akhirnya baru mampu dipadamkan selama beberapa jam. Seperti peristiwa kebakaran yang terjadi di pusat perbelanjaan Carrefour di kawasan Danau Sunter Utara, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada 21 Agustus 2011. Kebakaran baru bisa diatasi selama 5 jam. Berdasarkan penuturan Nurdin, salah seorang petugas pemadam kebakaran yang turut memadamkan kebakaran di Carefour Sunter, “Kebakaran baru bisa diatasi selama 5 jam (dari pukul 24:00 WIB hingga 05:00 WIB) dikarenakan seluruh pintu terkunci sehingga sulit untuk memadamkan api dan mengeluarkan kepulan asapnya. Seluruh kaca di lantai dua harus dipecahkan dulu untuk mengeluarkan kepulan asap.”
Kemudian cara yang kedua untuk memadamkan api kebakaran selain meminta bantuan petugas pemadam kebakaran adalah dengan menggunakan tabung pemadam kebakaran. Tabung ini biasanya disediakan oleh pengelola gedung ataupun perkantoran pada area-area tertentu didalam gedung sebagai antisipasi terjadinya kebakaran. Namun sama halnya seperti dengan meminta tolong pada petugas kebakaran, memadamkan kebakaran menggunakan tabung pemadam api ini juga memiliki kelemahan. Kelemahannya adalah tabung pemadam api ini hanya mampu menjangkau areal kebakaran tertentu saja. Jangkauan efektif maksimaum yang mampu dicapai oleh tabung pemadaman kebakaran untuk memadamkan api adalah sejauh 1,5 m yang mengarah pada satu arah tertentu saja. Kelemahan lainnya adalah karena tabung pemadam ini merupakan sebuah alat pemadam yang bersifat hanya untuk keadaan darurat (selagi menunggu petugas pemadam kebakaran datang), maka tabung pemadam ini dipergunakan oleh orang yg ada di dalam gedung tersebut dan orang tersebut tidak menggunakan perlengkapan keamanan kebakaran (jas anti api untuk suhu tinggi) sehingga sangat beresiko ketika mempergunakan tabung pemadam kebakaran ini untuk memadamkan api.
Berdasarkan beberapa kejadian kebakaran yang telah terjadi, kedua cara menanggulangi kebakaran diatas masih dirasa kurang mampu untuk menanggulangi peristiwa kebakaran karena masih menelan korban jiwa dan kerugian materil yang diakibatkanpun sangat besar. Phanawatnan Woradech Kaimart adalah seorang berkebangsaan Thailand yang membuat sebuah inovasi alat pemadam kebakaran terbaru. Inovasi penemuan tersebut dimulai ketika pada tahun 1997 terjadi kebakaran besar di hotel Royal Jomtien Hotel di Pattaya, Thailand. Pada saat itu Woradech Kaimart membantu bersama dengan lembaga-lembaga pelayanan masyarakat pada peristiwa tersebut. Kerusakan dan hilangnya nyawa pada peristiwa tragis ini menginspirasi dirinya untuk mengembangkan sebuah alat pemadam kebakaran otomatis yang berguna untuk membantu orang memerangi kebakaran, atau setidaknya, membantu meloloskan diri dari lalapan api, serta menghambat penyebaran lautan api. Dia mempelajari masalah-masalah dalam pemadaman api tanpa henti, meneliti bahan kimia dasar pemadam kebakaran dan meninjau pendekatan konvensional untuk menghindari potensi kebakaran dari tiga komponen api yang dibutuhkan untuk mencapai pembakaran yaitu bahan bakar, oksigen dan panas.
Dari situlah Kaimart terinspirasi untuk menciptakan sebuah alat pemadam kebakaran otomatis yang berbentuk bola yang dinamakan Elide Fire Ball. Menurut penuturan Kaimart, Kelebihan mendasar dari bola pemadam ini adalah dalam penggunaannya yang tidak memerlukan jasa seorang pemadam kebakaran terlatih. Alat kebakaran yang satu ini mampu memadamkan kebakaran secara otomatis ketika kebakaran terjadi dan tak seorangpun berada ditempat kejadian, alat pemadam api dengan bobot kurang lebih 1.3 kg ini akan mengaktifkan diri ketika kontak dengan api selama 3 sampai 10 detik pada suhu minimum 85 oC dengan segera menyebarkan serbuk bahan kimia pemadam api kesekitar area bola tersebut hingga area sebaran 360o sekaligus, tidak seperti tabung pemadam api yang bekerja hanya pada satu arah saja, dengan radius operasional efektif per unitnya adalah 1,296 meter (artinya memiliki jangkauan pemadaman efektif hingga 9.13 m3). Bola tersebut juga akan mengeluarkan suara keras dengan intensitas suara antara 130 dB sampai dengan 139 dB ketika bekerja sebagai alarm kebakaran. Berdasarkan fitur tersebut, Elide Fire Ball dapat ditempatkan pada area rawan kebakaran seperti pemutus sirkuit listrik atau di dapur. Tidak ada pelatihan khusus atau keterampilan yang dibutuhkan untuk mengoperasikannya dan tidak perlu mendekati api kebakaran. Tidak perlu pemeriksaan dan pemeliharaan yang diperlukan untuk masa aktif produk selama 5 tahun.
Kaimart menuturkan bahwa Elide Fire Ball disediakan untuk memadamkan kebakaran pada 4 kelas kebakaran sekaligus yaitu kelas A ketika kebakaran dipicu oleh bahan padat yang mudah terbakar seperti karbon padat yaitu kayu, kain, karet, kertas, atau plastik, kelas B ketika kebakaran dipicu oleh cairan yang mudah terbakar, kelas C ketika kebakaran disebabkan oleh ledakan gas LPG (Liquified Natural Gas) atau CNG (Compressed Natural Gas), dan kelas E ketika kebakaran disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik pada peralatan listrik dengan tegangan dibawah 5000 volt. Lanjut Kaimart, ketika Elide Fire Ball aktif karena kontak dengan api, bola pemadam tersebut tidak akan merusak peralatan disekeliling bola api tersebut berada karena ledakannya yang tidak cukup kuat. Bola pemadam tersebut juga mengandung bahan kimia non-CFC dan tidak dapat dibakar sehingga tidak berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Lanjut Kaimart, alat ini juga telah memenuhi standar internasional dibawah undang-undang standar internasional. Elide Fire Ball telah mendapatkan pengakuan didunia dengan memperoleh kurang lebih 50 penghargaan dan sertifikat dari beberapa negara di seluruh dunia, seperti Inggris, Australia, Polandia, Singapura, Malaysia, India, dan masih banyak lagi negara lainnya. Elide Fire Ball dibandrol dengan kisaran harga 151.5 dolar Amerika. Berdasarkan kurs nilai tukar rupiah terhadap US Dolar tertanggal 24 Agustus 2011 yaitu sebesar Rp. 8.570,00, maka jika dirupiahkan harga Elide Fire Ball adalah sekitar Rp. 1.299.000,00. Harga sebesar itu sangat setara dengan penyelamatan nyawa seseorang yang tidak dapat digantikan oleh uang berapapun
Dengan terciptanya Elide Fire Ball sebagai alat pemadam kebakaran sekaligus sebagai langkah antisipatif terhadap peristiwa kebakaran, maka telah merubah sebuah paradigma baru dalam penanggulangan kebakaran dan penyelamatan dalam kebakaran. Kedepannya akan terjadi perubahan trend dalam pencegahan, penanggulangan, dan pemadaman kebakaran serta penyelamatan korban kebakaran yaitu melalui alat-alat pemadam kebakaran otomatis seperti Elide Fire Ball ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *