ILMU KELAUTAN

10 KETERBATASAN APLIKASI INDRAJA

Sistem penginderaan jauh sangat berguna dalam berbagai kajian di wilayah daratan (terrestrial) dan laut. Interaksi terrestrial dengan radiasi gelombang elektromagnetik (REM) lebih mudah dipelajari disbanding dengan lautan. Berikut adalah keterbatasan aplikasi system penginderaan jauh di wilayah pesisir tropis seperti Indonesia:a. Tutupan awan, mempengaruhi REM ke permukaan bumi, sehingga dapat mengurangi …

Read More »

PERBEDAAN SYSTEM INDERAJA PASIF DAN AKTIF

Sistem penginderaan jauh disusun berdasarkan 4 komponen utama, yaitu 1) sumber energy, 2) interaksi dengan atmosfer, 3) sensor sebagai alat yang mendeteksi informasi, dan 4) obyek yang menjadi sasaran pengamatan. Dari keempat komponen tersebut, komponen sumber energy merupakan komponen yang menbagi sistem penginderaan jauh menjadi 2, yaitu penginderaan jauh pasif …

Read More »

KANDUNGAN KIMIA RUMPUT LAUT

Komposisi kimia rumput laut bervariasi antar individu, spesies, habitat, umur panen dan kondisi lingkungannya. Sedangkan kornposisi zat gizi rumput laut sebagai bahan makanan adalah karbohidrat (gula atau vegetable gum), protein, sedikit lemak, serta abu yang sebagian besar terdiri dari natrium dan kalium serta 80 – 90 % air. Di samping …

Read More »

KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI RUMPUT LAUT

Klasifikasi rumput laut Eucheuma spinosum menurut Atmaja et al., (1996) adalah sebagai berikut : Divisio : Rhodophyta Kelas : Rhodophyceae Ordo : Gigartinales Famili : Solieriaceae Genus : Eucheuma Spesies : Eucheuma spinosum Beberapa jenis Eucheuma mempunyai peranan penting dalam dunia perdagangan internasional sebagai penghasil ekstrak karagenan. Kadar karagenan dalam …

Read More »