Purse seine adalah alat (gear) yang digunakan untuk menangkap ikan pelagis yang membentuk gerombolan. Purse seine pertama kali dipergunakan di Perairan Rhode Island. Untuk menangkap ikan menhaden (brevoortia tyrannus). Selanjutnya, purse seine dipatenkan atas nama Berent velder dari Bergen di Norwegia pada tanggal 12 Maret 1858. Pada tahun 1860 alat ini telah digunakan di seluruh Pantai Atlantik dan Amerika Serikat. Kemudian  pada tahun 1870 panjang purse seine diubah dari 65 fathom menjadi 250 fathom (1 fathon = 1,825 m). Dari bentuk inilah purse seine diperkenalkan ke negara-negara Scandiavia pada tahun yang sama (Uktolseja dalam Rahadjo, 1978).
            Berdasarkan data statistik pada tahun 1962, perikanan purse seine menghasilkan sebanyak 15,1 % dari total hasil tangkapan berbagai alat tangkap di Jepang. Dengan demikian, purse seine merupakan alat penangkapan yang penting baik untuk perikanan pantai maupun perikanan lepas pantai (off shore)  (Nomur, 1975).
            Menurut Ayodhyoa (1976;1981) ikan yang menjadi tujuan penangkapan dari purse seine adalah ikan-ikan  “pelagic shoaling species” yang berarti ikan-ikan tersebut haruslah membentuk shoal (gerombolan), berada dekat dengan permukaan air (sea surface) dan sangatlah diharapkan pula densitas shoal tersebut tinggi, yang berarti jarak ikan dengan ikan lainnya haruslah sedekat mungkin.
            Prinsip penangkapan ikan dengan purse seine ialah melingkar gerombolan ikan dengan jaring, sehingga jaring tersebut membentukdinding vertikal, dengan demikian gerakan ikan ke arah horizontal dapat dihalangi. Setelah itu, bagian bawah jaring dikerutkan untuk mencegah ikan lari ke arah bawah jaring.
            Panjang purse seine bergantung bergantung pada dimensi kapal, waktu operasi, dan jenis ikan yang akan ditangkap. Purse seine yang ditujan untuk operasi penangkapan pada siang hari adalah lebih panjang dari purse seine yang ditujukan untuk operasi penangkapan pada malam hari. Begitu pula untuk jenis ikan, untuk menangkap jenis ikan tuna purse seine harus lebih panjang karena jenis ikan ini temasuk perenang cepat. Jarang yang terlalu pendek akan kurang berhasil mendapatkan hasil tangkapan dan sebaliknya. Penambahan jaring  berlebihan tidak akan menjamin bertambahnya hasil tangkapan. Jadi, perlu ditentukan panjang optimum dari jaring yang dapat menghasilkan hasil tangkapan paling banyak dalam waktu yang sama. Haltersebut perlu ditinjau baik dari segi teknis maupun ekonomis (Rahardjo, 1978).
            Begitu pula dimensi kapal, semakin besar dimensi kapal maka kemampuan kapal tersebut untuk membawa jaring dan alat bantu penangkapan ikan lainnya semakin besar, dengan demikian jarak jangkau fishing groundnya akan semakin luas.
            Demikian juga lebar (depth) dari purse seine harus ditentukan dengan memperhatikan behaviour dari ikan yang akan ditangkap dan kondisi perairan setempat. Minimum lebar dari jaring dimaksudkanuntuk mengikuti swimming depth dari shoaling ikan. Depth dari jaring dikatakan cukup apabila ujung bawah jaring tersebut pada permulaan poses penarikan purse seine line lebih dalam dari swimming layer shoaling ikan.
            Seperti juga pada alat penangkapan ikan lainnya, maka satu unit purse seine terdiri dari jaring, kapal, dan alat bantu I (roller, lampi, echosounder, dan sebagainya).
Pada garis besarnya jaring purse seine terdiri dari kantong (bag, bunt), badan jaring, tepi jaring, pelampung, (float, corck), tali pelampung, (corck line, float line), sayap (wing), pemberat (singker lead), tali penarik (purse line), tali cincin (purs ring), dan selvage.
            Sebelum digunakan sintetic fiber untuk netting, cotton adalah yang paling banyak digunakan. Pada tahun 1955 purse seine pertama kali menggunakan nylon net. Semenjak itu tahun demi tahun penggunaan sintetic fiber untuk purse seine semakin bekembang (Nomura, 1975). Fungsi mata jaring (mesh) dan jaring yaitu sebagai dinding penghalang bukan sebagai penjerat ikan (Ayodhyoa, 1975;1981). Sehingga perlu ditentukan besarnya mata jaring (mesh sise) dan ukuran benang jaring  (twine) yang sesuai untuk semua jenis ikanyang menjadi tujuan penangkapan. Dengan demikian,pada sat pemilihan mesh size dan ukuran twine perlu mempertimbangkanfishing efisiensi baik efisiensi teknis maupun efisiensi ekonomi.
total daya apung dari float lebih besar dari pada total berat jaring dalam air.Jadi harus ada ekstra bouyancy yang berguna untuk mencegah jaring supaya tidak tenggelam sewaktu dilakukan pursing dan juga untuk menjaga jaring dari pengaruh keadaan lingkungan seperti arus, angin, gelombang, dan sebagainya.
            Netting yang digunakan untuk roundhaul net harus mempunyai strength yang cukup dan tidak membuat ikan terjerat pada bagian insangnya (gilled). Netting pada setiap bagian purse seine dibuat tidak sama, baik ukuran mata jaring ( mesh size) maupun ukuran twine yang digunakan. Misalnya pada bagian bunt, mata jaring dibuat lebih kecil dari pada bagian wing, tetapi ukuran twinenya lebih besar dari pada wing.
            Pemilihan netting material untuk purse seine sangatlah penting. Kecepatan tenggelm yang lebih tinggi akan jaring yang baik. Twine yang kuat dan keras (continous filament) lebih efisien, kurang serabut twine yang keras akan mempunyai resistensi hidrodinamika yang lebih kecil dari pada twine yang lunak yang terbuat dari sekat-sekat yang terputus-putus (staple fibre) seperti cotton (litaka, 1971 dalam Rahardjo, 1978). Selanjutnya dikatakan bahwa resistensi dari netting yang terbuat dari countinous filament twine (sintetic fiber) adalah kira-kira 20% lebih kecil dari pada netting yang terbuat dari staple filament fiber (natural fiber)
            Pemilihan neting material hauslah hati-hati dengan melihat dan mempertimbangkan kekuatan arus dan keadaan stabil tidaknya arus tersebut. Jaring harus mempunyai sinking speed yng tinggi sehingga tidak dihanyutkan oleh arus dan dapat pula mencegah ikan melarikan diri. Untuk itu pada purse seine kita perlukan twine yang halus dan berat, dengan permukaan u=yang licin (lunak).
            Nylon filament (polyamide) halus dan mempunyai permukaan yang licin, tetapi specific gravitynya hanya 1,14 sehingga agak ringan bila berada dlam air. Specific gravity air lut diperkirakan sekitar 1,03 sehingga perbedaan nilai specific gravity hanyalah sekitar 0,11. Oleh karena itu, nylon tidak cocok dipasang pada seluruh jaring dan hanya digunakan pada bagian bunt saja. Sedangkan saran (viydene chloride) mempunyai spesific gravity yang tinggi, yaitu 1,70. Akan tetapi, vinylidene chloride tidak cukup kuat untuk digunakan pada jaring purse seine ukuran besar. Untuk itu diadakan pencampuran dari kedua material tersebut, sehingga sehingga dapat dihasilkan material yang kuat dan specific gravitynya yang tinggi. Terylene (polyester) dan vinyl clorida, yang mempunyai kekuatan nomor 2 setelah vinylidene clirode dengan specific gravity 1,40. Akan tetapi, keduanya juga terlalu lemah bila diguakn sendiri, sehingga perlu dicampur dengan material lain seperti vinylon (polyvinil alcohol), sehingga hasil kombinasi tersebut diperkirakan mempunyai specific gravity 1,30.
            Untuk tuna purse seine, jaring memerlukan setting yang cepat dan sinking speed yang tinggi, serta twine harus kaku dan tegar agar dapat menahan gaya-gaya yang timbul yang disebabkan oleh gelepar-gelepar tuna yang tertangkap. Disamping hal itu, tuna purse seine mempunyai float line yang lebih panjang jika dibandingkan dengan tipe jaring purse seune yang lain, sehingga memerlukan material yang kuat untuk digunakan pada jaring ukuran besar. Material yang sesuai untuk tipe alat penangkapan tersebut adalah nylon (Nomura, 1975).
            Mesh size merupakan faktor penting yang harus diperhatikan pada ajring purse seine, karene berhubungan langsung dengan ukuran ikan yang menjadi tujuan utama penangkapan dan bayaknya ikan yang tertangkap. Pemilihan mesh size yang terlampau kecil menyebabkan sinking speed akan menurun, tetapi mesh size yang terlampau besar menyebabkan tankapan banyak yang lolos atau terjerat. Disamping itu ikan yang sudah terjerat sangat sulit untuk dikeluarkan dan memakan waktu untuk mengeluarkannya sehingga dapat merugikan.