Pengertian Manajemen Pembelanjaan | Sebenarnya telah banyak penulis yang mengambil bidang manajemen pembelanjaan sebagai dasar penulisan dimana banyak dikemukakan teori atau pendapat-pendapat mengenai manajemen pembelanjaan yang berbeda satu sama lain, tetapi sebenarnya mempunyai dasar pengertian yang sama. Sebelum membahas masalah modal kerja maka terlebih dahulu akan diuraikan tentang pengertian dari pada pembelanjaan, karena modal kerja merupakan bagian dari pada manajemen pembelanjaan.

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai arti dari pada manajemen pembelanjaan, berikut ini disajikan definisi dari beberapa penulis buku, antara lain :

Bambang Riyanto (1984:3)  memberikan pengertian sebagai berikut :

“Pembelanjaan dalam pengertian luas, yaitu meliputi semua aktivitas perusahaan yang bersangkutan dengan usaha mendapatkan dana yang dibutuhkan oleh perusahaan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut seefisien mungkin”.

Adapun pengertian pembelanjaan menurut Drs. M. Manulang (1969:230), pembelanjaan adalah hal memperluas uang atau modal agar apa yang akan dijelaskan dapat dibiayai.

Sedangkan menurut Lukman Syamsuddin (2007:3) bahwa pembelanjaan perusahaan adalah merupakan penerapan prinsip-prinsip ekonomi dalam mengelola keputusan-keputusan yang menyangkut masalah finansial perusahaan.

Dari beberapa pengertian tersebut dimuka maka dapatlah dikatakan bahwa pembelanjan dapat dipandang sebagai penarikan dan penggunaan modal.

Pada dasarnya pembelanjaan perusahaan menurut Bambang Riyanto (1984:3) dapat dibagi dalam 2 (dua) golongan, yaitu :

  1. Pembelanjaan pasif : ditinjau dari sudut perusahaan yang membutuhkan dana atau menarik modal, masalahnya ialah bagaimana perusahaan tersebut memperoleh modal yang dibutuhkan dengan syarat yang paling menguntungkan

  2. Pembelanjaan aktif : ditinjau dari sudut perusahaan yang mempunyai uang untuk diserahkan kepada perusahaan lain atau ditanam dalam perusahaan sendiri dengan cara yang seefisien mungkin”.

Dari uraian dimuka pada hakekatnya masalah pembelanjaan adalah menyangkut masalah keseimbangan finansial di dalam perusahaan. Hal ini berarti mengadakan keseimbangan antara aktiva dan pasiva yang dibutuhkan serta mencari susunan kualitatif dari pada aktiva  dan pasiva dengan sebaik-baiknya.

Daftar Pustaka

Riyanto, Bambang Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan, Yogyakarta: Yayasan Badan Penerbit Gadjah Mada, 1984.

Manulang, M. Pengantar Ekonomi Perusahaan, Medan: Perusahaan Sumatera Utara, 1969.

Syamsuddin, Lukman. Manajemen Keuangan Perusahaan Konsep Aplikasi dalam Perencanaan, Pengawasan dan Pengambilan Keputusan (Edisi baru), Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2007.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *