Pengertian Komunikasi  | Dalam menjalin kerja sama diperlukan adanya komunikasi untuk mencapai sebuah tujuan. Ditinjau dari teknis pelaksanaannya, komunikasi dapat dirumuskan sebagai kegiatan dimana seseorang menyampaikan pesan melalui media tertentu kepada orang lain dan sesudah menerima pesan serta memahami sejauh mana kemampuannya, penerima pesan menyampaikan tanggapan melalui media tertentu kepada orang yang menyampaikan pesan tersebut kepadanya.

Menurut Suawa (2013:7), istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris yaitu communication berasal dari communication, dan bersumber dari kata communis yang artinya membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih.

Menurut Onong U Effendy (Fadli, 2012:4) menyatakan, komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain, untuk memberitahukan atau mengubah sikap, pendapat dan perilaku baik langsung maupun tidak langsung melalui media. Sementara itu Hovland mendefenisikan proses komunikasi sebagai suatu proses mengubah perilaku orang lain yang disampaikan melalui perangsang-perangsang atau lambang-lambang dalam kata-kata.

Menurut Rueslan (dalam Fadli, 2012:4), proses komunikasi dapat diartikan sebagai “transfer informasi” atau pesan-pesan (message) dari pengirim pesan sebagai komunikator kepada penerima pesan sebagai komunikan yang bertujuan (feed back) untuk mencapai saling pengertian (mutual understanding) antara kedua belah pihak. Sebelum komunikator mengirimkan pesan / informasi kepada pihak komunikan, terlebih dahulu memberikan makna dalam pesan-pesan tersebut (decode). Pesan tersebut ditangkap oleh komunikasi dan diberikan makna sesuai dengan konsep yang dimilikinya (encode).

Secara umum komunikasi memiliki tujuan yaitu a) supaya pesan yang disampaikan komunikator dapat dimengerti oleh komunikan; b) memahami orang lain; c) supaya gagasan dapat diterima orang lain; dan d) menggerakkan orang lain untuk melakukan sesuatu. Romli (2011:2-3) menyatakan bahwa:

“Komunikasi berdasarkan perilaku dapat dibedakan menjadi tiga yaitu: (a) Komunikasi formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya berorientasi kepentingan organisasi, seperti cara kerja di dalam organisasi; (b) Komunikasi informal adalah komunikasi yang disetujui secara sosial bukan pada organisasi tetapi lebih kepada secara individual; dan (c) Komunikasi nonformal adalah komunikasi yang terjadi antara komunikasi bersifat formal dan informal dimana komunikasi yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas pekerjaan organisasi dengan kegiatan pribadi anggota organisasi, seperti rapat mengenai ulang tahun perusahaan”.

Menurut Romli (2011:6), istilah organisasi berasal dari bahasa Latin organizare yang secara harfiah berarti panduan dari bagian-bagian yang satu sama lainnya saling bergantung. Berdasarkan dari artikel Hadi (2010:1) menyebutkan bahwa:

“Evert M. Rogers dalam bukunya Communication in Organization mendefinisikan organisasi sebagai suatu sistem yang mapan dari mereka yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, melalui jenjang kepangkatan, dan pembagian tugas, begitupun dengan Robert Bonnington dalam buku Modern Business: A Systems Approach, mendefinisikan organsiasi sebagai saran dimana manajemen mengoordinasikan sumber bahan dan sumber daya manusia melalui pola struktur formal dari tugas-tugas dan wewenang”.

Komunikasi organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukkan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian suatu organisasi tertentu (Hadi, 2010:2). Suatu organisasi terdiri dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarkis antara yang satu dengan yang lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan. Komunikasi organisasi terjadi kapan pun, setidak-tidaknya satu orang yang menduduki suatu jabatan dalam suatu organisasi menafsirkan suatu pertunjukkan yang menyangkut penelaahan atas banyak transaksi yang terjadi secara simultan.

Dalam suatu sistem komunikasi, hubungan antara orang-orang dalam jabatan atau posisi tertentu menjadi dasar unit komunikasi. Orang bisa disosialisasikan oleh jabatan, menciptakan suatu lingkaran yang lebih sesuai dengan keadaan jabatan, pada saat yang sama jabatan tersebut dipersonalisasikan, menghasilkan suatu figure atau gambar yang sesuai dengan keadaan orang tersebut.

Pola komunikasi Public Relation dalam suatu organisasi pada prinsipnya yaitu setiap bagian harus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuannya. Setiap bentuk organisasi, pendekatan dalam melakukan kegiatan komunikasi yang dipakai antara satu organisasi dengan organisasi lain tidaklah sama, masing-masing mempunyai karakter yang satu dengan lainnya memiliki variasi berbeda-beda.

Setiap karakter organisasi, misalnya dalam bentuk perusahaan sangatlah bergantung pada skala besar kecilnya perusahaan tersebut. Jika perusahaan hanya memiliki beberapa orang karyawan maka penyampaian informasi dapat dilakukan secara langsung kepada karyawan tersebut. Lain halnya dengan perusahaan besar yang memiliki ratusan bahkan ribuan karyawan maka penyampaian informasi kepada mereka merupakan suatu pekerjaan yang mungkin sangat kompleks dan memerlukan kemampuan sumber daya manusia untuk dapat membuat konsep dalam menentukan jaringan komunikasi yang efektif dan efisien di lingkungan perusahaan. Komunikasi yang efektif dapat terjadi apabila Public Relations sebagai komunikator melakukan pemeriksaan atau menganalisis kondisi komponen dalam proses komunikasi (Kriyantono, 2012:3).

DAFTAR PUSTAKA

Buku:

Gulo, W. 2007. Metodologi Penelitian. Jakarta: Grasindo.

Kriyantono, R. 2012. Public Relation & Crisis Management Pendekatan Critical Public Relations Etnografi Kritis & Kualitatif. Jakarta: Kencana.

Nesia, A. 2014. Dasar-dasar Humas. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Romli, K. 2011. Komunikasi Organisasi Lengkap. Jakarta: Grasindo.

Sarwono, J. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Soemirat, S dan Elvinaro, A. 2010. Dasar-dasar Public Relation. Bandung: Rosdakarya.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitati, Kualitatif , dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tim Penyusun. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa.

Jurnal:

Ardianto, E. 2004. “Teori dan Metodologi Penelitian Public Relations”. Mediator, 5 (2): 231-241.

Datuela, A. 2013. “Strategi Public Relations PT. Telkomsel Branch Manado dalam Mempertahankan Citra Perusahaan”. Journal “Acta Diurna”,  2 (1): 1-5.

Hidayati, D. S. 2014. “Peningkatan Relasi Sosial melalui Social Skill Therapy pada Penderita Schizophrenia Katatonik”. Jurnal Online Psikologi, 2 (1): 17-28.

Marnelly, T. R. 2012. “Corporate Social Responsibility (CSR): Tinjaun Teori dan Praktik di Indonesia”. Jurnal Aplikasi Bisnis, 2(2): 49-59.

Nurrohim, H. 2009. “Efektivitas Komunikasi dalam Organisasi”. Jurnal Manajemen, 7 (4): 1-9.

Suawa, S. G. 2013. “Strategi Komunikasi dalam Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan di Dinas Pendapatan Daerah di Kota Samarinda”. eJournal Ilmu Komunikasi, 1(1): 183-211.

Widiyawati, E. 2013. “Strategi Komunikasi Humas Eksternal dalam Pelayanan Publik di KORPRI kelurahan Bugis kecamatan Samarinda Ulu”. eJournal Ilmu Komunikasi, 1 (3): 425-436.

Yudarwati, G. A. 2010. “Community Relations: Bentuk Tanggung Jawab Sosial Organisasi”. Jurnal Ilmu Komunikasi, 1 (2): 143-156.

Skripsi:

Ambarwati, K. 2009. “Peran dan Strategi Public Relations dalam Membangun Citra”. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Astuti, S. 2012. “Pola Relasi Sosial dengan Buruh Tani dalam Produksi Pertanian”. Skripsi, Medan: Universitas Sumatera Utara.

Indriyani, R. N. 2012. “Pelaksanaan Organization-Public Relationship yang Dilakukan oleh Public Relations dalam Menjalin Hubungan Kerja Sama dengan Mitra Perusahaan”. Skripsi, Jakarta: Univeristas Indonesia.

Khor, N. J.  2005. “Fungsi dan Peranan Public Relation sebagai Alat Komunikasi pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk Divisi Regional 1 Sumatera”. Skripsi. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Safitri, M. 2005. “Peran dan Fungsi Public Relations dalam Meningkatkan Pelayanan pada PDAM Tirtanadi Medan”. Skripsi. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Internet:

Fadli, M. 2012. “Eksternal Public Relations dan Citra Perusahaan”. http://download.portalgaruda.org/article.php?article=59006&val=4127. Diakses tanggal 24 November 2014.

Hadi, 1. P. 2013. “Komunikasi dalam Sebuah Organisasi”. http://faculty.petra.ac.id/ido/courses/2_komunikasi_organisasi.pdf. Diakses 7 Desember 2014.

Saudia, A. 2010. “Komunikasi Interpersonal yang Efektif pada Kelompok Kerja X”. http://www.gunadarma.ac.id/library/articles/graduate/psychology/2009 /Artikel_10503001.pdf. Diakses 7 Desember 2014.

Comments

  1. Pingback: Internal dan Eksternal Public Relations | Karya Tulis Ilmiah

  2. Pingback: Peran Komunikasi dan Public Relation Dalam Perusahaan | Karya Tulis Ilmiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *