1. Pengertian Paragraf

Paragraf merupakan inti penuangan buah pikiran dalam sebuah karangan. Dalam paragraf terkandung satu unit pikiran yang didukung oleh semua kalimat dalam paragraf tersebut mulai dari kalimat pengenal, kalimat utama atau kalimat topik, kalimat-kalimat penjelas sampai kalimat penutup. Himpunan kalimat ini saling bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan.(Akhadiah, dkk, 997:6.3).




Kosasih (2007: 135) berpendapat bahwa Paragraf merupakan rangkaian kalimat yang saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan pokok pembahasan. Paragraf merupakan satuan bahasa yang lebih besar dari pada kalimat.Meskipun demikian, paragraf masih merupakan bagian dari satuan bahasa lainnya, yang disebut wacana. Suatu wacana umumnya dibentuk lebih dari satu paragraf .

Dalam Ensiklopedi Sastra Indonesia disebutkan bahwa paragraf atau alinea adalah “kesatuan pikiran yang lebih dari kalimat yang digunakan sebagai penanda peralihan bagi bagian-bagian pembicaraan dalam bahasa tulis.“ (Dewan Redaksi Ensiklopedi Sastra Indonesia, 2004:587).

Alinea bukanlah suatu pembagian secara konvensional dari suatu bab yang terdiri dari kalimat-kalimat, tetapi lebih dalam maknanya dari kesatuan kalimat saja. Alinea tidak lain dari satu kesatuan pikiran, suatu kesatuan yang lebih tinggi atau lebih luas dari kalimat. Ia merupakan himpunan dari kalimat-kalmat yang bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan. Dalam alinea itu gagasan tadi menjadi jelas oleh uraian-uraian, yang maksudnya tidak lain untuk menampilkan pokok pikiran tadi secara lebih jelas. ( Keraf, 2004: 69)

Dari teori-teori di atas, penulis menyimpulkan bahwa paraagraf adalah rangkaian kalimat dengan koheren dan kohesif tinggi yang berkesinambungan yang  mempunyai awal dan akhir yang nyata, disampaikan secara lisan atau tertulis.

  1. Syarat- Syarat Paragraf

Keraf (2004: 74) mengemukakan bahwa paragraf yang baik harus memenuhi ketiga syarat berikut yaitu kesatuan, koherensi, dan perkembangan alinea.

  • Kesatuan

“Yang dimaksud dengan kesatuan dalam alinea adalah bahwa semua kalimat yang membina alinea itu secara bersama-sama menyatakan suatu hal, suatu tema tertentu.” ( Keraf, 2004: 74)

Tiap paragraf harus mengandung satu gagasan pokok atau satu topik. Fungsi paragraf ialah mengembangkan topik tersebut. Oleh sebab itu, dalam pengembangan tidak boleh terdapat unsur-unsur yang sama sekali tidak berhubungan dengan topik atau gagasan pokok tersebut. Penyimpangan akan menyulitkan pembaca. Jadi, satu paragraf hanya boleh mengandung satu gagasan pokok atau satu topik. Semua kalimat dalam paragraf harus membicarakan gagasan pokok tersebut. (Akhadiah, dkk, 1997: 6.8)

  • Koherensi

Kekompakan atau kepaduan antara kalimat yang satu dengan kalimat lain yang membentuk paragraf dan kepaduan antara paragraf yang satu dengan  paragraf yang lainnya membentuk wacana disebut koherensi.

Keraf (2004: 84) mengemukakan bahwa syarat  kedua yang harus dipenuhi oleh alinea adalah bahwa alinea itu harus mengandung koherensi atau kepaduan yang baik. Kepaduan yang baik itu terjadi apabila hubungan timbal-balik antara kalimat-kalimat yang membina alinea itu baik, wajar dan mudah dipahami tampa kesulitan. Pembaca dengan mudah mengikuti jalan pikiran penulis, tampa   merasa bahwa ada sesuatu yang menghambat atau semacam jurang yang memisahkan sebuah kalimat dan kalimat lainya, tidak serasa loncatan-loncatan pikiran yang membingungkan.

Menurut Keraf (2004: 86), kepaduan dalam sebuah paragraf dapat dibangun dengan memperhatikan dua unsur antara lain

  1. Masalah Kebahasaan

Masalah kebahasaan yang turut mempengaruhi koherensi sebuah alinea adalah:

  1. repetisi atau pengulangan kata kunci;
  2. kata ganti; dan
  3. kata-kata transisi.
  1. Pemerincian dan Urutan Pikiran

Yang dimaksud dengan pemerincian dan urutan pikiran adalah bagaimana pengembangan sebuah gagasan utama dan bagaimana hubungan antara gagasan-gagasan bawahan yang menunjang gagasan utama tadi.

  • Perkembangan alinea

Perkembangan alinea adalah penyusunan atau perincian daripada gagasan-gagasan yang membina alinea itu. (2004:75)

  1. Jenis Paragraf

Kosasih (2007:137) membedakan paragraf atas tiga bagian yaitu paragraf deduktif, paragraf induktif, dan paragraf campuran.

  1. Paragraf deduktif yaitu paragraf yang letak gagasan utamanya terletak di awal paragraf. Gagasan utama atau pokok persoalan paragraf itu dinyatakan dalam kalimat pertama.
  2. Paragraf induktif yaitu paragraf yang gagasan utamanya tarletak di akhir paragraf. Mula-mula dikemukakan fakta-fakta atau uraian-uraian, kemudian dari fakta-fakta itu penulis menggeneralisasikanya ke dalam sebuah kalimat.
  3. Paragraf campuran yaitu paragraf yang gagasan utamanya terletak pada kalimat pertama dan kalimat terakhir. Dalam paragraf ini terdapat dua kalimat utama, dalam hal ini kalimat terakhir umumnya mengulang gagasan yang dinyatakan kalimat pertama dengan sedikit tekanan atau variasi.

Daftar Pustak

Akhadih, Sabarti, dkk. 1997. Menulis 1. Jakarta : Departement Pendididkan dan Kebuyaan

Dewan Redaksi. 2004. Ensiklopedi Sastra Indonesia. Bandung : Angkasa.

Keraf, Gorys. 2004. Komposisi. Ende: Nusa Indah.

Kosasih, E. 2007. Bimbingan Pemantapan Bahasa Indonesia. Bandung : Yrama Widya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *