1.      Syarat-syarat Matang Panen
            Syarat tanaman disebut matang panen apabila tanaman telah memenuhi syarat 60 % dan tanaman dalam suatu areal/blok telah matang pohon, sedangkan dikatakan matang pohon, apabila paling sedikit 2 buah tandan telah membusuk dan 1 tandan matang satu pohon (Lampiran 4).
2.      Kriteria Matang Panen Tandan
Tanaman disebut matang panen tandan bila tandan telah memberondol, yaitu terlepasnya buah dari tandan secara alami atau dengan istilah menghasilkan berondolan. Matang panen tandan ditandai dengan jatuhnya dua berondolan untuk setiap kg berat TBS di pinggiran/piringan pokok. Pada TM tahun ke-1 harus terdapat paling sedikit 5 berondolan di pinggiran pokok. Kriteria berondolan per kg adalah:
          Berat tandan 6 – 8 kg  :  Berondolan 8 buah
          Berat tandan 9 – 15 kg   :  Berondolan 15 buah
          Berat tandan >15 kg    :  Berondolan 20 buah.
Agar lebih mudah, dapat juga dipakai kriteria bahwa untuk tanaman yang berumur di bawah 10 tahun, jumlah berondolan sekurang-kurangnya 10 buah, sedangkan yang di atas 10 tahun, jumlah berondolannya sekurang-kurangnya 20 buah.
3.      Rotasi Panen
Adalah selang waktu (interval) antara satu perlakuan panen dengan perlakukan panen berikutnya yang dinyatakan dalam hari. Rotasi panen berkaitan dengan penyebaran kematangan buah. Pada awal panen (di TM yang baru dimutasikan dari TBM) rotasi panennya dapat 15 hari, kemudian 10 hari dan selanjutnya 7 hari. Untuk rotasi panen yang bersimbol 6/7 artinya areal dipanen 6 hari dalam setiap 7 hari.
Untuk dapat mencapai hasil panen yang optimal diperlukan suatu modifikasi rotasi panen yang didasarkan kepada situasi kerapatan panen. Modifikasi tersebut adalah:
          Panen puncak :   antara bulan Agustus – November, kerapatan buah buah 1 : 1 s/d 1 : 4. Rotasinya ialah 4/5, 4/6, 5/7.
          Panen sedang  :   antara bulan Desember – Maret, kerapatan buah buah 1 : 5 s/d 1 : 7. Rotasinya ialah 5/7, 6/7, 6/8.
          Panen rendah  :   antara bulan April – Juli, kerapatan buah buah 1 : 8 s/d 1 : 20. Rotasinya ialah 6/7, 7/9, 8/10, 9/11.
Pada musim produksi rendah rotasi panen diperpanjang sehingga kesempatan masaknya buah lebih banyak dan pada musim produksi tinggi rotasi diperpendek sehingga kemungkinan buah tertinggal karena buah terlalu matang dapat terhindar. Untuk memperoleh kwantitas mutu hasil serta biaya panen yang optimal rotasi panen yang dianjurkan ialah 7 – 10 hari, dimana rotasi ini telah digunakan secara umum.
 
4.      Bobot Rata-rata Tandan
Bobot rata-rata TBS pada saat dimutasikan menjadi TM minimal 3 kg. penentuan bobot rata-rata ini diambil secara acak 1 tandan matang panen dari setiap Ha dan ditimbang. Bila bobot rata-rata tandan masih di bawah 3 kg panen ditangguhkan, karena tandan yang kecil secara teknis tidak dapat diolah di pabrik, sehingga tidak mempunyai nilai ekonomis.