karyatulisilmiah.com – Ekofisiologi Tanaman Padi | Padi termasuk dalam phylum Angiospermae, Sub-phylum Monocotyledones, Division tracheoae, Order Graminales, Family Gramineae, Genus Oryza dan Spesies Oryza sativa L. (Pandey, 1982). Padi merupakan tanaman semusim dan tergolong tanaman rumput-rumputan. Padi mempunyai bentuk batang yang bulat berongga dan beruas-ruas, daunnya memanjang seperti pita dan berupih untuk menempel pada buku-buku batang, serta mempunyai sebuah malai yang terdapat pada ujung batang (Surowinoto, 1980).

Pertumbuhanpadi dibagi menjadi tiga fase yaitufase vegetatif, fase reproduktif dan fase pemasakan biji. Fase vegetatif meliputi pertumbuhan tanaman mulai dari berkecambah sampai dengan inisiasi primordial malai dan dicirikan dengan tumbuhnya anakan, batang bertambah tinggi  dan daun tumbuh secara bertahap. Fase reproduktif dimulai dari inisiasi primordia malai sampai berbunga dan fase pemasakan dimulai dari berbunga sampai masak panen (Manurung dan Ismunadji, 1988).

Padi tergolong tanaman yang mengikuti jalur C3 dalam proses fotosintesisnya. Seperti tanaman C3 lainnya, tanaman padi selain melakukan respirasi juga melakukan fotorespirasi yaitu perombakan atau hilangnya CO2 yang ditambat dalam fotosintesis dengan distimulasi adanya cahaya (Salisbury dan Ross, 1995). Fotorespirasi bersifat kurang efisien bagi tanaman karena mengurangi hasil fotosintesis yang disimpan. Namun demikian, tanaman padi termasuk tanaman C3 yang menyukai cahaya penuh (full sun light) sehingga produksi padi lebih tinggi pada musim kemarau dikarenakan lebih banyak cahaya matahari yang diterima tanaman padi dibanding pada musim penghujan (Fagi dan Irsal, 1988).

Tanaman padi dapat hidup baik di daerah yang bersuhu panas dan banyak mengandung uap air. Curah hujan yang baik rata-rata 200 mm per bulan  atau lebih dan dengan distribusi hari hujan 4 bulan, curah hujan yang dikehendaki per tahun sekitar 1500-2000 mm. Suhu yang baik untuk pertumbuhan tanaman padi 230 C. Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan terganggunya fotosintesis dan respirasi, yang dapat mempengaaruhi kehampaan biji suatu varietas padi. Menurut Limbong et al. (1980), umur tanaman  atau tingkat kematangan gabah ditentukan oleh total panas yang diterima tanaman padi sehingga umur tanaman padi cenderung akan semakin pendek dengan semakin tingginya suhu udara. Tinggi tempat yang cocok untuk tanaman padi berkisar 0-1500 m di atas permukaan laut. Tanaman padi dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang ketebalan lapisan atasnya berkisar 18-22 cm dengan pH 4-7 (Penebar swadaya, 1997).

Referensi / Daftar Pustaka

Surowinoto, S. 1980. Teknologi Produksi Tanaman Padi Sawah. Jurusan Agronomi Fakultas Pertanian IPB, Bogor. 78p.

Manurung, S. O. dan Ismunadji, 1988. Morfologi dan Fisiologi Padi. Padi I. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Bogor. p: 55-105.

Fagi, A.M dan L. Irsal. 1988. Lingkungan Tumbuh Padi. Padi I. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Bogor.167-214p.

Penebar Swadaya. 1997. Kamus Pertanian Umum. Penebar Swadaya. Jakarta. 533 hal.

Comments

  1. Pingback: Peran Nitrogen pada Tanaman Padi Sawah | Karya Tulis Ilmiah

  2. Pingback: Studi Fisiologi Efisiensi Hara N Terhadap Padi Sawah Pada Tanah Inceptisol | Karya Tulis Ilmiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *