No
Nama Espedisi
Periode
Lokasi
Hasil
1
Ekspedisi Snellius
1985
perairan Indonesia
menginventarisasi sekitar 41 jenis alga merah; 59 jenis alga hijau, dan 9
jenis alga coklat
2.
Ekspedisi Hahuko Maru
1986
Laut Flores
Penelitian tentang laut dalam
3.
Buginesia III Project
1988-1990
perairan Kepulauan Spermonde Sulawesi Selatan
menginventarisasi sekitar 118 jenis dari 40 marga alga merah; 80 jenis dari 21 marga alga
hijau, dan 36 jenis dari 11 marga alga coklat
4.
Ekspedisi IASSHA
2001
Sulawesi Utara
ditemukan sumber-sumber emas di dasar laut
Sangihe Talaud,dan adanya
sumber mineral logam hidrotermal lainnya, yaitu perak, tembaga, seng
dan timbal.
5.
Ekspedisi Bandamin I
2001
perairan Pulau Flores dan Wetar Nusa Tenggara Timur
menemukan dua gunung di dasar laut yang diberi nama
Abang Komba dan Anak Komba
6.
Ekspedisi Indonesia-Japan Deepsea Expedition Java Trench)
2002
Perairan Indonesia
karakteristik fisik Palung Jawa dan terusan patahan Sumatera, karakteristik mahluk hidup di perairan laut dalam Indonesia
7.
Ekspedisi Palung Jawa
2002
Perairan jawa
Adanya potensi sumber daya laut hayati dan nonhayati di palung jawa yang berlokasi di Samudera Hindia, selatan Jawa dan zona subduksi akibat bertumbukkannya Lempeng Tektonik Indo-Australia dan Lempeng Eurasia., serta mengamati kehidupan biota laut dalam, bila ada, di wilayah tanpa sinar Matahari dan tanpa adanya proses fotosintesis.
8
Ekspedisi IASSHA  lanjutan
2003
Sulawesi Utara
ditemukan pula gunung
api bawah laut di dekat Kepulauan Kawio, Sulawesi Utara. Pulau itu
diberi nama Anak Kawio.
9.
Ekspedisi Bandamin II
2003
Laut Banda
ditemukan lagi gunung api baru yang disebut Baruna
Komba, ditemukan batuan yang mengandung andesit, dan basalt.
Selain itu, teridentifikasi adanya mineral-mineral
sulfida pirit, barit, dan markasit
10.
Ekspedisi Laut Banda
2005
perairan
Indo-Pasifik Barat
Adanya vertikal kolom air laut.  Dan palung laut di kawasan perairan tersebut.
11.
Ekspedisi Diving CI
2008
Halmahera Utara
tercatat 803 spesies ikan karang
12.
Ekpedisi INDEX-SATAL
2010
Sulawesi Utara
ada 40 spesies baru di karang laut dalam dan sedikitnya 50 spesies baru yang mirip dengan udang, kerang, sepon, remis, dan juga ditemukan enam gunung api bawah laut