TUGAS PSIKOLOGI BELAJAR

NAMA :KRISTINDA P.V
NIM : 802009114

Jenis-jenis belajar dan berikan contoh!

1. A. DE BLOCK
a. Bentuk- bentuk belajar menurut fungsi psikis :
Belajar Dinamik/ Konatif
Ketika saya menginjak bangku SMA, banyak teman-teman saya yang sudah mempunyai HP, sedangkan saat itu saya belum ada. Singkat cerita, papa saya bilang kalau nilai rapot mu rata-rata 8, akan papa belikan HP baru. Mulai saat itu saya semangat untuk belajar dengan tekun, sehingga saat pembagian rapot nilai yang keluar tak mengecewakan. dan akhirnya, rata-rata saya 8, meski ada 2 yang nilai 7. Tetapi saya tetap mendapatkan HP baru.
Belajar Afektif
Ketika saya pernah menyukai seseorang karena ketampanannya, dan ternyata teman saya mengenalnya, sehingga saya dikenalkan, dan kami bisa ngobrol bersama meski hanya sebentar, itu membuat saya merasa senang sekali.
Belajar Kognitif : Mengingat, Berpikir
Dulu saya paling suka nonton film korea di indosiar, setiap sore saya tak pernah melewatkan tayangan tersebut. Dan keesokan harinya saat di kelas, saya dan teman-teman saya pasti pada heboh untuk menceritakan tayangan, ataupun memperagakan adegannya.
Belajar Senso- Motorik : Mengamati, Bergerak, Berketerampilan
Dulu saat masih kecil saya pernah jatuh gara-gara belajar sepeda sendiri, terluka, dan menangis. Saat itu di komplek saya sedang musim nya anak-anak bermain sepeda. Saya merasa malu karena belum bisa naik sepeda. Tapi, saya tak menyerah. Saya melihat teman-teman saya yang sedang bermain, bagaimana caranya mereka mengayung, dan semua cara-cara saya lihat. Setiap pagi sekali saya bangun, dan mulai belajar sendiri, lama-lama saya pun bisa bermain sepeda.
b. Bentuk- bentuk belajar menurut materi yang dipelajari :
Belajar Teoretis
Dulu, saya bersama teman-teman saya sering heran, kenapa sih tiap kita pergi Matahari, selalu kesannya mengikuti kemana kita pergi. Dulu kami sempat berfikir, apakah matahari bisa jalan juga?
ternyata, setelah belajar, dan sampai pada tahap yang tinggih, saya baru menyadari kenapa hal tersebut bisa terjadi.
Belajar Teknis
Pelajaran disekolah tidak hanya yang teori, tapi ada juga yang praktek, misalnya dulu ketika SMP, ada matapelajaran TataBoga. Diajarkan bagaimana saya bisa membuat masakan. Mulai dari kue, sampai makanan berat seperti nasi goreng, Soto ayam, dll.
Belajar Sosial atau Belajar bermasyarakat
Saat saya ikut pelayanan mama ke daerah bersama teman-teman gereja lainnya, disitu saya belajar bersosialisasi dengan masyarakat sekitar, saling berbagi cerita dengan remaja yang saat itu seumuran dengan saya, dan saya juga belajar beradaptasi dengan keadaan disana yang notabennya sungguh berbeda dengan keadaan saya yang puji Tuhan layak.
Belajar estetis
Sebenarnya dari kecil saya tidak terlalu menonjolkan bakat, tetapi dari kecil sampai SMP saya sering mengikuti kegiatan perlombaan kesenian. Ketika hari Kartini, saya mewakili kelas untuk jadi maskod berbusana Kartini, dan 3 kali berturut-turut saya mendapat juara 1.
c. Bentuk- bentuk belajar yang tidak sebegitu disadari :
Belajar Insidental
Belajar insidental ini sering terjadi ketika saya sedang mengerjakan tugas2, dan saat itu merasa lelah, dan mulai berpaling konsentrasi. saya kerapkali membuka FB sampai kadang bisa lupa dengan tugas yang tadi saya kerjakan.
Belajar dengan mencoba- coba
Saat masih kecil, saya pernah mencoba bermain bersama adik saya dirumah. Tiba-tiba papa saya datang dan membawa borgol. Saya penasaran dengan benda tersebut, singkat cerita saya memainkan borgol itu dan menjadikan gelang di tangan saya. Alhasil tangan saya terkunci borgol, dan tak bisa dibuka. Sejak itu saya takut untuk memainkan barang-barang yang dibawa papa saya untuk tugas.

2. C. VAN PARREREN
a. Membentuk Otomatisme
Bisa ketika saya baru masuk sekolah dan memperkenalkan identitas secara umum, saya pasti hafal diluar kepala. Mulai dari nama saya, tempat tanggal lahir, nomer telepon, dll.
b. Belajar insidental
Setiap kali saya merasa kesulitan dalam mengerjakan tugas, saya kerap kali mengkombinasikan dengan kegiatan yang saya suka. Seperti, bernyanyi, kadang-kadang tugas-tugas yang saya rasa sulit di ingat, saya bisa jadikan lagu-lagu.
c. Menghafal
Dulu waktu saya bersekolah di Xaverius, sebelum belajar kami pasti berdoa. Dan doa itu pun kami sudah hafal semua. Doa masuk dan pulang sekolah kami hafal semua.
d. Belajar pengetahuan
Ketika SMP ada ujian praktik, saat itu kami mempraktikan mengapa saat kita berada di pom bensin/spbu dilarang untuk menelepon. Saat kami mencoba dengan menggunakan teflon, berisi kertas semacam bungkus rokok yang di gumpal-gumpal, kemudian didekatnya salah satu teman saya menelepon dan tak lama kemudian timbul percikan api, dan kertas rokok tadi pun terbakar.

e. Belajar arti kata- kata
Seringkali ketika saya kecil, saya sering menanyakan kepada mama saya arti kata ”wis mangan durung”? karena saya lahir di Palembang jadi saya tidak paham bahasa jawa.
f. Belajar Konsep
Seringkali setiap belajar matematika, saya harus memahami konsep-konsep yang ada.
g. Belajar memecahkan problem melalui pengamatan
Ketika musim hujan, dearah depan rumah saya selalu banjir. Dan masyarakat setempat selalu acuh dengan keadaan tersebut. Kemudian papa saya bersama teman-teman komplek saya mencari tau penyebab banjir tersebut, ternyata karena mampet dengan sampah-sampah. Alhasil, kami menyediakan tempat sampah di setiap komplek.
h. Belajar berpikir
Setiap mengerjakan Tes, saya pasti mulai berfikir mengenai pelajaran-pelajaran yang sudah pernah diberikan.
i. Belajar untuk belajar
Saya belajar paling susah saat masuk hafalan. Ketika terjadi seperti itu saya mulai mencari cara untuk bisa menghafal. Mulai dari membuat sesuatu untuk memudahkan saya menghafal.
j. Belajar dinamik
Ketika saya mulai masuk dunia remaja banyak hal yang terjadi dalam diri saya, ketika masa SMA banyak teman-teman saya yang memakai rok sekolah diatas dengkul, dan itu acapkali menjadi kesalahan bahkan mendapat sanksi dari Guru. Sehingga saya tidak langsung terpengaruh mereka.
3. ROBERT M. GAGNE
a. Sistematika ” Delapan Tipe Belajar”
1. Belajar sinyal
Seringkali ketika Hp saya berbunyi, saya hanya mendengar Nada/ suara yang keluar, apakah itu tanda ada pesan atau ada telefon.
2. Belajar perangsang
Saat papa saya pulang, seringkali saya langsung berlari menujunya. Karena biasanya papa selalu pulang dengan membawa makanan.
3. Belajar membentuk gerak gerik
Ketika saya mengikuti Paskib, saya belajar bagaimana cara baris berbaris yang benar, teknik-teknik yang baik seperti apa.
4. Belajar Asosiasi
Karena saya sering dibelikan boneka, saat ditanya atau melihat gambar-gambar boneka, saya sudah paham bahwa gambar itu boneka.
5. Belajar diskriminasi jamak
Ketika saya mau membeli Laptop, seringkali mencari yang merk baik. Padahal itu sama-sama laptop.
6. Belajar Konsep
Ketika menjadi anak kost, saya lebih rapi, dan teratur dalam menata ruang kamar saya. Mulai dari tempat tidur, alat-alat mandi, dan alat-alat makan, semua diletakkan berbeda dan tertata.
7. Belajar Kaidah
Saat bermain bola bersama teman-teman saya diajarkan teman-teman bagaimana teknik bermain yang baik.
b. Sistematika ” Lima Jenis Belajar”
(1) Informasi Verbal
Ketika seringkali akan Ulangan, saya sering mencari informasi ke teman-teman kelas lain, hal-hal apa saya yang keluar.
(2) Kemahiran intelektual
Saya punya seorang teman yang pandai dalam mengatur waktu. Ketika Tes kelulusan dia bisa membagi jadwal antara ujian praktek dan teori.
(3) Pengaturan kegiatan kognitif
Ketika saya menghadapi masalah, saringkali merasa malas untuk melakukan tugas-tugas, tetapi disini saya dituntut sebagai mahasiswa yang bisa bertanggung jawab dalam kuliah saya.
(4) Keterampilan motorik
Dulu, ketika SMP seringkali mendapat mata pelajaran keterampilan. Biasanya menyulam, dengan mendapat pelatihan seperti itu, lama-lama saya jadi terbiasa menyulam.
(5) Sikap
Ketika banyak tugas, dan banyak masalah. Saya kerap kali mengabaikan tugas kuliah saya. Dan lebih memilih untuk berlibur bersama teman-teman. Sehingga tugas saya sering terabaikan.

   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *