kutu kepala

Kutu Kepala (Pediculosis Capitis)

Pediculosis capitis atau yang disebut dengan kutu kepala/ head lice adalah serangga kecil yang menghisap darah dari kulit kepala manusia. Penyakit ini biasanya sering ditemukan pada anak-anak. Pediculosis capitis bisa menular melalui perpindahan langsung serangga dari satu  rambut ke rambut yang lain.

Memiliki kutu kepala bukanlah tanda seseorang itu memiliki higienitas yang buruk atau memiliki lingkungan tempat tinggal yang kotor. Kutu kepala tidak membawa bakteri atau virus. Obat-obatan dengan resep ataupun tanpa resep bisa membantu mengobati pedikulasi scapitis ikutilah instruksi pengobatan dari dokter dengan berhati-hati.

Orang-orang juga biasanya mengobati keluhan dengan  bahan-bahan alami atau remedi yang mudah ditemukan di rumah untuk membasmi kutu kepala. Tetapi sampai sekarang belum ada penelitian yang membuktikan bahwa cara-cara alami tersebut efektif.

Penyebab Kutu Kepala (Pediculosis Capitis)

Anda bisa terkena pediculosis capitis melalui kontak kepala secara secara langsung dengan orang yang sudah terinfeksi pediculosis capitis, ini adalah penyebab yang paling sering. Kontak kepala secara langsung atau head to head contact biasanya terjadi saat aktivitas di sekolah, di rumah dan di beberapa tempat ( aktivitas olahraga, playground , kegiatan berkemah, dsb). 

Walaupun jarang tetapi kutu kepala bisa tersebar jika Anda sering berbagi pakaian atau barang-barang pribadi dengan orang lain. Contohnya ialah:

–  Berbagi pakaian ( topi, kerudung, jaket, seragam olahraga, dll ) 

–  Berbagi barang yang berkaitan dengan rambut atau kulit kepala ( pita rambut, jepit rambut , sisir , handuk, dll )

– Berbaring di atas tempat tidur,  sofa, bantal, atau karpet yang telah memiliki kontak dengan orang yang terinfeksi. 

 

FAKTOR RISIKO

Kutu kepala hampir bisa didapatkan di seluruh dunia. Kutu kepala paling sering terjadi pada anak-anak usia prasekolah yang di taruh di penitipan anak, anak- anak sekolah dasar, anak-anak di asrama dan anggota rumah tangga dari anak yang terinfeksi.

Sampai sekarang diperkirakan di sekitar 6 juta sampai 12 juta kejadian pediculosis kapitis terjadi di Amerika serikat pada anak usia 3 sampai 11 tahun. 

Kutu kepala bergerak dengan merangkak . mereka tidak bisa melompat atau terbang. Kutu menyebar melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi atau dengan penggunaan barang yang bersama-sama.  

GEJALA KUTU KEPALA

Beberapa gejala yang sering ditemukan pada pediculosis capitis antara lain

  1. Gatal

Gatal merupakan gejala yang sering ditemukan terutama pada kulit kepala leher dan juga telinga. Gatal terjadi akibat reaksi alergi dari gigitan dari kutu tersebut. Jika anda memiliki kutu kepala pertama kali, biasanya anda akan mengalami gejala gatal di Minggu ke-4 ataupun Minggu ke-6.

  1. Ditemukannya kutu di kulit kepala. 

Kemungkinan untuk terlihatnya kutu di area kepala sangat sulit dikarenakan mereka kecil dan mereka menghindari cahaya serta gerakannya cepat.

  1. Adanya telur kutu di beberapa helai rambut.  

Telur di helai-helai rambut kemungkinan juga sangat sulit untuk dilihat karena mereka sangat tipis dan kecil.  Biasanya telur kutu ini mudah ditemukan di area sekitar telinga dan sekitar leher. Telur yang kosong akan lebih mudah ditemukan karena mereka memiliki warna yang lebih cerah dan juga sering terjatuh dari kulit kepala. 

  1. Adanya luka di kulit kepala, bahu dan juga leher.

Hal ini disebabkan oleh kebiasaan menggaruk yang dapat menyebabkan suatu benjolan kecil berwarna merah dan bisa beresiko terkena infeksi bakteri. 

Baca Juga:  Menata Kembali Ideologi Pergerakan Mahasiswa

 

DIAGNOSIS KUTU KEPALA

Dokter akan mendiagnosis pediculosis capitis berdasarkan temuan dari nimfa yang hidup ataupun kutu dewasa yang ditemukan di kulit kepala dan  rambut anda. 

Dikarenakan nimfa ataupun kutu dewasa sangat kecil, cepat bergerak, menghindari cahaya, mereka sangat sulit ditemukan. 

Penggunaan lensa pembesar dan sisir dengan gigi-gigi yang rapat akan membantu dalam menemukan kutu kepala. 

Jika kutu kepala tidak ditemukan  penemuan telur sekitar 1/4 inci dari dasar rambut juga bisa menegakkan diagnosa. Namun, jika hanya ditemukan telur saja tanpa ada kutu dewasa atau nimfa yang hidup maka Anda tidak perlu menjalani pengobatan. Mengapa? 

Telur kutu yang menempel lebih dari 1/4 inci dari dasar rambut sering ditemukan sudah kosong atau menetas. Terkadang telur kutu sering sulit dibedakan antara ketombe, atau partikel partikel lain. 

Jika Anda masih belum yakin apakah anda memiliki kutu kepala maka sarankan untuk mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk diagnosis yang lebih tepat dan akurat.  

TATA LAKSANA

  1. Obat obatan

Obat yang tersedia untuk tata laksana pedikulasi statistik terdiri dari dua macam obat yang bisa dibeli secara bebas/ tanpa resep (OTC : Over The Counter) ataupun obat-obatan yang harus melalui resep

Beberapa obat-obatan yang bisa dibeli secara bebas antara lain

1.Permethrin (Nix)

Permetrin merupakan suatu zat kimia yang diekstrak dari bunga chrysanthemum dan memiliki sifat toxic / beracun bagi kutu. 

Sebelum menggunakan permethrin jangan lupa mencuci rambut Anda dengan shampo.  Lalu gunakan permethrin dan diamkan dengan waktu yang dianjuran yang tertera pada kemasan produk.  Selanjutnya bilas rambut Anda atau anak Anda dengan menggunakan air hangat.

Permethrin tidak bisa membunuh telur kutu, dan pengobatan perlu diulang 9 sampai 10 hari setelah pemakaian pertama. Efek samping dari permethrin biasanya kemerahan dan rasa gatal di kulit kepala. 

Baca Juga:  FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN VITAL EXHAUSTION PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER

 

  1. Ivermectin (Sklice)

Ivermectin juga merupakan zat yang beracun bagi kutu. Ivermectin dalam sediaan lotion bisa digunakan pada orang dewasa maupun anak-anak di bawah 6 bulan. Cara pemakaiannya ialah gunakan di rambut Anda dalam keadaan kering, kemudian dibilas dengan air setelah 10 menit.

Namun, tidak semua kutu kepala dapat diobati dengan permethrin ataupun ivermectin dikarenakan penggunaannya yang tidak tepat, atau waktu yang kurang maksimal dan efektif. 

Jika Anda tidak mengalami perubahan setelah menggunakan obat yang dijual bebas. Maka Anda dapat mempertimbangkan untuk menggunakan obat-obatan yang harus diresepkan oleh dokter Anda. 

2. Sisir Kutu Kepala

Sisir yang dirancang untuk kutu kepala juga membantu untuk tata laksana pediculosis kapitis. Menurut penelitian sisi sisir yang terbuat dari bahan besi efektif daripada sisir yang terbuat dari bahan plastik. 

3. Produk Herbal  “Alami”

Hati-hati dengan penggunaan produk-produk herbal yang mengklaim dapat membunuh kutu seperti minyak kelapa, minyak anise, minyak ylang-ylang dan lain-lain. Kegunaan beberapa produk herbal tersebut bisa menjangkitkan resiko  alergi dan keamanan serta efisiensinya masih belum terbukti. 

Kutu kepala biasanya tidak bisa hidup walaupun satu atau dua hari saja jika tidak mendapat makanan dari kulit kepala manusia.  Dan telurnya akan mati jika tidak berada di temperatur atau suhu pada kulit kepala.  Karena itu kutu kepala biasanya tidak bertahan lama jika menempel di barang-barang yang ada di rumah. 

Untuk kehati-hatian,  Anda harus membersihkan barang-barang yang digunakan oleh orang yang terinfeksi maksimal 2 hari sebelumnya. Cara membersihkan yang dianjurkan ialah :

  1. Mencuci barang-barang tersebut di air panas. Cucilah kasur, boneka dan pakaian yang telah digunakan pada air sabun yang suhunya sekitar 54 derajat Celcius. Lalu jemur di siang hari dibawah sinar matahari. 
  2. Bersihkan barang-barang atau aksesoris yang berkaitan dengan rambut, seperti sisir, jepit rambut, dsb. Anda dapat merendamnya dengan air panas yang telah diberi sabun  sekitar 5-10 menit. 
  3. Untuk barang-barang yang tidak bisa dicuci,  Anda dapat membungkusnya dengan plastik selama 2 minggu. 
  4. Vakum di area sekitar rumah anda dengan baik untuk mencegah kutu yang menempel. 

KOMPLIKASI

Komplikasi jarang ditemukan. Namun  dapat muncul pada beberapa orang, seperti 

  1. Pengaruh di kehidupan sosial 
  2. Kerusakan di area kulit kepala yang bisa memicu infeksi bakteri seperti impetigo ataupu
  3. Demam yang berulang
  4. Anemia Defisiensi besi
Baca Juga:  Pengertian Nyeri

Dsb.

PENCEGAHAN KUTU KEPALA

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah dan mengendalikan penyebaran kutu rambut:

  1. Hindari kontak kepala-ke-kepala (rambut-ke-rambut) selama bermain dan kegiatan lain di rumah, sekolah, dan di tempat lain (kegiatan olahraga, taman bermain, pesta tidur, kemah).
  2. Jangan berbagi pakaian seperti topi, syal, mantel, seragam olahraga, pita rambut, atau jepit rambut.
  3. Jangan berbagi sisir, sikat, atau handuk. Bersihkan sisir dan sikat yang digunakan oleh orang yang terinfeksi dengan merendamnya dalam air panas (setidaknya 57 derajat Celcius )  selama 5-10 menit.
  4. Jangan berbaring di tempat tidur, sofa, bantal, karpet, atau boneka yang baru saja melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi.
  5. Cuci dengan mesin dan keringkan pakaian, seprei, dan barang-barang lain yang dipakai atau digunakan oleh orang yang terinfeksi selama 2 hari sebelum perawatan menggunakan siklus cucian air panas (130 ° F) dan pengeringan panas tinggi
  6. Pakaian dan barang-barang yang tidak dapat dicuci dapat dicuci kering atau disegel dalam kantong plastik dan disimpan selama 2 minggu
  7. Vakum lantai dan furnitur, terutama di tempat orang yang terinfeksi duduk atau berbaring. 
  8. Jangan gunakan semprotan atau spray anti serangga. Karena tidak diperlukan untuk mengendalikan kutu rambut dan dapat menjadi racun jika terhirup atau diserap melalui kulit

KAPAN HARUS KE DOKTER?

Temuilah segera fasilitas kesehatan setempat jika Anda menduga bahwa Anda atau anak Anda memiliki kutu kepala. Penelitian menunjukkan bahwa banyak anak-anak yang dirawat akibat keluhannya bertambah parah dikarenakan selama ini berobat dengan obat-obatan tanpa resep ataupun dengan pengobatan-pengobatan alami di rumah. 

Terkadang beberapa hal bisa di salah artikan sebagai kutu ataupun telur kutu , misalnya  : ketombe,  residu dari produk rambut yang tersisa,  manik-manik,  jaringan rambut mati pada batang rambut, keropeng kotoran, atau serangga kecil lainnya yang ditemukan di rambut.

 

Referensi

  • Head lice – Mayo Clinic. (2020). Retrieved 27 May 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/head-lice/symptoms-causes/syc-20356180
  • Prevention and Control Head Lice – CDC Retrieved 27 May 2022, from  https://www.cdc.gov/parasites/lice/head/prevent.html
  • Pediculosis Powers J, Badri T. StatPearls [Internet]. StatPearls Publishing; Treasure Island (FL): Jul 21, 2021.   Retrieved 27 May 2022, from 

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470343/

  • Pediculosis Capitis – Science Direct (2020) Retrieved 27 May 2022, from  https://www.sciencedirect.com/topics/pharmacology-toxicology-and-pharmaceutical-science/pediculosis-capitis
  • FAQs CDC- Head Lices , 2020 Retrieved 27 May 2022, from  https://www.cdc.gov/parasites/lice/head/gen_info/faqs.html#found

 

Ditulis Oleh:

dr. Cut Afra Nadia