HABITAT DAN KEPADATAN LILI LAUT

Lili laut membutuhkan air laut dengan salinitasa agak tinggi dengan toleransi pada air laut normal sampai sedikit salinitas (28%0 sampai 36%o). boleh dikatakan biota tersebut tidak ada di perairan mangrove dan estuaria. Lili laut dapat hidup di dasar periran laut lepas, terutama yang bersubstrat keras dan berarus relative kuat. Tetapi terumbu karang merupakan habitat yang paling umum untuk kelompok lili laut ini. Pada ekosisitem. terumbu karang lili laut biasanya menempati daerah tubir dan lereng terumbu. Persyaratan adanya arus local yang relative kuat perairan yang jernih, oksigen yang cukup dan terlindung dari hempasan ombak yang menyebabkan lili laut disebut juga sebagai biota yang sebarannya sangat ditentukan oleh kualitas habitat. Selain itu lili laut juga di laporkan mempunyai respon negative terhadap cahaya yang kuat. Factor lingkungan ini biasanya dipandang sebagai factor pembatas yang amat penting dalam sebarannya.
Kaki cengkram atau cirrus dapat sangat panjang (5cm-10cm). pada jenis yang teradaptasi di lumpur, atau berukuran sedang (1cm-4cm) untuk jenis yang hidup di terumbu karang.
Namun untuk jenis-jenis tertentu yang hidup berlindung di dalam koloni karang batu kaki cengkram ini bisa sangat tereduksi atau hilang sama sekali. Kaki cengkram ini biasanya berjumlah 5-30.
Di kepulauan Lizzard (Great Barrrier Reef). Kepadatan lili laut mencapai 18 ekor per meter persegi (VAIL 1987). Sedangkan BIRKELAND 1989) melaporkan bahwa dalam satu koloni Gorgonian pernah dijumpai sampai 14 ekor lili laut. Selanjutnya (FISHELSON 1968), melaporkan bahwa lili laut jenis Lamprometra klunzingeria yang hidup di daerah terumbu karang di eilat, laut merah, dapat mencapai kepadatan 70 ekor per meter persegi.
Hadir atau absennya lili laut di suatu ekosistem terumbu karang tidak memberikan dampak yang berarti, tetapi secara langsung dapat mempengaruhi populasi plankton di terumbu karang tersebut dan secara tidak langsung dapat pula mempengaruhi populasi ikan karang dan biota bentik di terumbu karang tersebut (BIRKELAND 1989)


Share this post