Dampak Bullying Terhadap Kesehatan Mental Remaja

Dampak Bullying Terhadap Kesehatan Mental Remaja

Dampak Bullying Terhadap Kesehatan Mental Remaja

Abstrak

Tindakan bullying merupakan penggunaan kekrasan, ancaman, maupun paksaan untuk mengintimidasi seseorang. Bullying ada bebrapa jenis yaitu bullying secara verbal, fisik, maupun secara sosial. Bullying sudah sering terjadi di kalangan remaja. Perilaku bullying di kalangan remaja yang kerap terjadi seperti mengancam, mengejek, menghina hingga melakukan kekerasan. Perilaku bullying sering terjadi pada umur remaja karena masa-masa itu remaja sedang mengalami perkembangan emosional dan fisik dari masa anak-anak menuju dewasa. Dampak dari bullying yaitu dapat menggangu kesehatan mental remaja. Mereka yang menjadi korban bullying akan tidak percaya diri, stress, dan rendah diri.

Kata kunci: Bullying, perilaku bullying, remaja, dampak, kesehatan mental remaja.

 

Abstract

Bullying is the use of violence, threats or coercion to intimidate someone. There are several types of bullying, namely bullying verbally, physically, and socially. Bullying is common among teenagers. Bullying behavior among adolescents that often occurs is threatening, ridiculing, insulting and committing violence. Bullying behavior often occurs in adolescence because at that time adolescents are experiencing emotional and physical development from childhood to adulthood. The impact of bullying is that it can interfere with the mental health of adolescents. Those who are victims of bullying will feel insecure, stressed, and low self-esteem.

Keywords: Bullying, bullying behavior, adolescents, impact, adolescent mental health.

 

PENDAHULUAN

Kata bullying berasal dari bahasa Inggris, yaitu bully diartikan dalam bahasa Indonesia yaitu mengganggu.

Bullying adalah bentuk penindasan yang dilakukan dengan sengaja oleh kelompok orang yang merasa lebih berkuasa, yaitu dengan cara menyakiti dan dilakukan berulang-ulang.

Tindakan bully sebaiknya mendapat perhatian yang khusus oleh para pendidik. Karena, dampak yang ditimbulkan oleh bullying jika dibiarkan akan berakibat fatal. Dampak bullying secara umum yaitu korban akan mengalami tekanan kesehatan mental.

Baca Juga:  Recovery of ant species diversity on the Krakatau Islands, Indonesia Seiki Yamane

 

PEMBAHASAN

Penyebab Terjadinya Bullying

  1. Faktor Keluarga

Kehidupan keluarga yang tidak harmonis bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya  bullying. Kedua orang tua sering melakukan tindakan yang tidak baik juga bisa menjadi penyebab anak melakukan bullying.

  1. Tradisi Senioritas

Di sekolah sering terjadi senioritas, tradisi ini menyebabkan korban merasa terintimidasi kerana mendapat kekerasan.

  1. Penampilan Fisik

Seseorang yang memiliki penampilan fisik beda dari orang lain, bisa menjadi target bullying. Para pelaku bullying akan mengejek, mengintimidasi, hingga mengancam penampilan anak tersebut.

 

Faktor – Faktor Terjadinya Bullying

  1. Faktor Individu

Ada dua kelompok individu yang secara langsung terlibat di tindakan bullying, yaitu korban bullying dan pelaku bullying. Keduanya merupakan faktor yang mempengaruhi perilaku bullying.

  1. Faktor Keluarga

Anak yang kurang kasih sayang, mendapat asuhan yang tidak baik, dan kurangnya untuk diajarkan hal positif juga bisa menjadi pembully.

  1. Faktor Sekolah

Lingkungan sekolah dapat mempengaruhi aktivitas siswa di sekolah. Dihargai adalah dasar untuk mencapai akademik di sekolah. Tetapi jika hal tersebut tidak terpenuhi, siswa dapat mengontrol lingkungan maka akan melakukan perilaku anti sosial seperti membully orang di sekitarnya.

 

Pengaruh Bullying Terhadap Kesehatan Mental Anak Remaja

  1. Depresi dan Kecemasan

Remaja yang menjadi korban bullying akan merasa tertekan hingga berakibat gejala psikosomatis akibat cemas.

  1. Gangguan Tidur

Tindakan bullying juga menjadi pengaruh pola tidur remaja tidak teratur. Mereka akan kesulitan tidur dan akan sering terbangun di tengah malam disebabkan mimpi buruk.

  1. Muncul Perasaan Rendah Diri

Pengaruh bullying bagi kesehatan mental yaitu akan menjadi rendah diri dan merasa dirinya tidak berharga.

  1. Memiliki keinginan Bunuh Diri

Remaja yang mengalami perilaku bullying bisa mengalami depresi yang terus-menerus sampai berkeinginan untuk mengakhiri hidup.

Baca Juga:  Makalah Psikologi Klinis : Psychodinamic Psychoterapy

Tindak bullying dapat menyebabkan depresi pada korban bullying. Korban bullying lebih rentan terhadap stress dan depresi. Pada beberapa kasus bullying, korban terpengaruh untuk melakukan pembunuhan maupun melakukan tindak bunuh diri.

 

Upaya Mengatasi Tindakan Bullying

  1. Sosialisasi tentang Bullying

Dengan adanya sosialisasi kesehatan tentang apa bahayanya perilaku bullying dapat menjadi salah satu pencegahan..Memberikan sosialisai pendidikan kesehatan mencegahan tindakan bullying diharapkan juga dapat menghindari perilaku bullying para remaja. Bentuk-bentuk sosialisai dapat dilakukan dengan cara seperti menempelkan poster-poster anti bullying, menyelipkan peaan anti bullying dalam pembelajaran.

  1. Membuat Peraturan Tegas tentang Bullying

Mengatasi orang yang melakukan perilaku bullying juga harus dilakukan sebagai bentuk langkah menghentikan tindakan bullying. Selain korban, perlaku juga harus diberikan treatment supaya tidak terulang terus.

  1. Komunikasi dalam Keluarga

Peran kedua orang tua untuk mencegah tindakan bullying sangatlah penting. Karena, sebagian besar faktor yang menyebabkan terjadinya perilaku bullying dalam komunikasi keluarga yaitu bagaimana cara asuh yang tidak tepat.

  1. Memberikan Contoh yang Baik

Bullying pada anak remaja sering terjadi karena mencontoh orang-orang yang ada di sekitarnya. Sebagai orang tua, maka orang tua harus sangat berhati-hati dalam bertutur kata ataupun bertindak. Jangan sampai suka memberikan hukuman verbal yang tanpa disadari. Hal ini akan dicontoh oleh anak-anaknya.

  1. Memberikan Dukungan Kepada Korban

Salah satu solusi dari bullying yang dapat dilakukan yaitu memberi dukungan kepada korban. Korban bullying biasanya merasakan kecemasan dan ketakutan ketika berada di lingkungan yang mana ia mengalami bullying. Maka dari  itu, tunjukkan bahwa orang-orang di sekitarnya peduli akan dapat membantu korban merasa aman kembali.

  1. Meningkatkan Harga Diri Anak

Orang-orang di sekitarnya bisa meningkatkan harga diri anak sehingga ia dapat merasa dirinya berharga, untuk mencegah perilaku bullying.

Baca Juga:  Isolation of soil Actinomycetes from grand forest park of Pocut Merah Intan as potential producers of antimicrobial compounds

 

KESIMPULAN

Tindakan bullying merupakan penggunaan kekrasan, ancaman, maupun paksaan untuk mengintimidasi seseorang. Bullying ada bebrapa jenis yaitu bullying secara verbal, fisik, maupun secara sosial.

Dampak perilaku bullying terhadap kesehatan mental remaja yaitu depresi dan kecemasan yang berlarut-larut, tidak bisa bersosialisasi, munsul perasaan rendah diri, memiliki keinginan bunuh diri. Perilaku bullying bisa menyebabkan kecemasan sampai depresi pada korban bullying. Depresi yang disebabkan oleh tindak bullying dapat menyebabkan perilaku bunuh diri pada korban.

 

DAFTAR PUSTAKA

  • Kevin. (2022). Pengaruh Bullying Terhadap Kesehatan Mental Remaja. Jakarta Barat : Tania Kids Center.
  • Dwi Latifatul Fajri. (2022). Memahami Bullying, Penyebab, dan Cara Mengatasinya. Katadata.co.id.
  • Fadil Adzani. (2022). 13 Faktor Penyebab Bullying yang Tidak Boleh Diremehkan. Sehatq.
  • Nita Oktifa. (2022). Cara Mengatasi Bullying dan Tips untuk Mencegahnya. Jakarta Barat. Akupintar.id.
  • Lifestyle. (2022). Apa Itu Bullying dan Cara Mengatasinya. CNBC Indonesia.

Penulis:

Pradinda Windy Eka Bintang