ILMU KIMIA

BIOMOLEKUL SEBAGAI DASAR BIOTEKNOLOGI

Bioteknologi mencakup berbagai aktifitas dengan cara memanfaatkan kemampuan dasar dari organisme hidup. Seperti diketahui sel merupakan unit dasar organisme biologis. Organisme sel banyak tersusun oleh berbagai kelompok sel yang masing-masing mempunyai peranan dan tugas tertentu, dan masing-masing kelompok tersebut akan menyokong fungsi keseluruhan untuk hidupnya. Dalam hal lain pada mikroba terdiri dari satu sel, maka masing-masing sel merupakan satu kesatuan …

Read More »

SEJARAH PERKEMBANGAN BIOTEKNOLOGI

 Sejarah perkembangan bioteknologi dimulai sejak digunakannya mikroorganisme untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi manusia. Sejak 6000 SM orang Samaria dan Babilonia sedah meminum bir, berarti bahwa telah ditemukan proses produksi minuman beralkohol dengan cara fermentasi. Orang mesir telah membuat roti sejak 4000 SM, pembuatan beberapa makanan lain baik di Eropa maupun di Asia seperti keju, yoghurt, kecap, tempe, pewarna makanan …

Read More »

RUANG LINGKUP BIOTEKNOLOGI

Ruang lingkup bioteknologi sangat luas, namun demikian tujuan pertama dari perkembangaan ilmu ini adalah manfaat ekonominya. Sedangkan bila dilihat dari cakupan dan aplikasi ilmu ini sekarang maka terdapat berbagai definisi yang harus dikemukakan. Namun demikian dengan membatasi pada tujuan pertamanya maka bioteknologi sering didefinisikan sebagai suatu teknologi yang menggunakan dan memanfaatkan organisme biologis (hayati), baik sistem maupun proses, untuk menghasilkan …

Read More »

PENGERTIAN BIOTEKNOLOGI

Bioteknologi merupakan salah satu bidang IPTEK yang menjadi pusat perhatian para ilmuan, industriawan, pebisnis, politikus maupun negara, terutama yang berkaitan dengan kebijakan pengembangannya. Menurut Sunarlim dan Sutrisno (2003) Bioteknologi merupakan cabang ilmu yang relatif baru dibanding disiplin ilmu lainnya yang sudah lama berkembang. Meskipun demikian, penelitian bioteknologi berkembang pesat terutama setelah ditemukannya teknik dan peralatan modern seperti polymerase chain reaction, …

Read More »

BEBERAPA PARAMETER KUALITAS AIR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELANGSUNGAN HIDUP KIMA

Suhu dan salinitas merupakan parameter-parameter laut yang sangat penting. Dua parameter ini sangat menentukan sifat perairan, apakah perairan tersebut stabil atau tidak stabil (Rahardjo dan Sanusi, 1982). Selanjutnya Nybakken (1992) menambahkan bahwa gerakan ombak, pasang surut dan adanya substrat yang berbeda-beda merupakan faktor-faktor lingkungan yang sangat mempengaruhi keberadaan organisme di zona intertidal. Suhu Suhu adalah salah satu faktor yang sangat …

Read More »

FAKTOR FISIKA DAN KIMIA ESTUARIA

Estuaria memiliki produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan habitat air tawar dan air asin. Namun berbagai faktor fisik dan kimia yang terdapat di wilayah estuaria sangat bervariasi, sehingga menciptakan suatu lingkungan yang tekanannya sangat besar bagi organisme yang hidup di dalamnya (Nybakken, 1992). Salinitas             Gambaran paling dominan dari lingkungan estuaria adalah fluktuasi salinitas (Nybakken, 1992). Nontji (2005), Menyatakan bahwa …

Read More »

HALIMEDA SP

Halimeda adalah tumbuhan laut yang memiliki hijau daun dan merupakan salah satu jenis dari golongan alga hijau. Halimeda memiliki kemampuan untuk menghasilkan zat bioktif untuk antifouling. Zat aktif yang dihasilkan untuk biofouling tersebut dikenal sebagai halimedatrial dan halimeda tetra asetat. Halimedatrial adalah diterpenoid yang belum pernah terjadi trialdehyde,  dikenal sebagai metabolite sekunder yang utama dalam enam jenis ganggang yang mengandung …

Read More »

BEBERAPA PARAMETER KUALITAS FISIKA DAN KIMIA AIR DALAM PERMASALAHAN KUALITAS AIR

1. Parameter Fisika   a. Daya Hantar Listrik (DHL)             Menurut Mc Neely et al, (1979) dalam Wardhani (2002), Daya Hantar Listrik (DHL) menunjukkan kemampuan air untuk menghantarkan aliran listrik. Konduktivitas air tergantung dari konsentrasi ion dan suhu air, oleh karena itu kenaikan padatan terlarut akan mempengaruhi kenaikan DHL.             DHL adalah bilangan yang menyatakan kemampuan larutan cair untuk menghantarkan …

Read More »

PENILAIAN STATUS HIDRASI TUBUH (ASSESSMENT FLUID STATUS)

Hal penting yang harus diketahuii sebelum melakukan tindakan pemberian cairan parenteral adalah mengetahui secara pasti status hidrasi penderita. Status hidrasi dapat diduga secara empiris melalui anamnesa terarah dan pemeriksaan fisik secara teliti. Pemilihan dan pemberian pertama cairan parenteral dapat secara empiris, yang kemudian disesuaikan dengan hasil pemeriksaan elektrolit atau hasil laboratorium lainnya yang mengarahkan kepada pemilihan akurat jenis cairan.Terapi cairan …

Read More »

PENYELIDIKAN GEOKIMIA PANAS BUMI DAERAH JABOI KOTA SABANG, NANGROE ACEH DARUSSALAM

Oleh: Dedi Kusnadi, Supeno, dan Edi Purwoto SUBDIT PANAS BUMI Penyelidikan geokimia panas bumi di daerah Jaboi. merupakan salah satu metode penyelidikan terpadu termasuk wilayah Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Luas daerah Penyelidikan (11 x 10) km2, koordinat UTM 749.976-760488 m Timur dan 638398-648060 m Utara. Manifestasi panas bumi terdiri dari fumarol Jaboi temperatur 98.4-99.5 oC, air …

Read More »