ILMU KELAUTAN

TUGAS OSEANOGRAFI PERIKANAN : PENGARUH SUHU DAN SALINITAS TERHADAP ORGANISME IKAN

TUGAS OSEANOGRAFI PERIKANAN :  PENGARUH SUHU DAN SALINITAS TERHADAP ORGANISME IKAN . Pengaruh Suhu Terhadap Ikan Suhu adalah suatu besaran yang menyatakan ukuran derajat panas atau dinginnya suatu benda. Suhu merupakan salah satu faktor yang penting dalam mengatur proses kehidupan dan penyebaran organisme. Nybakken (1988), sebagian besar biota laut bersifat poikilometrik (suhu tubuh dipengaruhi lingkungan) sehingga suhu merupakan salah satu …

Read More »

Pengertian dan Hubungan Heat Flux | Bulk SST | Flux Suhu Permukaan Laut ( SST )

Heat Flux merupakan proses dimana bertambahnya debet atau jumlah panas yang berada pada daerah equatorial melalui perpindahan suhu yang bersifat konstan berdasarkan satuan waktu. Lapisan permukaan hanyalah lapisan molekul yang berhubungan antara laut dan suasana yang bergolak. Perbedaan suhu antara permukaan dan suhu bulk secara langsung berhubungan dengan kecepatan angin dan udara heat flux laut. Pemahaman ini dan pergeseran ke …

Read More »

Deskripsi Bivalvia

Menurut Suwignyo (1989) yang termasuk kedalam bivalvia (pelecypoda) adalah jenis kerang, remis dan kijing. Terdapat di laut dan di air tawar. Beberapa hidup di daerah pasang surut, kebanyakan di daerah litoral, meskipun ada yang terdapat pada kedalaman 5000 m. Lingkungan hidupnya ialah dasar yang berlumpur atau berpasir, beberapa pada substrat yang lebih keras seperti lempung, batu atau kayu. Menurut Russel-Hunter …

Read More »

HARMFULL ALGAl BLOOM (HAB)

HARMFULL ALGAl BLOOM (HAB) Dalam lingkungan laut, terdapat organisme bersel tunggal, mikroskopis, seperti tanaman, secara alamiah terdapat di lapisan permukaan yang terang dari setiap badan air. Organisme ini, disebut sebagai fitoplankton atau mikroalgayang membentuk dasar dari jaring makanan di mana hampir semua organisme laut lainnya tergantung padanya. Dari 5000 spesies fitoplankton yang ada di seluruh lautdi dunia, hanya sekitar 2% …

Read More »

Pengertian terumbu karang buatan

Pengertian terumbu karang buatan adalah bentuk bangunan atau benda yang di turunkan kedasar perairan sehingga menyerupai atau berfungsi layaknya habitat ikan. Banyak bentuk konstruksi dan jenis material yang diaplikasikan pada terumbu buatan, dari balok kayu biasa, papan, besi concret semen, besi dan kapal, bus bekas dan bahkan ban bekas. ·         Fragmentasi/Transplantasi Terumbu Karang. Menurut mawardi (2002), fragmentasi/taransplantasi terumbu karang diharapkan …

Read More »

Penyebab Kerusakan Terumbu Karang

Menurut Dahuri et.al. (1996) secara umum kerusakan terumbu karang dapat disebabkan oleh dua hal yaitu (1) aktifitas manusia, dan (2) Faktor Alami. 1). Kerusakan ekosistem terumbu karang yang diakibatkan aktifitas manusia adalah: Siltasi dan sedimentasi yang diakibatkan pengerukan, reklamasi, erosi dari sungai dan kegiatan pembangunan konstruksi. Penurunan kualitas air akibat perubahan salinitas dan suhu, pencemaran seperti tumpahan minyak, limbah industri …

Read More »

Faktor-Faktor Pembatas Hidup Terumbu Karang.

Pertumbuhan terumbu karang dibatasi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah suhu, salinitas, cahaya, arus dan substrat. Suhu Sacara geografis, suhu membatasi sebaran karang. Suhu optimum untuk terumbu adalah 250 C – 300 C (Soekarno et al, 1983). Suhu mempengaruhi tingkah laku makan karang. Kebanyakan karang akan kehilangan kemampuan untuk menangkap makanan pada suhu diatas 33,50 C dan dibawah 160 C (Mayor, …

Read More »

Fungsi Terumbu Karang

Ekosistem terumbu karang mempunyai nilai penting bukan hanya dari sisi biologi, kimia dan fungsi fisik saja namun juga dari sisi sosial dan ekonomi. Fungsi biologis terumbu karang, adalah sebagai tempat bersarang, mencari makan, memijah dan tempat pembesaran bagi berbagai biota laut. Fungsi kimia terumbu adalah sebagai pendaur ulang unsur hara yang paling efektif dan efisien. Terumbu karang juga potensial sebagai …

Read More »

Reproduksi Karang

Reproduksi hewan karang dapat terjadi secara seksual maupun aseksual. Proses reproduksi seksual dimulai dengan pembentukan klon gamet sampai terbentuknya gamet masak, proses ini disebut sebagai gametogenesis. Gamet yang masak kemudian akan dilepaskan dalam bentuk planula. Planula yang telah lepas akan berenang bebas dalam perairan. Dan bila mendapati tempat yang cocok, ia akan menetap di dasar/substrat dan berkembang menjadi koloni baru. …

Read More »

Biologi Karang

Menurut Suharsono (1996) karang termasuk binatang yang mempunyai sengat atau lebih dikenal sebagai cnida (cnida=jelata) yang dapat menghasilkan kerangka kapur didalam jaringan tubuhnya. Karang hidup berkoloni atau sendiri, tetapi hampir semua karang hermatipik hidup berkoloni dengan berbagai individu hewan karang atau polip (Nybakken, 1992). Terbentuknya terumbu karang merupakan proses yang lama dan kompleks. Proses diawali dengan terbentuknya endapan masif kalsium …

Read More »