Dalam rangka memenuhi kebutuhan sumber daya manusia dalam pengembangan sumber energi, termasuk energi baru terbarukan, Pertamina Foundation, suatu badan sosial yang terafiliasi dengan PT Pertamina (Persero), telah meluncurkan Universitas Pertamina.




Universitas Pertamina akan menerima mahasiswa baru pada tahun ajaran 2016/2017 atau pada Juli mendatang. Rencananya Universitas Pertamina akan memiliki enam fakultas dengan 15 program studi.

Ke-15 program studi tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Teknik Geofisika
  2. Teknik Geologi
  3. Teknik Perminyakan
  4. Teknik Mesin
  5. Teknik Elektro
  6. Teknik Kimia
  7. Teknik Logistik
  8. Teknik Sipil
  9. Teknik lingkungan
  10. Studi Ilmu Komputer
  11. Ilmu Kimia
  12. Ilmu Komunikasi
  13. Hubungan Internasional
  14. Ekonomi
  15. Manajemen

Peresmian Universitas Pertamina di Jakarta, Kamis (11/2/2016), dihadiri antara lain Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhamad Nasir, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian Badan Usaha Milik Negara Edwin Hidayat Abdullah, Rektor Universitas Pertamina Akhmaloka, dan Direktur Eksekutif Pertamina Foundation Umar Fahmi. Universitas Pertamina berlokasi di Pertamina Corporate University Simprug, Jakarta Selatan.

Dwi mengatakan, dukungan Pertamina agar didirikan Universitas Pertamina untuk ikut serta dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan untuk kemajuan bangsa dalam menghadapi persaingan di kawasan ASEAN dan Internasional. Kebutuhan akan sumberdaya manusia yang unggul, terutama di bidang energi, serta riset untuk energi harus segera disiapkan Indonesia.

Nasir menyambut baik pendirian Universitas Pertamina, yang utamanya untuk memenuhi kebutuhan ahli teknik. “Saya mendorong agar pendirian program studi teknik bisa bertambah. Sebab, pembangunan ini butuh dukungan tenaga kerja yang terampil di bidang teknik, perminyakan, dan energi,” tutur Nasir.

Umar mengatakan, pendirian Universitas Pertamina sejalan dengan kemajuan industri, globalisasi, dan pertumbuhan ekonomi dunia yang menuntut peningkatan kebutuhan akan SDM yang berkualitas berupa tenaga kerja yang tangguh dan mampu bersaing di bidang pengelolaan energi. Pertamina Foundation ditunjuk sebagai pengelola Universitas Pertamina sesuai aturan yang berlaku untuk pengelolaan perguruan tinggi nonperguruan tinggi negeri (PTN).

Pertamina Foundation berencana menyiapkan pengembangan Universitas Pertamina menjadi universitas kelas dunia. “Kami akan melakukannya secara bertahap, mulai dari tingkat nasional hingga kelas dunia. Universitas Pertamina ke depan harus dapat menjadi kampus yang internationally recognized dengan bertumpu pada budaya riset-riset yang implementatif di bidangnya,” kata Umar.

Universitas Pertamina menempati lahan seluas 6,5 hektar. Fasilitas pendidikan menempati dua gedung, masing-masing sembilan lantai dan empat lantai. Pertamina Foundation memperkirakan setiap program studi sarjana minimal 60 mahasiswa sehingga tiap tahun ajaran sedikitnya menerima 900 mahasiswa baru.

Menurut Umar, kapasitas dan pengalaman Pertamina sebagai perusahaan energi terbesar di Indonesia menjadi keunggulan tersendiri bagi setiap program studi yang diselenggarakan oleh Universitas Pertamina. Mahasiswa tidak hanya akan mendapatkan fondasi akademik yang kuat di setiap bidang studi, tetapi juga akan mendapatkan transfer of knowledge yang sangat berharga dari tenaga-tenaga pengajar yang berpengalaman pada kegiatan pengelolaan energi di Pertamina.

Kesempatan untuk mendapatkan pengalaman langsung pada lingkungan industri energi di wilayah operasional Pertamina juga menjadi keunggulan tersendiri yang bisa didapatkan oleh mahasiswa Universitas Pertamina. “Soal biaya pendidikan akan dikelola oleh manajemen universitas. Kurikulum pasti akan lebih fokus dan berbeda dari perguruan tinggi lain,” kata Umar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *