Workload | Workload atau beban kerja merupakan batas kemampuan tubuh yang dimiliki pekerja dalam menerima suatu bentuk kerja atau aktvitas. Berdasarkan dalam ilmu ergonomi, beban kerja yang diterima pekerja diharapkan sesuai baik dari segi fisik dan juga dari sisi mental atau psikologis pekerja dalam menerima beban kerja tersebut.




Contoh beban kerja fisik dapat berupa pekerjaan seperti mengangkat,  mendorong, menarik, dll.  Sedangkan  beban  kerja  psikologis  bisa dilihat sejauh mana tingkat keahlian seseorang dan juga prestasi kerja yang dimiliki antara individu yang satu dengan individu lainnya (Manuaba, 2000). Beban kerja sendiri berasal    dari 2 faktor, yaitu faktor eksternal dan faktor internal.  Menurut  Manuaba  (2000), faktor-faktor  yang  mempengaruhi  beban kerja antara lain :

  1. Faktor eksternal, adalah beban yang berasal dari luar tubuh pekerja, seperti;
  2. Tugas-tugas yang berhubungan dengan keadaan fisik, seperti penataa tata ruang dan stasiun kerja, penataan  tempat kerja, alat, dan sarana kerja. Kemudian kondisi keadaan kerja, sikap kerja yang diperlukan, dan juga tugas-tugas yang bersifat   psikologis, seperti kompleksitas dalam melakukan pekerjaan dan tanggung jawab pekerjaan.
  3. Organisasi kerja, seperti lama bekerja, waktu istirahat, sistem shift kerja, lembur, model struktur organisasi, pelimpahan tugas dan wewenang
  4. Lingkungan kerja disini adalah lingkungan kerja yang berhubungan dengan fisik, lingkungan secara kimiawi, lingkungan kerja secara biologis, serta lingkungan kerja dari sisi
  5. Faktor internal, faktor yang dipengaruhi dari dalam tubuh manusia itu sendiri akibat dari reaksi beban kerja secara Faktor internal meliputi faktor somatis (jenis kelamin, usia, berat, tinggi, gizi, dan kondisi kesehatan) dan faktor psikis (motivasi kerja, persepsi, kepercayaan diri, keinginan, dan kepuasan kerja).

Penentuan beban kerja pada suatu jabatan pada pekerja atau jabatan harus dilakukan secara seimbang. Beban kerja yang terlalu berat dapat mengakibatkan terjadinya tekanan stres baik dari segi fisik maupun segi psikis serta reaksi-reaksi emosional, sedangkan pada beban kerja yang terlalu ringan dimana pekerjaan yang dilakukan bersifat repetitif dapat menimbulkan kebosanan. Kebosanan dalam rutinitas pekerjaan atau pekerjaan yang terlalu sedikit mengakibatkan kurangnya antusias pada pekerjaan, sehingga dapat berpotensi membahayakan kelancaraan dalam pekerjaan (Manuaba, 2000).

Source:

Manuaba, A., 2000, “Research and Application of Ergonomics in Developing Countries, with Special Reference to Indonesia”, Jurnal Ergonomi Indonesia, 1(1-6), 24-30.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *