Adanya tuntutan dari dunia yang semakin modern, lansia tampaknya seringkali dianggap sebagai hambatan bagi keluarga. Salah satu alternatif yang dapat diambil para lansia adalah tinggal di panti werdha sehingga dapat melanjutkan hidup mereka tanpa mengganggu anggota keluarga yang lain. Kekakuan mental pada lansia akan menjadikan hambatan tersendiri ketika beradaptasi dengan orang-orang lain di panti werdha sehingga secara langsung juga akan mempengaruhi well-being individu tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengungkap secara mendalam dan mendeskripsikan well-being pada lansia yang tinggal di panti werdha atas dasar keputusan sendiri.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara terhadap 2 orang informan yang merupakan warga dari panti werdha dan tinggal di panti werdha atas dasar keputusannya sendiri. Di dalam melihat well-being seseorang, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu bagaimana warga panti memiliki hubungan dengan keluarga, konflik dengan orang lain, kedekatan relasi dengan orang lain, otonomi, problem solving, penguasaan lingkungan, pertumbuhan pribadi dan fasilitas panti. Semua tema di atas saling berkaitan dalam membentuk well-being seseorang. Ketika salah satu tema tersebut tidak terpenuhi maka akan menurunkan well-being seseorang.

Kata kunci: Well-being, Lansia, Panti Werdha, Keputusan Sendiri

PENDAHULUAN

Lanjut usia merupakan suatu periode penutup dalam rentang hidup seseorang, yaitu suatu periode dimana seseorang telah “beranjak jauh” dari periode terdahulu yang lebih menyenangkan, atau beranjak dari waktu yang penuh dengan manfaat (Hurlock, 1980). Pada masa ini, seorang lansia menjadi lebih matang karena memiliki pengalaman hidup dan bersifat lebih bijaksana dalam pengambilan suatu keputusan. Namun ketika individu menjadi tua, banyak hal yang akan berubah dari individu tersebut. Semakin tua, kondisi seseorang akan semakin menurun atau mengalami regresi dalam berbagai segi. Kulit akan menjadi keriput dan tulang yang menopang tubuh tidak jadi sekuat dahulu. Perubahan lain yang dialami lansia adalah perubahan kognitif. Sama dengan fisik, kemampuan kognitif individu akan menurun ketika individu tersebut memasuki masa tuanya. Yang paling sering kita jumpai adalah penurunan daya ingat. Orang yang sudah tua biasanya mengalami hal tersebut sehingga pemenuhan kebutuhannya sangat bergantung kepada orang lain (Hurlock, 1980). Dengan adanya tuntutan dari dunia yang semakin modern, lansia tampaknya seringkali dianggap sebagai hambatan bagi keluarga. Mereka menjadi seperti anggota keluarga yang merepotkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *