BATASAN
Vitiligo adalah kelainan spesifik yang didapat, berbentuk makula berwarna putih susu tidak mengandung melanosit, berbatas tegas dan sering bersifat heriditer.

PATOFISIOLOGI
Ada :
– predisposisi genetik (herediter : 30% kasus).
– faktor-faktor predisposisi;
setelah sakit berat, terbakar sinar matahari, kematian anggota keluarga, kehilangan pekerjaan, kecelakaan, setelah trauma fisik (30%).

PATOGENESIS
1. Hipotesa Neural.
2. Hipotesa distruksi diri sendiri.
3. Hipotesa yang berhubungan dengan penyakit autoimun.
4. Paparan bahan kimia eksogen : thiol, gol. Fenol, katekol dan macam-macam quinon.

Penyakit yang sering menyertai vitiligo :
– kelainan-kelainan endokrin (tiroid, DM, Addison)
– anemia perniciosa
– kelainan-kelainan pada mata (iritis)

GEJALA KLINIS
Dapat timbul pada semua umur, tetapi 50% timbul pada usia kurang dari 20 tahun. Makula berwarna putih susu tidak mengandung melanosit dan berbatas tegas.
Distribusi :
– Fokus : satu/beberapa makula
– Segmental : unilateral, distribusi menurut dermatom stabnil, pengobatan–kurang berarti.
– Generalisata : beberapa/banyak makula, sering simetris.

DIAGNOSIS
Diagnosa vitilago generalisata : umumnya mudah.
Lampu Wood : untuk melihat : makula pada tempat-tempat yang tidak terpapar sinar matahari dan pada orang berkulit putih.

DIFFERENSIAL DX :
Vitiligo generalisata :
– Leukoderma karena bahan kimia
– L.E.
– Hipomelanosis pasca keradangan
– P. Alba
– T. Versicolor
– Lepra
– Vitiligo segmental
– N. Depigmentosus
– Tuberosklerosis.

PENATALAKSANAAN
1. “Reassurance” dan penerangan tentang penyakitnya.
2. Kosmetika : termasuk tabir surya dan cat.
3. Usaha-usahga untuk mengadakan repigmentasi :
– Kortikosteroid topikal : 0,1% betametason valerate atau 0,05% Oklobetasol proprionate.
– PUVA topikal : vitiligo fokal/segmental.
oral : segmental / generalisata.
Dosis : 0,6 mg/kg diberikan 2 j. sejumlah dilakukan penyinaran. Sebaiknya penyinaran dilakukan.

DAFTAR PUSTAKA
1. Arnold, H.L. Odom, R.B., James, W.D. Disturbances of Pigmentation in Andrew’s Disease of the Skin, Clinical Dermatology, Eight Ed, WB Saunders Company, 1990 : p.1000 – 1003.
2. Mosher, D.B. Fitzpatric, T.B., Hori, Y., and Ortonne, JP. In : Disorders of Melanocytes in Fitzpatrick Dermatology in General Medicine, Fourth ed. Vol. 1, edited By Fitzpatric, T. B. et al McGraw-Hill, Inc, 1993, p.923 – 933.
3. Bleehen, S.S., Ebling, F.J.G & Champion, R.H. Disorders of Skin Colour in Rook’s Textbook of Dermatology, Fifth ed., vol. 3 Ed. By Champion, R.H. et al, Blackwell Scientific Public, London, Endinburgh, Boston, 1992, p.1608-1612.

Comments

  1. Ahyar ayank

    Mas, saya mau konfirmasi. Saya menemukan link hasil link exchange dengan blog saya ternyata bukan direct link, bahkan sperti broken link. Mohon diperbaiki, karena link blog ini sudah saya pasang dan direct link. silakan diperiksa. terima kasih