Pendidikan yang mula-mula sekali di terima anak baik secara aktif ataupun secara pasif adalah dari lingkungan pertama yaitu rumah tangga, melalui orang tua dan saudara-saudaranya. Pendidikan yang di terima dari lingkungan rumah tangga ini sangat berkesan dan berpengaruh dalam jiwa anak yang akan ikut menentukan sikap hidup dikala dewasa.
Sebagaimana yang dikemukakan oleh IP. Simandjuntak sebagai berikut : ”Apa yang diterima dan dialami anak dalam lingkungan keluarga turut menentukan hidupnya kelak yang akan tercermin pada tingkah lakunya. Oleh sebab itu pulalah pendidikan perlu sekali meneropong keluarga sebagai lembaga pendidikan yang pertama dan utama bagi perkembangan kepribadian anak”.9
Dari kutipan di atas jelaslah bahwa orang tua merupakan pendidikan yang pertama dan utama dalam kehidupan seorang anak, terutama ibunya yang sangat dekat dengan si anak. Baik buruknya keadaan pendidikan yang diterima si anak dari orang tuanya akan berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian anak.
Zakiah Daradjat menyatakan : ”Orang tua harus memperhatikan anak-anaknya, justru pendidikan yang diterima dari orang tualah yang akan menjadi dasar dari pembinaan kepribadian si anak. Dengan kata lain orang tua juga jangan sampai membiarkan pertumbuhan si anak berjalan tanpa bimbingan atau diserahkan kepada guru-guru di sekolah saja”.10
Akta mengatakan sebagai berikut: ”Kepribadian yang sehat terbentuk dalam suasana yang penuh dengan kepercayaan kasih sayang dan kerja sama. Keluarga yang menghargai dirinya, membantu supaya di hargai dalam masyarakat, dan diberi kepercayaan yang membawa kepada perkembangan”.11
Dari keterangan-keterangan di atas menjadi jelas bahwa pendidikan yang diterima anak dari keluarga atau rumah tangga akan menjadi dasar bagi pembinaan anak yang kurang mendapat perhatian dari keluarga dalam lingkungan rumah tangganya besar kemungkinan kepribadiannya akan tumbuh dan berkembang secara tidak wajar dan dapat merugikan bagi dirinya khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Bertitik tolak pada uraian di atas, jelas peran serta orang tua terhadap perkembangan pendidikan anaknya.
 Pendidikan rumah tangga yang diselenggarakan oleh orang tua akan membawa pengaruh besar terhadap perkembangan kepribadian anak. Apabila pendidikan rumah tangga baik maka akan baiklah perkembangan anak dan sebaliknya, apabila pendidikan rumah tangga tidak baik maka tidak baiklah perkembangannya.
            Pendidikan yang baik hanya dapat dilaksanakan dalam suasana rumah tangga yang baik pula. Untuk mencapai tujuan pendidikan, pemerintah telah mewajibkan kepada orang tua untuk mendidik anak–anak mereka dengan sebaik–baiknya sampai anak itu menjadi dewasa, perlu kerja sama yang baik dari semua pihak agar tercapai usaha orang tua dalam mendidik anak. Peranan orang tua dalam keluarga sangat penting dalam mendidik anak. Usaha orang tua dalam keluarga sangat dibutuhkan dalam meningkatkan perkembangan pendidikan anak usia sekolah dasar.
Menurut ajaran Islam Pendidikan yang diberikan kepada anak oleh keluarga sangat dianjurkan, supaya si anak menjadi generasi penerus yang berpengetahuan dan berakhlak mulia. M. Nashir Ali, menyebutkan hadist Nabi Muhammad SAW. sebagai berikut :
Tiap bayi dilahirkan adalah fitrah, ibu bapaknyalah yang meyahudikan atau mengkristenkannya”.
Maksud dari hadist tersebut, dapat dipahami bahwa pertumbuhan dan perkembangan seorang anak, terserah pada orang tua untuk mengarahkan dan mencondongkan kemana yang diinginkan. Selanjutnya anak-anak merupakan amanah yang dipercayakan kepada orang tua, dengan demikian orang tua mempunyai kewajiban untuk mendidik dan membentuknya. Abdul Hamid Ahmad mengatakan, ”keluarga mempunyai tugas dan kewajiban sebagai pertanggungjawaban atas kehidupan yang dibentuknya dan anak yang sedang mengalami perkembangannya”. 12
            Orang tua dalam suatu keluarga agar berusaha meningkatkan perkembangan pendidikan anak-anaknya dengan berbagai cara, misalnya dengan meningkatkan kedisiplinan, kebiasaan yang baik dan membentuk kepribadiannya. Kesilapan dan kelalaian orang tua dalam keluarga untuk mendidik anak akan mengakibatkan bermacam-macam kebiasaan dan kegagalan dalam pergaulannya.13
Moh. Abdai Rathoni, menyatakan sebagai berikut :
… Orang tua wajiblah memberikan didikan kepada putranya dan membiasakan budi pekerti yang baik itu kepada mereka sejak kecil. Oleh karenanya, maka pemeliharaannya haruslah dengan ketelitian dan kecermatan yang sangat, sehingga apa-apa yang tidak patut mereka lakukan segera pula diingatkan, sekalipun tampaknya remeh saja, semacam kencing sambil berlari, bermain kelerang dengan bertaruh dan lain-lain.14
Dengan demikian orang tua wajib berusaha untuk mengubah anak dari perbuatan yang buruk menjadi yang baik dan berguna bagi lingkungan.
Hal ini dapat dilakukan dengan cara membiasakan anak kearah yang dimaksud. Orang tua harus mengusahakan semua pola tingkah laku dan kebiasaan-kebiasaan dalam keluarga yang mengandung unsur-unsur atau nilai-nilai pendidikan yang berakhlak.
Apabila anak dibina dan dididik oleh orang tua kepada yang baik, maka si anak akan menjadi baik dan bahagia dalam hidupnya, dan orang tua mendapatkan pahala dari Allah SWT., karena mereka benar-benar telah menjaga amanah Allah tersebut.
Oleh sebab itu orang tua haruslah berhati-hati menjaga dan membina atau mendidik anak dalam rumah tangga. Mereka juga harus selalu mengusahakan atau menunjukan sikap dan tindakan yang baik terhadap anak, karena si anak akan meniru dan mengikuti semua gerak-gerik orang tua dalam rumah tangga. Dari uraian-uraian di atas, maka jelaslah bahwa usaha keluarga yaitu orang tua dalam rumah tangga.
Selanjutnya M. Arifin mengatakan bahwa :
… Anak sebagai amanah Allah bagi orang tua, hati anak suci bagaikan mutiara cemerlang bersih dari segala ukiran dan gambaran, ia dapat atau mampu menerima segala apa yang diukir dan yang akan dicondongkan kepadanya dan diajarkan kebaikan, jadilah dia baik dan berbahagia dunia akhirat, sedangkan ayah dan para pendidiknya turut mendapakan pahalanya. Tetapi bila dibiasakan jelek atau dibiarkan kepada kejelakan, maka celaka dan sedangkan wali dan pemelihara mendapatkan dosa. Untuk itu wajiblah wali menjaga anak dari perbuatan dosa dengan mendidik anak dan mengajarkan berakhlak bagus…15

Dari uraian-uraian di atas, maka jelaslah bahwa usaha keluarga yaitu orang tua sangat dibutuhkan dalam hal peningkatan perkembangan pendidikan anak usia sekolah dasar.
DAFTAR PUSTAKA

9 IP. Simandjuntak, Ilmu Pendidikan, Proyek Penyediaan Buku-Buku Pelajaran Sekolah Guru, Jakarta, 1973, hal. 7
                10 Zakiah Daradjat, Pendidikan Agama Dalam Pembinaan Mental, Jakarta, 1970, hal 48
11 Akta, Ilmu Jiwa Perkembangan, Sinar Darussalam 1969, hal. 221
12 M. Nashir Ali, Dasar-Dasar Umum Mendidik, Jakarta, 1978, hal. 74 
13 Abdul Hamid Ahmad, Diklat Ilmu Mendidik, FKIP Unsyiah Darussalam, 1980, hal 9



14 Moh. Abdai Rathoni, Tiga Serangkai Sendi Agama Tauhid, Fiqh, Tasawuf, Bandung, 1977, hal. 366
15 M. Arifin, Pokok-Pokok Pikiran Tentang Bimbingan dan Penyuluhan Agama, Jakarta, 1976