Tumbuhan Berkeping Biji Dua atau Dikotil

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Tumbuhan berbiji belah (atau tumbuhan berkeping biji dua atau dikotil) adalah segolongan tumbuhan berbunga yang memiliki ciri khas yang sama: memiliki sepasang daun lembaga (kotiledon). Daun lembaga ini terbentuk sejak dalam tahap biji sehingga biji sebagian besar anggotanya bersifat mudah terbelah dua. Secara klasik, tumbuhan berbunga dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu tumbuhan berkeping biji dua dan tumbuhan berkeping biji tunggal (monokotil).
Sejumlah sistem klasifikasi tumbuhan yang berpengaruh, seperti sistem Takhtajan dan sistem Cronquist mengakui kelompok ini sebagai takson dan menamakannya kelas Magnoliopsida. Nama ini dibentuk dengan menggantikan akhiran -aceae dalam nama Magnoliaceae dengan akhiran -opsida (Pasal 16 dalam ICBN). Kelas Magnoliopsida dipakai sebagai nama takson bagi semua tumbuhan berbunga bukan monokotil. Magnoliopsida adalah nama yang dipakai untuk menggantikan nama yang dipakai sistem klasifikasi yang lebih lama, kelas Dicotyledoneae (kelas “tumbuhan berdaun lembaga dua” atau “tumbuhan dikotil”).

BAB II
PEMBAHASAN

A. Tumbuhan Berkeping Dua (Dikotil)
Tumbuhan berbiji belah (atau tumbuhan berkeping biji dua atau dikotil) adalah segolongan tumbuhan berbunga yang memiliki ciri khas yang sama: memiliki sepasang daun lembaga (kotiledon). Daun lembaga ini terbentuk sejak dalam tahap biji sehingga biji sebagian besar anggotanya bersifat mudah terbelah dua. Secara klasik, tumbuhan berbunga dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu tumbuhan berkeping biji dua dan tumbuhan berkeping biji tunggal (monokotil).
Sejumlah sistem klasifikasi tumbuhan yang berpengaruh, seperti sistem Takhtajan dan sistem Cronquist mengakui kelompok ini sebagai takson dan menamakannya kelas Magnoliopsida. Nama ini dibentuk dengan menggantikan akhiran -aceae dalam nama Magnoliaceae dengan akhiran -opsida(Pasal 16 dalam ICBN). Kelas Magnoliopsida dipakai sebagai nama takson bagi semua tumbuhan berbunga bukan monokotil. Magnoliopsida adalah nama yang dipakai untuk menggantikan nama yang dipakai sistem klasifikasi yang lebih lama, kelas Dicotyledoneae (kelas “tumbuhan berdaun lembaga dua” atau “tumbuhan dikotil”). Dikotil adalah tumbuhan yang mempunyai dua kotiledon.

Tumbuhan dikotil mempunyai beberapa famili, adalah sebagai berikut:
1. Papilionaceae (suku kacang-kacangan). Tanaman semak berbatang tegak atau merambat. Bunga berbentuk seperti kupu-kupu. Pada akar terdapat bintil yang merupakan simbiosis dengan bakteri. Contoh: kacang tanah, kacang hijau, dan kacang panjang
2. Euphorbiaceae(suku getah-getahan)Merupakan tumbuhan herba, berkayu, dan bergetah. Batangnya menjalar atau membelit. Contoh: ketela pohon dan karet.
3. Mimmosaceae. Tumbuhan berkayu, semak dan pohon. Daun majemuk, karangan bunga berbentuk bongkol, benang sari panjan. Biji di dalam buah polong. Contoh: Mimmosa pudika (si kejut), Leucaena glauca (petai cina).
4. Caesalpiniaceae (suku johar). Batang dan akar berkayu. Bunga mencolok, daunnya bias dipakai sebagai obat. Contoh: kembang merak, asam, johar.
5. Labiatae. Meliputi tumbuhan perdu, bunga bilateral simetris, bunga memiliki mahkota dan kelopak, benang sari 2 atau 4 dan putuik 1. Contoh: kemangi, kumis kucing.
6. Convolvulaceae. Merupakan tumbuhan herba dan berkayu, batangnya menjalar, melilit dan bergetah. Bunga simetris radial. Contah: ketela rambat dan kangkung.
7. Myrtaceae. Daun berbintik-bintik dan menghasilkan kelenjar minyak. Contoh: jambu air dan jambu biji.
8. Moraceae. Habitus pohon, daun tunggal, duduk daun menyebar terlindung oleh daun penumpu yang memeluk ranting. Seluruh bagian tubuhnya bila terlika akan mengeluarkan getah. Contoh: nangka dan beringin.
9. Rutaceae (jeruk). Daunnya mengeluarkan orama yang sangat khas. Contohnya: jeruk bali, dan jeruk nipis.
10. Rubiaceae. Dunnya tunggal dengan duduk daun berhadapan pada setiap ruas. Contoh: kopi.
11. Malvaceae (suku kapas-kapasan). Tumbuhan berdaun tunggal, kulit batang dan buah dapat menghasilkan benang. Contoh: kapas dan rosela.
12. Bombaceae. Tumbuhan berdaun tunggal, duduk daun tersebar, dan bunga berwarna menarik. Contoh: durian.
13. Apocynaceae (suku kamboja). Tumbuhan berkayu, bunga mencolok dan bergetah. Contohnya: kamboja, dan alamanda.
14. Verbenaceae, contohnya tanaman jati.
15. Annonaceae, contohnya srikaya dan sirsak.
16. Cucurbitaceae. Tumbuhan yang menjalar dipermukaan tanah dan sering dikenal sebagai timun-timunan. Contohnya: mentimun, dan labu.
17. Asteraceae. Tumbuhan yang mempunyai bunga majemuk bentuk cawan (memiliki bunga tengah dan bunga tepi). Conthnya: bunga matahari dan kenikir.

B. Suku-Suku Tumbuhan Dikotil
 Suku Euphorbiaceae. Dikenal juga dengan tumbuhan jarak-jarakan. Cirinya: jika batang dan daunnya dilukai, akan mengeluarkan getah berwarna putih. Contohnya, jarak, ubi, karet, dan singkong.
 Suku Solanaceae. Disebut juga dengan terung-terungan. Ciri tanaman ini adalah bunganya berbentuk bintang atau terompet dengan buah berbentuk kotak atau buni. Contohnya, terong, cabe, tomat. Suku Solanaceae dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagai sumber pangan.
 Suku Papilionaceae. Tumbuhan kacang-kacangan memiliki ciri, yaitu mempunyai mahkota bunga berbentuk kupu-kupu. Buahnya berbentuk polong dan akarnya berbintil-bintil. Suku kacang-kacangan ini menempati tempat terpenting yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan karena suku kacang-kacangan ini merupakan sumber protein nabati.
 Suku Putaceae. Dikenal dengan suku jeruk-jerukan. Memiliki ciri, yaitu bunganya berwarna putih dan berbau harum. Buahnya berbentuk buni dan banyak mengandung vitamin C.
 Suku Myrtaceae. Disebut juga suku jambu-jambuan. Contohnya adalah jambu biji dan jambu air.

C. Ciri Tumbuhan Dikotil
Ciri pada tumbuhan dikotil berdasarkan ciri fisik pembeda yang dimiliki adalah :
1. Biji berkeping dua.
2. Dua daun lembaga terangkat keatas.
3. Akar tunggang.
4. Tulang daun menjari.
Ciri-ciri lain tumbuhan dikotil antara lain sebagai berikut:
1. Berakar tunggang yang bercabang-cabang.
2. Tulang daun menyirip atau menjari, daun tunggal atau majemuk danjarang berpelepah.
3. Batang bercabang dan memiliki cambium di antara berkas pengangkutnya.
4. Ikatan pembuluh angkut pada batang letaknya teratur.
5. Bunga memiliki bagian-bagian bunga, misalnya kelopak, mahkota, benangsari dengan jumlah dua, 4,5 atau kelipatannya, sedangkan putik biasanya satu buah.

D. Perbedaan Tumbuhan Dikotil Dan Monokotil
Secara umum, tumbuhan Dikotil dan Monokotil dapat dibedakan dengan jelas. Adapun perbedaan struktur tubuh tumbuhan Monokotil dan Dikotil, dijelaskan dalam uraian berikut.
1. Perbedaan Tumbuhan Dikotil Dan Monokotil dilihat dari akarnya :
 Tumbuhan Dikotil :
 Akar tersusun dalam akar tunggang yang kokoh.
 Ujung akar tidak diliputi oleh selaput pelindung.
 Tumbuhan Monokotil :
 Akar tersusun dalam akar serabut yang kurang kokoh.
 Ujung akar lembaga dan pucuk lembaga dilindungi oleh suatu sarung yang masing-masing disebut koleorhiza dan koleoptil.
2. Perbedaan Tumbuhan Dikotil Dan Monokotil dilihat dari Kambiumnya :
 Tumbuhan Dikotil :
 Akar dan batang berkambium sehingga dapat mengadakan pertumbuhan membesar dan melebar serta meninggi.
 Tumbuhan Monokotil :
 Akar dan batang tidak berkambium sehingga tidak dapat mengadakan pertumbuhan melebar dan membesar yang ada hanyalah pertumbuhan meninggi.
3. Perbedaan Tumbuhan Dikotil Dan Monokotil dilihat dari Batangnya :
 Tumbuhan Dikotil :
 Batang bercabang-cabang.
 Tumbuhan Monokotil :
 Batang tidak bercabang-cabang.
4. Perbedaan Tumbuhan Dikotil Dan Monokotil dilihat dari Struktur Daunnya :

 Tumbuhan Dikotil :
 Pertulangan daun menyirip atau menjari.
 Tumbuhan Monokotil :
 Pertulangan daun sejajar atau melengkung.
5. Perbedaan Tumbuhan Dikotil Dan Monokotil dilihat dari Bijinya :
 Tumbuhan Dikotil :
 Biji yang berkecambah berbelah dua dan memperlihatkan dua daun lembaga (biji berkeping dua).
 Tumbuhan Monokotil :
 Biji yang berkecambah tetap utuh dan tidak membelah (biji berkeping satu).
6. Perbedaan Tumbuhan Dikotil Dan Monokotil dilihat dari Pembuluh angkutnya :
 Tumbuhan Dikotil :
 Berkas pembuluh angkut teratur dalam lingkaran/cincin.
 Tumbuhan Monokotil :
 Berkas pembuluh angkut tidak teratur.
7. Perbedaan Tumbuhan Dikotil Dan Monokotil dilihat dari Bunganya :
 Tumbuhan Dikotil :
 Jumlah bagian-bagian bunga 4, 5, atau kelipatannya.
 Tumbuhan Monokotil :
 Jumlah bagian-bagian bunga biasanya 3 atau kelipatannya.

E. Manfaat Dikotil Dalam Kehidupan

Tumbuhan dikotil mempunyai manfaat dalam kehidupan manusia, yaitu:
1. Sebagai makanan, seperti mangga, jambu, kacang-kacangan dan sayuran.
2. Sebagai bahan pakaian misalnya kapas.
3. Untuk obat-obatan seperti kumis kucing, mahkota dewa dan sebagainya.
4. Tanaman hias contohnya teratai (Nelumbo nucifera), krisan (Chrysanthemum rubellum), dan kaktus (Opuntia compressa).

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Tumbuhan dikotil adalah tumbuhan berbiji belah atau berkeping dua. Tumbuhan dikotil memiliki sepasang daun lembaga yang sudah terbentuk sejak dalam tahap biji. Tumbuhan dikotil memiliki ciri-ciri khusus sebagai berikut.
1. Bentuk akar tunggang.
2. Pola tulang daun dan bentuk sumsumnya menyirip atau menjari.
3. Tidak memiliki tudung akar.
4. Jumlah keping bijinya dua.
5. Pada akar dan batang, terdapat kambium dan dapat tumbuh serta berkembang menjadi besar.
6. Batangnya bercabang-cabang.
7. Jumlah kelopak bunganya dua, empat, lima, atau kelipatannya.
8. Pembuluh pengangkutnya teratur.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.anneahira.com/tumbuhan-dikotil.htm

Biologi Kelas 11 karangan Purnomo, Sudjino, Trijoko, Suwarni hadisusanto.

Biologi SMA / MA Kelas 11 karangan Siti Nur Rochmah , Sri Widayati , Meirina Arif

Biologi untuk SMA / MA Kelas 11 Program IPA karangan Faidah Rachmawati , Nurul Urifah ,Ari Wijayati

Praktis Belajar Biologi 2 Karangan Fictor F , Moekti A.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *