Tumbuh Kembang Anak Usia Prasekolah  | Pertumbuhan (growth) berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu, yang bisa diukur dengan ukuran berat (gram, pound, kilogram), ukuran panjang (cm, meter), umur tulang dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh) (Soetjiningsih, 2002).

Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Disini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil intraksi dengan lingkungannya (Soetjiningsih, 2002).

Pada masa prasekolah dunia anak berkembang. Selama bermain, anak mencoba pengalaman baru dan peran sosial. Pertumbuhan fisik anak usia ini lebih lambat. Pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia 3 – 4 tahun adalah berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetangga, berjalan pada jari kaki, belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri, menggambar garis silang, menggambar orang (hanya kepala dan badan), mengenal 2 atau 3 warna, bicara dengan baik, bertanya bagaimana anak dilahirkan, bermain dengan anak lain, menunjukkan rasa sayang kepada saudara-saudaranya, dan dapat melaksanakan tugas-tugas sederhana.

Pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia 4 – 5 tahun adalah mampu melompat dan menari, menggambar orang (terdiri dari kepala, lengan dan badan), dapat menghitung jari-jarinya, mendengar dan mengulang hal-hal penting dan cerita, minat kepada kata baru dan artinya, memprotes bila dilarang apa yang diinginkannya, membedakan besar dan kecil, menaruh minat kepada aktivitas orang dewasa. Sedangkan pertumbuhan dan perkembangan anak pada anak usia 6 tahun adalah ketangkasan meningkat, melompat tali, bermain sepeda, menguraikan objek-objek dengan gambar, mengetahui kanan dan kiri.

Menurut Soetjiningsih (2002) pada masa prasekolah berat badan mengalami kenaikan rata-rata 2 kg/tahun. Tubuh anak akan terlihat kurus, akan tetapi aktivitas motorik tinggi dan sistem tubuh sudah mencapai kematangan dalam hal berjalan, melompat, dan lain-lain. Tinggi badan anak  bertambah rata-rata 6,75 – 7,5 cm setiap tahun.

Pada masa ini anak mengalami proses perubahan pola makan, umumnya mengalami kesulitan untuk makan. Anak juga mulai menunjukkan kemandirian pada proses eliminasi (buang air besar dan air kecil).

Perkembangan motrik halus dapat dilihat pada anak, yaitu mulai memiliki kemampuan menggoyangkan jari-jari kaki, menggambar dua atau tiga bagian, memilih garis yang lebih panjang, dan menggambar orang, melepas objek dengan jari lurus, mampu menjepit benda, melambaikan tangan, menggunakan tangannya untuk bermain, menempatkan objek ke dalam wadah, makan sendiri, minum dari cangkir dengan bantuan, menggunakan sendok dengan bantuan, serta membuat coretan di atas kertas (Hidayat, 2009).

Perkembangan motorik kasar masa prasekolah ini dapat diawali dengan kemampuan untuk berdiri dengan satu kaki selama 1 – 5 detik, melompat dengan satu kaki, berjalan dengan tumit jari kaki, menjelajah, membuat posisi merangkak, dan berjalan dengan bantuan (Hidayat, 2009).

Perkembangan bahasa ditandai dengan kemampuan untuk menyebutkan beberapa gambar, menyebutkan satu sampai dua warna, menyebutkan kegunaan benda, menghitung, mengartikan beberapa kata, menirukan berbagai bunyi kata, menunjukkan respon terhadap panggilan dan anggota keluarga dekat.

Perkembangan adaptasi sosial pada masa prasekolah adalah adanya kemampuan bermain dengan permainan sederhana, menangis jika dimarahi, membuat permintaan sederhana dengan gaya tubuh, menunjukkan peningkatan kecemasan terhadap perpisahan,serta mengenali anggota keluarga (Hidayat, 2009).

Referensi 

Soetjiningsih. (2002). Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC.

Hidayat, Aziz Alimul. (2009). Pengantar Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta: Salemba Medika.