Tujuan utama analisis laporan keuangan yaitu untuk mengetahui :

Tingkat Likuiditas Perusahaan

Menurut Lukman Syamsuddin (2007:43) ada berbagai cara dalam pengukuran tingkat likuiditas perusahaan, salah satunya yaitu :

Net Working Capital

Net working capital merupakan selisih antara current assets (aktiva lancar) dengan current liabilities (utang lancar). Jumlah net working capital ini akan lebih berguna untuk kepentingan pengawasan intern di dalam suatu perusahaan daripada digunakan sebagai angka pembanding dengan perusahaan lain. Tidak jarang terjadi apabila perusahaan bermaksud untuk mencari pinjaman jangka panjang, maka kreditur menetapkan beberapa persyaratan di mana salah satu di antaranya adalah penetapan jumlah minimum net working capital yang harus tetap dipertahankan. Hal ini digunakan untuk memaksa agar perusahaan tetap mempertahakan jumlah ”operating liquidity” pada tingkat tertentu serta untuk menjamin pinjaman-pinjaman yang dilakukan oleh perusahaan. Pembandingan net working capital drai tahun ke tahun juga bisa memberikan gambaran tentang jalannya perusahaan. Jumlah net working capital yang semakin besar menunjukkan tingkat likuiditas yang semakin tinggi pula.

Tingkat Efisiensi Perusahaan (Aktivitas)

Tingkat perputaran piutang ( Account Receivable Turnover )

Dengan menghitung Account Receivable Turnover maka dapat diketahui rata-rata jangka waktu penagihan piutang. Semakin tinggi tingkat perputaran piutang suatu perusahaan semakin baik pengelolaan piutangnya.

Umur rata-rata piutang (the average age of account receivable)

Umur rata-rata piutang atau dikenal juga dengan umur rata-rata pengumpulan piutang (average collection period), adalah merupakan suatu alat yang sangat penting di dalam menilai kebijaksanaan penjualan kredit dan pengumpulan piutang.

Syamsuddin, Lukman. Manajemen Keuangan Perusahaan Konsep Aplikasi dalam Perencanaan, Pengawasan dan Pengambilan Keputusan (Edisi baru),

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *