LAS LISTRIK, PENYOLDERAN DAN PEMATRIAN

LAS LISTRIK
Las resistansi listrik pada dasarnya merupakan proses penyambungan lembaran logam tipis. Pada proses ini sambungan mengalami tekanan selama proses pemanasan yang diatur dengan cermat dan prosesnya sendiri berlangsung dengan cepat. Hampir semua jenis logam dapat dilas dengan las resistansi listrik, meskipun beberapa logam seperti timah putih, seng dan timbel, agak sulit dilas.
Pada proses ini arus yang cukup besar dialirkan melalui logam sehingga menimbulkan panas pada sambungan, dan di bawah pengaruh tekanan, terbentuklah sambungan las. Transformator yang terdapat dalam mesin las merubah tegangan arus bolak-balik dari 110 atau 220 Volt menjadi 4 sampai 12 Volt dan arusnya menjadi cukup besar sehingga dapat menghasilkan panas yang diperlukan.
Untuk memperoleh sambungan las yang baik, ketiga variabel, arus, tahanan dan waktu perlu diperhatikan dan ditentukan dengan cermat.l besaran ini tergantung pada tebal, jenis bahan serta ukurannya dan jenis elektroda yang dipergunakan.
Elektroda adalah bahan pengisi di waktu mencair pada ujungnya. Elektroda terbagi 2 yaitu elektroda tertutup dan elektroda terbuka. Elektroda tergantung pada jenis, tebal bahan kerja, posisi arus operator ukuran elektroda untuk pekerjaan ringan 1/16, 3/32 inci. Untuk bahan kerja kabel 3/32 sampai dengan elektroda 5/32 atau 5/16 inci dan untuk bahan yang lebih tebal elektroda 1/4, 5/6, 3/2 inci.
Waktu pengaliran arus sangat menentukan. Perlu ada tenggang waktu antara saat sambungan las mulai dibentuk. Arus mulai mengalir, ini diatur oleh pengatur waktu dan dibiarkan beberapa lama sampai las terbentuk.
Ampere adalah pengaturan yang tepat voltase. Arus ukuran dan jenis benda elektroda. Arus dapat dibagi 2 yaitu:
1.    Arus besar adalah segi-seginya akan melebar, plat tercecer, elektroda memerah panas.
2.    Arus kecil adalah segi-seginya akan menggumpal, sveslap yang terlalu banyak penetrasi dan penyatukan yang baru dan dangkalnya luva/vurah cairan logam.
Las yang baik warnanya kelabu tua, butiran seragam dan penetrasi yang baik pada logam dasar. Untuk menghindari deformasi dapat digunakan ulur vee ganda dengan cara las bertahap dapat diterapkan dengan las tak. Keberhasilan untuk menghasilkan las yang baik bersih dari oksida, oli, pelumas, dll.
Perlengkapan las listrik yaitu mesin las, kelabu fleksibel untuk elektroda dan semi fleksibel untuk massam.

PENYOLDERAN DAN PEMATRIAN
Solder dan patri merupakan proses penyambungan logam dimana dimanfaatkan logam penyambung lainnya dalam keadaan cair yang kemudian membeku.

Penyolderan
Penyolderan adalah proses penyambungan dua keping logam dengan logam yang berbeda, yang dituangkan dalam keadaan cair dengan suhu tidak melebihi 430 oC di antara kedua keping tadi. Pada proses ini terjadi paduan terbatas dengan keping logam dan terjadi peningkatan ikatan. Paduan timbal dan timah yang mempunyai daerah cair antara 180 dan 370 oC banyak digunakan.Kekuatan sambungan ditentukan oleh gayaadhesi paduan.
Komposisi 50-50, paling sering digunakan untuk timah solder, paduan ini melelh pada 220 oC. Untuk memperoleh sifat fisis yang lebih baik, pada timah biasanya ditambahkan unsur lain seperti kadmium, perak, tembaga atau seng.
Alat solder dipanaskan dan timah dalam bentuk kawat dilelehkan pada ujung alat. Permukaan sambungan yang bersih merupakan syarat mutlak dan biasanya diperlukan pula fluks.

Pematrian
Pada pematrian terdapat logam bukan besi cair yang mengisi ruang antar logam yang disambung dan dibiarkan membeku. Pada proses ini logam pengisi dicairkan dan diletakkan di tempat sambungan las. Diperlukan fluks khusus untuk menghilangkan oksida logam dan logam pengisi harus memiliki fluiditas sehingga membahasi permukaan yang akan disambung.
Pada penyambungan patri hal yang paling utama adalah kebersihan, permukaan harus bebas dari kotoran-kotoran, minyak, atau oksida-oksida dan bagian-bagian sambungan harus tepat ukuran maupun bentuknya dengan celah atau bahan pengisi. Pembersihan kimiawi atau mekanik diperlukan pula di samping fluks.
Berdasarkan suhu titik cairan logam pengikat, patri dibagi atas:
1.    Patri lunak
Pada dasarnya alat patri lunak dapat digolongkan sebagai berikut:
Alat patri bakar, terdiri atas gagang pemegang dari kayu, batang patri dan kepala patri dari logam yang akan dipanaskan. Alat pembakarnya dapat menggunakan arang atau dengan lampu semprot.
Alat patri listrik, menggunakan elemen pemanas listrik sebagai sumber panas.
Alat patri gas, digunakan untuk mematri logam agak tebal dan menggunakan logam pengikat dengan titik cair agak tinggi.
Logam pengikat patri lunak pada umumnya merupakan logam paduan dari timah (Sn) dan timah hitam (timbel) dengan sedikit campuran antimoni (Sb) dan tembaga (Cu). Semakin tinggi kadar timah putihnya akan semakin rendah titik cairnya dan semakin lentur.
2.    Patri keras
Logam pengikat patri keras ada tujuh golongan:
Tembaga
Aluminium sianida
Tembaga fosfor
Emas
Tembaga seng
Magnesium
Nikel.
Syarat-syarat logam pengikat patri keras:
Pada kondisi cair dapat mengalir dengan baik.
Dapat mencair dengan baik dan dapat membentuk ikatan yang kuat.
Titik cairnya lebih rendah daripada logam benda kerja.
Cara patri keras:
Menggunakan lampu bakar dengan bahan bakar uap bensin bercampur udara.
Menggunakan kompor semprot, yakni benda kerja dipijarkan. Lalu kawat pengisi dipanaskan dan dicelupkan dalam fluks dan dicairkan pada bagian pijar sebelumnya.
Menempatkan benda kerja yang telah terpasang dan dibubuhi pasta pengikat pada konveyor. Konveyor dilewatkan pada tungku dengan suhu yang hanya dapat mencairkan logam pengikat saja.
Membubuhkan fluks pada bagian yang akan disambung, kemudian dicelupkan dalam cairan logam pengikat.
Logam yang akan disambung telah terpasang dengan logam pengikat dalam bentuk ring atau pasta, kemudian keseluruhannya dicelupkan dalam cairan fluks bersuhu tinggi yang dipanasi dengan listrik.
Pembakaran dengan uap fluks.
Fluks berfungsi:

Membersihkan oksida serta mencegah oksida baru.
Memperlancar perembesan cairan logam pengikat.