TUGAS MATA KULIAH PENYAKIT TROPIK
PEMINATAN EPIDEMIOLOGI DAN PENYAKIT TROPIK

Tugas ini disusun guna memenuhi nilai tugas mata kuliah Semester VI Penyakit Tropik
Dosen Pembimbing: dr. M. Sakundarno Adi, MSc

Disusun Oleh Kelompok 5 :

Hafidzoh Najwati 25010113120189
Evrilda Andani Putri 25010113120183
Rizka Inunggita 25010113140231
Hana Fitria Azizah 25010113120065
Nita Dwilestari 25010115183002
Arini 25010115183009
Khasanah Budi Rahayu 25010113130401

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2016

Daftar Isi

Daftar Pustaka 2
Pengertian Penyakit Tropik 3
Penggolongan/Klasifikasi Penyakit Tropik 4
Pentingnya Mengerti Tentang Penyakit Tropik 10
Daftar Pustaka 11

Penyakit tropik merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi di daerah yang beriklim tropis maupun subtropis. Tidak hanya di Indonesia, tetap hampir di semua negara miskin dan berkembang, penyakit tropik ini dapat mewabah dengan cepat dan menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya angka morbiditas dan mortalitas.
Perubahan iklim dan pemanasan global dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan meningkatnya insiden penyakit tropis. Peningkatan suhu udara dunia berperan dalam penyebaran penyakit tropis dan vektor penyakit. Beberapa penyakit tropis yang dimaksud antara lain : diare, kaki gajah, lepra, DBD, malaria, flu, TBC, hepatitis dan penyakit jamur.
Istilah dan pengertian Tropical Medicine diperkenalkan oleh orang-orang Barat (baca: Utara) ketika mereka pertama kali datang di daerah iklim panas, di sekitar khatulistiwa (keerkringen). Mereka menyaksikan alam di sini sebagai sesuatu yang berbeda dan khas dibandingkan dengan keadaan alam di negeri mereka. Mereka juga mengamati adanya penyakit-penyakit yang diderita oleh penduduk atau oleh beberapa dari mereka yang ada di sini yang mereka sangka penyakit aneh dan tidak pernah mereka saksikan di negeri mereka. Citra tentang penyakit tropik diindentifikasi sebagai penyakit dengan konotasi negatif, seperti yang berhubungan dengan sanitasi jelek, gizi jelek, higiene jelek, kebiasaan jelek dan penyakit menular yang berbahaya. Karena itu mereka sudah sejak awalnya berpendapat bahwa penyakit di daerah panas ini ganjil (exotic) dan perlu diklasifikasikan tersendiri sebagai penyakit tropik, dan mereka yang ingin atau terpaksa tinggal di daerah tropik (seperti tentara Kolonial), sebaiknya bersikap preventif dan menghindar dari penyakit dan penduduk sedapat mungkin. Dalam suasana penjajahan maka riset yang berlangsung selama seratus enam puluh empat tahun sejak dibentuk organisasi ilmiah pertama yaitu Bataviaasch Genootschap van Kunsten en weten schappen, ditujukan khusus untuk kepentingan Pemerintah Kolonial. Ini berarti bahwa riset dikendalikan guna membantu perkembangan sistem ekonomi kolonial, politik dan sumber kekayaan bagi penguasa kolonial.
Dengan adanya sarana perhubungan lalu lintas yang modern dan cepat yang menghilangkan kendala batas dan waktu bagi pergaulan global yang lebih erat, yang berakibat bertambah besarnya jumlah orang asal daerah iklim sedang yang berkunjung maupun yang tinggal untuk beberapa waktu yang lama (Penang Dunia ke II), maka penyakit tropik memperoleh arti yang lebih besar dalam sejarah kedokteran dari pada sebelumnya. Visi dan sikap mereka berubah dalam tahap perkembangan penyakit tropik, peneliti-peneliti mendapat kesimpulan bahwa penyakit tropik tidaklah mengerikan sebagai yang mereka sangka sebelumnya, penyakit-penyakit ini sebetulnya tidak seluruhnya asli (original) daerah tropik, tapi penyakit-penyakit tersebut juga didapati pada daerah-daerah dengan iklim sedang, namun frekuensi maupun manifestasinya yang berlainan. Perbedaan frekuensi dan manifestasi ini ada kaitannya dengan faktor ekonomi, iklim serya bangsa atau ras setempat.

Penyakit Tropik dibagi menjadi tiga klasifikasi yaitu :
A. Penggolongan Penyakit Tropis

Penyakit tropis dibagi kedalam 2 kelompok yaitu:
1. Penyakit infeksius
Penyakit yang disebabkan oleh organisme pathogen seperti parasit, jamur, bakteri dan virus yang dapat menular dari satu inang ke inang lainnya melalui air, sentuhan langsung antar inang perantara, peralatan danaktifitas manusia (Rodriguez dan Moullac, 2000). Penyakit infeksius dibagi kedalam 2 bagian yaitu:
a. Penyakit Infeksius berdasar Organisme Penyebab :
1. Penyakit Infeksi oleh Bakteri
TBC, difteria, pertusis, tetanus neonatorum, demam tifoid, kusta, pes, antraks, leptospirosis
2. Penyakit Infeksi oleh Virus
DBD, chikungunya, campak, hepatitis, rabies, HIV-AIDS, varisela, flu burung, SARS, polio
3. Penyakit Infeksi oleh Parasit
malaria, cacing, filariasis
b. Penyakit Infeksius berdasar Sifat :
1. Penyakit infeksi yang biasa dijumpai :
TBC, Malaria, Diare, ISPA (Infeksi Saluran pernafasan Akut)
2. NTD : Neglected Tropical Diseases
Penyakit yang relatif sudah jarang, tetapi belum terbasmi secara tuntas Kusta, filariasis (kaki gajah), schistosomiasis (cacingan), frambusia/patek (penyakit kulit akibat bakteri)

3. Kelompok penyakit baru :
Flu babi (H1N1), Flu Burung (H5N1)
2. Penyakit Non Infeksius
Penyakit yang disebabkan oleh gangguan non pathogen seperti nutrisi, racun dan penanganan (Murdjanil, 2002)
Penyakit Tropis Infeksius, berdasarkan Organisme Penyebab :
1. Penyakit infeksi yang disebabkan oleh Bakteri:
Contoh penyakit yang disebabkan oleh Bakteri : TBC, Difteri, Pertusis, Tetanus Neonatorum, Demam Tifoid, Kusta, Pes, Antraks, Leptospirosis. Bakteri mengandung informasi genetik dan banyak peralatan yang diperlukan untuk menghasilkan energi dan bereplikasi secara independen. Beberapa bakteri, namun hanya dapat mereproduksi ketika tumbuh di dalam sel, dari mana mereka berasal nutrisi yang dibutuhkan. Beberapa penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri antara lain:
1. TBC (Tuberculosis)
Penyebabnya adalah Mycobacterium tuberculosis dan M. Bovis. Ditularkan lewat udara saat pasien batuk atau percikan ludah.
2. Difteri
Difteri adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh corynebacterium diphteriae yang berasal dari membrane mukosa hidung dan nasofaring, kulit dan lesi lain dari orang yang terinfeksi
Pencegahan:
• Bayi = imunisasi DPT (difteria, pertusis dan tetanus)
• Anak usia SD = vaksin DT (difteria, tetanus)
3. Pertusis
Pertusis merupakan penyakit infeksi saluran nafas akut = batuk rejan (anak). Penyebabnya adalah Bordetella pertussis (haemophilus pertussis). Penularan melalui droplet. Pencegahan dengan imunisasi.
4. Tetanus Neonatorum
Tetanus Neonatorum merupakan penyakit kekakuan otot (spasme) yang disebabkan oleh eksotoksin dari Clostridium tetani. Penularan melalui luka dalam akibat kecelakaan, tertusuk, operasi, karies gigi, radang telinga tengah, dan pemotongan tali pusat.
Pencegahan:
• Imunisasi aktif dengan toksoid
• Perawatan luka (dengan hidrogen peroksida)
• Persalinan yang bersih
5. Demam Tifoid
Demam Tifoid adalah infeksi akut pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Penularan melalui air dan makanan. Pencegahan: kebersihan makanan dan minuman, sanitasi lingkungan.
6. Kusta
Penyakit kusta adalah penyakit kronik yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae yang terjadi pada kulit dan saraf tepi. Manifestasi klinis dari penyakit ini sangat bervariasi dengan spektrum yang berada diantara dua bentuk klinis yaitu lepromatosa dan tuberkuloid.
7. PES
PES merupakan penyakit pada rodensia akibat terinfeksi Yersinia pestis. Penularan: tikus liar yg mengigit pinjal atau langsung manusia, manusia yg terinfeksi digigit pinjal, droplet.
Pencegahan:
• Menempatkan kandang ternak di luar rumah
• Merekonstruksi rumah
• Membuat ventilasi
• Melapisi lantai dengan semen
• Melapor ke puskesmas bila banyak tikus mati
8. Antraks
Antraks merupakan penyakit yang disebabkan oleh Bacillus anthracis pada binatang ternak/buas.
Penularan:
• Kontak dengan kulit manusia yg lesi, lecet/abrasi
• Mengkonsumsi daging yang terkontaminasi
• Menghisap spora di kandang hewan
• Digigit serangga yang baru menggigit hewan infektif
9. Leptospirosis
Leptospirosis merupakan infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans.
Penularan:
• Kontak dengan air, tanah dan lumpur yang tercemar bakteri
• Kontak dengan organ, darah dan urin hewan terinfeksi
• Mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi

2. Penyakit Infeksi yang disebabkan oleh virus
Contoh Penyakit Infeksi yang disebabkan oleh virus: DBD, Chikungunya, Campak, Hepatitis, Rabies, Flu Burung, SARS, Polio. Virus adalah agen menular yang umumnya hanya terdiri dari materi genetik ditutupi oleh shell protein. Mereka hanya meniru dalam sel, yang menyediakan mesin sintetis yang diperlukan untuk menghasilkan partikel virus baru. Beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus antara lain:
1. Demam berdarah dengue (DBD)
Demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue dari kelompok Arbovirus B yang disebarluaskan oleh artropoda. Vektor utama nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus
Pencegahan:
a. Pembersihan jentik
• program pemberantasan sarang nyamuk (PSN)
• larvasidasi
• menggunakan ikan (ikan kepala timah, capung, sepat)
b. Pencegahan gigitan nyamuk
• menggunakan kelambu
• menggunakan obat nyamuk
• penyemprotan

2. Chikungunya
Chikungunya merupakan penyakit yang mirip dengan demam dengue yang disebabkan oleh virus chikungunya dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes africanus.
3. Campak
Angka kesakitan campak di Indonesia tercatat 30.000 kasus per tahun. Penyebabnya virus campak (Morbillivirus). Penularan melalui droplet di udara oleh penderita sejak 1 hari sebelum timbulnya gejala klinis sampai 4 hari sesudah ruam.
4. Hepatitis A
Hepatitis A adalah penyakit radang hati yang disebabkan oleh virus hepatitis (Picornavirus) Ditularkan melalui makanan-minuman yang terinfeksi, hubungan seksual.
5. Rabies
Rabies adalah penyakit yang menyerang susunan saraf pusat. Penyebab: virus yang berfamili Rhabdovirus. Ditularkan melalui anjing, kucing dan monyet.
6. HIV/AIDS
AIDS adalah suatu kumpulan gejala penyakit kerusakan sistem kekebalan tubuh. Penyakit ini bukan bawaan tapi hasil penularan, yang disebabkan oleh virus HIV.

Penularan:
Cairan tubuh (darah, cairan genital, ASI), Ibu hamil, jarum suntik, transfusi darah dan hubungan seksual.

Pengobatan:
• Pengobatan suportif
• Penanggulangan penyakit oportunistik
• Pemberian antivirus
• Penangulangan dampak psikososial
Pencegahan:
• Hindari hubungan seksual dg penderita AIDS, pasangan berganti-ganti & pecandu narkotik suntik
• Memberikan tranfusi darah hanya yg perlu
• Memastikan alat suntik steril
7. Varisela
Varisela adalah infeksi virus akut yang ditandai dengan adanya vesikel pada kulit yang sangat menular = chicken pox, cacar air, varisela zoster. Disebabkan oleh Herpesvirus varicellae atau Human (alpha) herpes virus-3. Penularan melalui kontak langsung (cairan vesikel) dan droplet.
8. Flu Burung
Penyebabnya virus Al (Orthomyxoviridae). Penularan: udara dan skskret (kotoran, urin, ingus) unggas yang terinfeksi.
Pencegahan:
• Peternak: gunakan masker, baju khusus, kacamata di peternakan, batasi jumlah orang yang masuk, desinfeksi orang, kendaraan, alat dan isolasi kandang & kotoran
• Masyarakat umum: pilih daging yang segar, masak daging min 80°C, telur 65°C, jaga kesehatan dan ketahanan tubuh.
9. SARS
SARS atau Severe acute respiratory syndrome/sindrom pernafasan akut berat adalah sindrom akibat infeksi virus paru yang mendadak dengan gangguan pernafasan. Penyebabnya adalah Paramyxovirus. Penularan: melalui droplet pasien yg terinfeksi.
Pencegahan:
• Mencegah penularan melalui udara, droplet
• Menggunakan masker buat penderita
• Perawatan penderita di ruang isolasi
10. Polio
Polio adalah penyakit akut yang menyerang sistem syaraf perifer karena virus polio (enterovirus). Ditularkan antar manusia melalui rute oro-fekal, sekret faring.
3. Penyakit Infeksi yang disebabkan oleh Parasit
Contoh Penyakit Infeksi yang disebabkan oleh Parasit: Malaria, Kecacingan, Filariasis. Parasit adalah organisme yang hidup di dalam atau pada organisme lain, tuan rumah, pada biaya yang mereka memperoleh beberapa keuntungan seperti makanan. Kelompok ini mencakup protozoa patogen (organisme bersel tunggal yang lebih kompleks daripada bakteri) dan cacing (organisme multisel sering disebut sebagai cacing). Beberapa penyakit yang disebabkan oleh parasit antara lain:
1. Malaria
Malaria disebabkan oleh parasit sporozoa (Plasmodium) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles betina infektif.
2. Kecacingan disebabkan Cacing tambang: Necator americanus, Ancylostoma duodenale dan Ancylostoma ceylonicum, Cacing gelang: Ascaris lumbricoides.
3. Filariasis
Filariasis adalah penyakit akut yang menyerang sistem syaraf perifer karena virus polio (enterovirus) Ditularkan antar manusia melalui rute oro-fekal, sekret faring.

Alasan mengapa penyakit tropik perlu dipahami dan dimengerti adalah sebagai berikut:

Wilayah geografis Indonesia terletak di dekat garis khatulistiwa, sehingga memiliki 2 musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Perubahan iklim di Indonesia mengakibatkan meluasnya penyebaran berbagai jenis penyakit, seperti penyakit yang ditularkan melalui vektor borne diseases, water borne diseases, dan air borne diseases. Oleh karena itu, ilmu mengenai penyakit tropik perlu dipelajari dan dipahami guna mengupayakan pencegahan dan penanggulangan penyebaran berbagai jenis penyakit tropis.
Pentingnya mempelajari penyakit tropik karena kita hidup di wilayah tropis sehingga memiliki risiko lebih besar untuk terkena atau terinveksi berbagai macam penyakit yang berkembang di wilayah kita. Selain itu adanya globalisasi yang mengakibatkan berubahnya iklim dan cuaca mengakibatkan perubahan pula pada pola persebaran dan perkembangan penyakit di dunia. Penyakit yang tadinya endemis atau menetap hanya di beberapa daerah tertentu dapat menyebar ke daerah lain bahkan negara dan benua lainnya. Oleh karena itu penting bagi masyarakat terutama kita sebagai orang Public Health untuk memahami dan mempelajari penyakit tropik agar kita dapat melakukan pencegahan dan pengendalian terhadap penyakit-penyakit yang ada dan berkembang di daerah tropis.
Alasan prntingnya mempelajari peyakit Tropik :
1. mengetahui bermacam-macam agen infeksius yang dapat menginfeksi manusia, dalam hal morfologi, sifat karakteristik, daur hidup dan habitatnya.
2. Mengetahui penyakit-penyakit yang berhubungan dengan daerah tertentu/tropik
3. Mengetahui jalur masuk agen infeksius ke dalam tubuh manusia.
4. Mengetahui patofisiologis dan pathogenesis dari penyakit mulai dari masuknya agen infeksius sampai dengan munculnya gejala klinis.
5. Mengetahui komplikasi yang dapat terjadi oleh karena penyakit berjalan lanjut.
6. Mengetahui cara pencegahan dan penanggulangan penyakit untuk mencegah timbulnya kejadian kesakitan dan mencegah penyebaran penyakit di masyarakat
7. Mengetahui penatalaksanaan dari penyakit infeksi (cara pencegahan, pengobatan, perawatan, dan rehabilitasi serta follow up) untuk dapat menurunkan resiko kematian pada kasus .

Daftar Pustaka :

Widoyo. 2005. Penyakit tropis, epidemiologi, penularan, pencegahan dan pemberantasannya, Jakarta :Penerbit Erlangga.
Farin Wahyu Rachman. Penyakit Tropis. https://www.academia.edu/9330819/PENYAKIT_TROPIS. Diakses tanggal 24 Februari 2016.
DAMPAK_PERUBAHAN_IKLIM_TERHADAP_KESEHATAN_SEBUAH_SURVEI_TERBARU_PENELITIAN_KUANTITATIF_The_Health_Effects_of_Climate_Change_A_Survey_of_Recent_Quantitative_Research_ http://www.academia.edu/2554204/ Diakses tanggal 24 Februari 2016.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *