Dari semua pantai intertidal, pantai berbatu yang tersusun dari bahan yang keras merupakan daerah yang padat mikroorganismenya dan mempunyai keragaman terbesar baik untuk spesies hewan maupun tumbuhan.  Keadaan ini berlawanan dengan penampilan pantai berpasir dan pantai berlumpur yang hampir tandus.  Populasi yang padat dan keragamantopografi, serta banyaknya species di pantai berbatu ini telah mempesonakan para ahli biologi laut dan ekologi laut.

Zonasi
Adapun pembagian zona untuk pantai berbatu terdiri atas pembagian secara horizontal dan pembagian secara vertikal.

Zona Horizontal, ini tersusun secara tegak lurus mulai dari permukaan pasang turun terendah (low tide) sampai kedaratan yang sebenarnya (high tide).
Zona vertikal, pada zona intertidal berbatu amat beragam, bergantung pada kemiringan permukaan berbatu, kisaran pasng-surut, dan keterbukaannya terhadap gerakan ombak.
Oleh Stephenson dan Stephenson (1949) mengusulkan suatu skema universal untuk pantai berbatu.  Skema ini dibagi atas:
  1. Tepi Supralitoral,batas atasnya adalah zona untuk teritip (orgisme penempel) dan meluas ke batas atas untuk siput dari genus Littorina.  Bagian dari zona ini dapat dicapai oleh pasang purnama (Full Moon), akan tetapi lebih dominan oleh gelombang yang pecah di pesisir.  Di atas zona ini adalah zona supralittoral daratan.
  2. Zona Midlittoral, adalah zona yang paling luas, batas teratasnya bertepatan dengan batas teratasnya dari zona teritip sedangkan batas bawahnya ditempati oleh jenis Laminaria yang mencapai penyebaran yang paling tinggi.
  3. Tepi infralitoral, membentang dari pasang surut terendah sampai batas atas dari kebun kelp (adalah sejenis tumbuhan air yang banyak hidup di zona intertidal).
Penyebab adanya Zonasi.
  1. Faktor Fisik, yang terdiri dari pasang surut, suhu (penyebab kekeringan), Sinar matahari.
  2. Faktor Biologis, yang utama adalah persaingan, pemangsaan dan grazing (herbivor)
Pantai : Pengertian dan Tipe
Wilayah pantai adalah:
Daerah pertemuan antara darat dan laut; ke arah darat wilayah pantai meliputi bagian daratan, baik kering maupun terendam air, yang masih dipengaruhi oleh sifat-sifat fisik laut seperti pasang surut, angin laut serta perembesan air asin; sedangkan ke arah laut wilayah pantai mencakup bagian laut yang masih dipengaruhi oleh proses alami yang terjadi di daratan seperti sedimentasi dan aliran air tawar, maupun kegiatan yang disebabkan oleh kegiatan manusia di daratan seperti penggundulan hutan dan pencemaran”.
Tipe-tpe pantai:
Pantai merupakan kawasan yang selalu berubah.  Perubahan ini disebabkan oleh proses pengendapan dari padatan-padatan yang berada dalam badan air, proses pengikisan (abrasi), dan transportasi sedimen dari suatu tempat ke tempat yang lain.  Perilaku pantai tersebut sangat erat kaitannya dengan parameter lingkungan yang bekerja di wilayah itu, seperti gelombang, arus pantai, pasang surut, maupun angin.
Tipe-tipe pantai yang ditemui adalah:
  1. Pantai Berbatu.  Pantai ini terbentuk dari batu granit dari berbagai ukuran tempat ombak pecah.  Umumnya pantai berbatu terdapat bersama-sama atau berseling dengan pantai berdinding batu.  Kawasan ini paling padat makroorganismenya, dan mempunyai keragaman fauna meupun flora yang paling besar.  Tipe pantai ini banyak ditemui di selatan jawa, Nusa tenggara dan Maluku.
  2. Pantai Berpasir.  Pantai ini dapat ditemui di daerah yang jauh dari pengaruh sungai besar, atau dipulau kecil yang terpencil.  Makroorganisme yang hidup disini tidak sepadat dikawasan pantai berbatu, dan karena kondisi lingkungannya organisme yang ada cenderung menguburkan dirinya ke dalam substrat.  Kawasan ini lebih banyak dimanfaatkan manusia untuk berbagai aktivitas rekreasi.
  3. Pantai Berlumpur.  Perbedaan antara tipe pantai ini dengan tipe pantai sebelumnya teretak pada ukuran butiran sedimen (substrat).  Tipe pantai berlumpur mempunyai ukuran butiran yang paling halus.  Pantai berlumpur terbentuk disekitar muara-muara sungai, dan umumnya berasosiasi dengan estuaria.  Tebal endapan lumpurnya dapat mencapai 1 meter atau lebih.  Pada pantai berlumpur yang amat lembek sedikit fauna maupun flora yang hidup disana.  Perbedaan yang lain adalah gelombang yang tiba di pantai, dimana aktivitas gelombangnya sangat kecil, sedangkan untuk pantai yang lain kebalikannya.
  4. Pantai Berkarang.  Pantai jenis ini terbentuk dari rumah/cangkang yang dibangun oleh hewan laut yang disebut Acropora, Fungia dan Porites (dalam Filum Coelenterata).  Ataupun oleh tumbuhan laut yang disebut dengan Halimeda dan Lithohamnion. Koloni terumbu karang ini merupakan ekosistim yang khas di daerah tropis.  Untuk selanjutnya akan dibahan dalam bagian berikut tentang Ekosistim Terumbu Karang atau Coral Reef. 

Comments