Tinjauan Mutu Fisik Tablet

Keseragaman Bobot

Jika ditimbang satu persatu, tidak boleh lebih dari dua tablet yang masing-masing bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih besar dari harga yang ditetapkan pada kolom A, dan tidak satu tablet pun yang bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih dari harga yang ditetapkan kolom B (Departemen Kesehatan RI, 1979).

Tabel II.4 Persyaratan Penyimpangan Bobot (Departemen Kesehatan RI, 1979)
Bobot rata-rata Penyimpangan bobot rata-rata (%)
A B
25 mg atau kurang 15 30
26 mg sampai dengan 150 mg 10 20
151 mg sampai dengan 300 mg 7,5 15
Lebih dari 300 mg 5 10

Kekerasan Tablet
Kekerasan tablet adalah kekuatan untuk menghancurkan tablet. Ditentukan oleh besarnya tenaga yang diperlukan untuk memecah tablet dalam uji kompresi diametrik. Tablet harus mempunyai kekuatan atau kekerasan tertentu serta tahan atas kerapuhan agar dapat bertahan terhadap berbagai guncangan mekanik pada saat pembuatan, pengepakan, pengiriman, dan perlakuan berlebihan oleh konsumen (Banker & Anderson, 1986).
Tablet juga harus cukup keras selama pengangkutan, penyimpanan, dan sampai saat digunakan, tidak boleh retak atau pecah karena akan mengurangi bobot tablet, tetapi juga tidak boleh terlalu keras karena akan mempengaruhi pelepasan obat dalam tubuh. Kekerasan tablet yang dikompresi lazimnya berkisar antara 4-8 kg (Lachman, 1994).
Kerapuhan Tablet
Mengukur besarnya kerapuhan tablet juga merupakan salah satu faktor dalam penentuan kekuatan tablet. Uji kerapuhan tablet ini menggambarkan kekuatan tablet yang berhubungan dengan kekuatan partikel pada bagian tepi atau permukaan tablet. Penentuan kerapuhan tablet dilakukan dengan menggunakan alat friabilator yang diputar pada kecepatan 25 rpm sebanyak 100 putaran. Sebelum dimasukkan ke dalam alat, tablet ditimbang terlebih dahulu dan setelah diputar tablet tersebut dibersihkan dan ditimbang ulang. Menurut (Lachman, 1994) kerapuhan tablet yang memenuhi syarat bila lebih kecil dari 0,5% sampai 1 %. Tablet yang mempunyai kerapuhan lebih besar dari 1% dianggap kurang baik (Banker dan Anderson, 1986).

F (kerapuhan) = (W1-W2)/W1xl00%
Keterangan : W1 = bobot mula – mula dari 10 tablet
W2 = bobot setelah pengujian
Waktu Hancur
Waktu hancur tablet ini bertujuan agar komponen obat dapat diabsorbsi dalam saluran pencernaan. Oleh karena itu tablet harus hancur dan melepaskan obatnya dalam cairan tubuh. Waktu hancur tablet yang baik adalah sekitar 15 menit, untuk tablet bersalut gula dan selaput memiliki waktu hancur yang baik sekitar 60 menit (Departemen Kesehatan RI, 1995).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *