Tenaga kerja pertanian adalah salah satu faktor produksi yang utama dalam suatu proses  produksi. Kegiatan proses produksi yang bersifat musiman, selalu dicirikan dengan fluktuasi tenaga kerja, dimana pada saat kegiatan tertentu dapat terjadi peak labor (Makhijani, 1975 dalamRusdi, 2000).

Moens (1975) dalam Yunus 1988) mengatakan bahwa manusia sebagai sumber tenaga pertanian kapasitasnya terbagi dalam tiga kategori yaitu, kapasitas mental yaitu kemampuannya untuk mengolah informasi menjadi keputusan ; kapasitas prospektif yaitu kemampuannya mengumpulkan informasi; kapasitas fisik : tenaga fisik dan ketahanan fisik untuk melaksanakan tugas-tugas fisik.