Anak yang sedang tumbuh dan berkembang sangatlah memerlukan pembentukan dan pembinaan oleh orang tua dan orang dewasa lainnya.
  
”Muliakanlah oleh mu anak-anakmu dan perbaguslah adabnya”.
                       
Hadist tersebut di atas menyebutkan bahwa, orang tua agar senantiasa mendidik dan membentuk anak-anaknya. Karena orang tua dalam keluarga adalah orang yang bertanggung jawab terhadap anak-anaknya baik moril maupun materil, khususnya tentang pendidikan.
Sebagaimana disampaikan oleh Daud Yoesoef dalam pidatonya pada tanggal 2 Mei 1980, sebagai berikut : ”Tanggung jawab orang tua di dalam menangani pendidikan jelas jauh lebih besar dari pada tanggung jawab pemerintah maupun tanggung jawab masyarakat sebab anak didik melewatkan sebagaian terbesar waktunya bersama orang tuanya dirumah”.8
Berdasarkan kutipan diatas jelaslah tanggung jawab orang tua dalam pendidikan adalah lebih besar dibandingkan dengan pemerintah dan masyarakat. Sehingga dapat kita lihat dewasa ini betapa mendalamnya pengertian dan perhatian orang tua terhadap pendidikan. Hal ini berarti telah ada kemajuan dalam bidang pendidikan, bahwa keluarga telah berlomba-lomba berusaha agar anggota keluarganya sedapat mungkin memiliki pendidikan sesuai dengan kemampuannya.
Selain itu lingkungan masyarakat juga memiliki peran yang sangat penting. Masyarakat juga merupakan lembaga pendidikan yang dapat menunjang pembangunan bangsa dimana di dalamnya mencakup nilai-nilai kebiasaan atau norma-norma yang sangat besar pengaruhnya terhadap pendidikan yang telah diusahakan keluarga dan sekolah. Oleh karena itu masyarakat harus dapat menciptakan lingkungan yang dapat membantu keberhasilan pendidikan anak.
Disinilah letak tanggung jawab masyarakat dalam ikut melaksanakan pembangunan pendidikan, dan pembentukan kebiasaan yang berlaku di dunia masyarakat itu tinggal. Dengan demikian tanggung jawab pendidikan bagi anak adalah semua unsur, yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.
Dapus
7 Z.A. Ahmad, Ibid, Jakarta, 1952, hal. 54
8 Daud Yoesoef, Pidato, 2 Mei 1980