PENDAHULUAN

Untuk mencegah degradasi lahan yang cenderung terus meningkat maka perlu dilakukan upaya-upaya perbaikan dan pencegahan terhadap lahan kritis dan potensial kritis tersebut. Terhadap lahan kritis perlu dilakukan upaya rehabilitasi dan terhadap lahan potensial kritis yang lahannya masih baik dan perlu dilakukan upaya pencegahan kerusakan agar lahan tersebut dapat berfungsi secara optimal sebagai media pengatur tata air dan produksi. Untuk mencapai keadaan tersebut maka perlu dilakukan upaya konservasi tanah.
Erosi merupakan suatu kejadian yang tidak asing lagi di telinga kita. Erosi bisa diakibatkan oleh dua buah faktor yaitu oleh faktor alam (angin, air dan oleh faktor manusia yaitu karena adanya campur tangan mausia itu sendiri. Kondisi kerusakan hutan dan lahan di Indonesia saat ini telah menjadi keprihatinan banyak pihak baik secara nasional maupun internasional. Fenomena degradasi sumberdaya hutan dan lahan terus meningkat baik kualitas maupun kuantitasnya. Data terakhir mengindikasikan bahwa kawasan hutan dan lahan yang mengalami kerusakan lebih dari 43 juta hektar, dengan laju deforestasi sebesar 1,6 juta sampai 2 juta ha per tahun. Kerusakan hutan dan lahan tersebut telah mengakibatkan bencana alam yang besar, bahkan pada akhir-akhir ini kecenderungannya semakin meningkat, khususnya banjir, tanah longsor dan kekeringan. Bencana tersebut telah menimbulkan kerugian nasional yang besar berupa kerusakan infrastruktur, berbagai asset pembangunan serta terganggunya tata kehidupan masyarakat.
Adapun sasaran pembuatan bangunan koservasi tanah meliputi beberapa baangunan yaitu:
1. Pengendali jurang (gully pulg)
2. Embung
3. Sumur resapan Air
4. Dam Penahan
5. Dam Pengendali
Kegiatan pembuatan bangunan konservasi tanah secara umum bertujuan untuk mengendalikan sedimen, erosi, limpasan air permukaan (surface run off) dan banjir. Jenis bangunan konservasi tanah meliputi dam pengendali, dam penahan, pengendali jurang (gully plug), sumur resapan, strip rumput (grass barrier). Adapun dalam makalah ini yang akan dibahas adalah mengenai Sumur Resapan. Adapun maksud dan tujuannya, spesifikasi ini adalah untuk dipakai sebagai acuan bagi perencanaan dalam pembuatan sumur resapan air hujan yang digunakan di lahan pekarangan terkedapkan sedangkan tujuan dari Spesifikasi ini adalah untuk digunakan bagi perencanaan dalam memilih bentuk, ukuran, bahan bangunan dan konstruksi sumur resapan air hujan yang diterapkan di lahan pekarangan terkedapkan untuk mengurangi limpasan permukaan yang sangat berlebihan/banjir sekaligus untuk penambahan potensi air tanah.

PEMBAHASAN

Pengertian
Yang dimaksud dengan sumur resapan adalah sarana untuk penampungan dan meresapkannya ke dalam tanah.
Ruang Lingkup
Spesifikasi ini memuat pengertian dan persyaratan teknis sumur resapan khusus untuk air hujan pada lahan pekarangan

PERSYARATAN TEKNIS
Bentuk dan Ukuran Sumur adalah sebagai berikut :
1. Sumur resapan air hujan berbentuk segi empat atau lingkaran;
2. Ukuran minimum sisi penampang atau diameter adalah 0,8 meter;
3. Ukuran maksumum sisi penampang atau diameter adalah 1,4 meter;
4. Ukuran pipa masuk diameter 110 mm;
5. Ukuran pipa pelimpah diameter 110 mm;
6. Ukuran kedalaman maksimum dapat dilihat pada table 1.

TABEL 1
UKURAN KEDALAMAN DAN TIPE KONSTRUKSI
KEDALAMAN TIPE KONSTRUKSI
KEDALAMAN
TIPE KONSTRUKSI
. Maksimum 1,5 m
I
. Maksimum 3 m
II
. Maksimum muka air tanah
IIIa, IIIb, IIIc

Bahan Bangunan
Bahan bangunan yang dapat digunakan untuk konstruksi sumur resapan air hujan dapat dipilih dari daftar seperti tercantum dalam table 2.

TABEL 2
ALTERNATIF PEMAKAIAN BAHAN BANGUNAN
UNTUK KONSTRUKSI SUMUR RESAPAN AIR HUJAN

 

KOMPONEN/BAHAN BANGUNAN
PENUTUP
SUMUR
DINDING
SUMUR
BAGIAN
ATAS
DINDING
SUMUR
BAGIAN
BAWAH
BAHAN
PENGISI
SUMUR
·        Plat Beton bertulang, tebal 10 cm, campuran 1 PC : 2 Psr : 3 Krl
·                      Plat beton tidak bertulang, tebal 10 cm, Camp. 1 PC:2Psr:3Krl berbentuk cubung (tanpa beban di atas)
·                      Timbunan tanah dan plastic tebal >15 cm
·                      Ferocement
·                      Dinding bata merah, batu cetak batako campuran spesi 1 PC:5Psr, tidak diplester tebal ½ bata
·                      Pipa Beton
·                      Tanpa penguat dinding
·                      Ijuk
·                      Pipa beton bertulang
·                      Batu kali ukuran 20 cm seragam
·                      Puing batu merah ukuran ¼ batu bersih dari serpihan adukan dan bahan organik
â
â
â
â
â
â
â
â
â
â
â
â
â
â

PERENCANAAN TEKNIS SUMUR RESAPAN
Penyusunan Rancangan
Rancangan sumur resapan berisi antara lain:
a. kondisi/keadaan ekonomi masyarakat
b. kondisi fisik sekitar lokasi
c. mamfaat sumur resapan
d. Bestek/gambar-gambar rancangan sumur resapan
e. Rincian kebutuhan biaya
f. Jadwal pelaksanaan pembuatan sumur resapan
g. Lembar sunlaisah (disusun oleh kepala sud dinas yang membidangi kehutanan, dinilai oleh kepala BPDAS dan disahkan oleh kepala dinas kabupaten/kota yang membidangi kehutanan).

PELAKSANAAN
1. Pelaksanaan Lapangan
a. penyiapan rancangan pembuatan sumur resapan
b. pembersihan lapangan
c. pengukuran daerah tangkapan air yang airnya akan ditampung oleh sumur resapan
d. pemberian tanda tempat talang dan saluran air, diameter sumur, bak control dan saluran pelimpasan
2. Pembuatan sumur resapan
a. pemggalian sumur sesuai ukuran
b. pembuatan dinding sumur dan bak control
c. pembuatan guludan pembatas aliran air
d. pengisian bahan pelengkap sumur
e. penutup sumur