Sumberdaya Ikan Pelagis Besar | Tuna merupakan anggota famili Scombridae. Dilihat dari ukurannya,terdapat dua jenis tuna yang biasa dijumpai di Indonesia yaitu kelompok tuna besar dan tuna kecil. Beberapa jenis tuna besar yang selama ini banyak dijumpai adalah tuna sirip kuning (Thunnus albacares), tuna mata besar (Thunnus obesus), albakora (Thunnus alalunga) dan tuna sirip biru selatan (Thunnus maccoyii). Selain itu ada jenis tuna yang berukuran relatif kecil yang terdiri dari cakalang (Katsuwonus pelamis) dan tongkol (Auxis sp.). Tuna merupakan ikan perenang cepat dan hidup bergerombol membentuk schooling, terutama pada waktu mencari makan. Tuna mampu berenang dengan kecepatan hingga 50 km/jam, karena kecepatan renangnya yang relatif tinggi inilah menyebabkan tuna memerlukan ruang gerak yang luas.

Beberapa jenis tuna bahkan melakukan migrasi melintasi samudera dan mencirikannya sebagai highly migratory species. Nakamura (1969) menyatakan bahwa penyebaran tuna tidak dipengaruhi perbedaan garis bujur (longitude) maupun oleh perbedaan garis lintang (latitude). Di samudera Hindia dan Atlantik, tuna menyebar antara garis lintang 40o LU dan 40o LS (Collette and Nauen, 1983). Ikan tuna termasuk dalam keluarga Scrombidae, tubuh seperti cerutu, mempunyai dua sirip punggung, sirip depan yang biasanya pendek dan terpisah dari sirip belakang, mempunyai jari-jari sirip tambahan (finlet) di belakang sirip punggung dan sirip dubur. Sirip dada terletak agak ke atas, sirip perut kecil, sirip ekor berbentuk bulan sabit (Saanin 1984). Tuna digunakan sebagai nama grup dari beberapa jenis ikan yang terdiri dari, tuna besar (yellowfin tuna, bigeye, southern bluefin tuna, albacore) dan ikan mirip tuna (tuna-like species), yaitu marlin, sailfish, dan swordfish (Kementerian Kelautan dan Perikanan 2005).

Klasifikasi ikan tuna (Saanin 1984 dan FAO 2011) adalah sebagai berikut:

Filum               : Chordata

Subfilum         : Vertebrata

Kelas               : Teleostei

Subkelas          : Actinopterygi

Ordo                : Perciformes

Subordo          : Scombridae

Famili              : Scombridae

Genus               : Thunnus

Spesies              : Thunnus obesus (big eye tuna, tuna mata besar)

  1. alalunga (albacore, tuna albacore)
  2. albacares (yellowfin tuna, madidihang)
  3. tonggol (longtail tuna, tuna ekor panjang)
  4. macoyii (southern bluefin tuna, tuna sirip biru selatan)
  5. thynnus (northern bluefin tuna, tuna sirip biru utara)
  6. atlanticus (blackfin tuna, tuna sirip hitam)

Migrasi jenis ikan tuna di perairan Indonesia merupakan bagian dari jalur migrasi tuna dunia karena wilayah Indonesia terletak pada lintasan perbatasan perairan antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Migrasi kelompok tuna yang melintasi wilayah perairan pantai dan teritorial terjadi karena perairan tersebut berhubungan langsung dengan perairan kedua samudera.

Tuna Sirip Kuning (Yellowfin Tuna)

Tuna sirip kuning kuning adalah spesies oseanik yang ditemui dibawah dan diatas termoklin, pada suhu 18-31°C. Distribusi vertikal mereka nampak dipengaruhi oleh struktur panas dari kolom air, seperti yang ditunjukkan pada korelasi antara mudah tertangkapnya ikan oleh purse seine, kedalaman dari mixed  layer, dan kekuatan dari gradien suhu pada termoklin. Banyak dari mereka umumnya ditemui di bagian atas dari kedalaman 100 meter pada kolom air di area dimana cukup oksigen. Dibawah termoklin kandungan oksigen sangat rendah biasanya dibawah 2 ml/l sehingga ikan perenang cepat ini jarang ditemukan. Mereka biasanya bergerombol sesuai ukuran baik bersama spesies sejenis maupun dengan spesies lain. Terdapat beberapa hasil penelitian tentang ukuran pertama kali matang gonad (Lm) ikan tuna sirip kuning dengan hasil yang bervariasi. Menurut Mardlijah (2008) bahwa ukuran Lm tuna sirip kuning di Perairan Marisa (Sulawesi Utara) untuk ikan betina 94,8 cm dengan kisaran 89,2 – 100,9 cm. Zubaidi (1994) di Perairan Maluku untuk Lm jantan 118,7 cm dan betina 113 cm. Sedangkan pada Fish base ukuran Lm berkisar 107,5 cm. Fukofuka dan Itano (2006) menyatakan ciri-ciri morfologi tuna sirip kuning adalah sebagai berikut :

Morfologi badan

  • Badan memanjang dengan ekor panjang.
  • Garis besar badan datar antara sirip punggung kedua dengan sirip ekor, dan antara sirip anal dengan sirip ekor.

Tanda-tanda Badan

  • Pola chevron yang mencolok dari garis – garis yang berwarna keperakan yang jaraknya berdekatan
  • Garis-garis penuh yang diselang-selingi dengan baris-baris dari titik-titik.
  • Pola garis meluas dari ekor, ke arah depan sampai di bawah sirip dada dan ke atas garis tengah sisi.
  • Badan bagian anterior di bawah dada tuna sirip kuning
  • Pita-pita mencolok berselang-seling mengarah ke depan dan bawah sirip dada.
  • Batas pemisah antara daerah bertanda dan tidak bertanda sangat jelas.
  • Tuna sirip kuning segar memperlihatkan suatu pita pada tengah sisiberwarna kuning terang.
  • Punggung berwarna hitam gelap, terpisah dari warna emas oleh suatu pita biru tipis.
  • Sirip-sirip kuning sampai kekuning-kuningan, sirip anal kadang-kadangtersepuh dengan perak.
  • Bagian sisi dan perut putih keperakan.

Kedalaman renang tuna sirip kuning bervariasi tergantung jenisnya. Umumnya tuna dan cakalang dapat tertangkap di kedalaman 0-400 meter. Salinitas perairan yang disukai berkisar 32-35 ppt atau di perairan oseanik. Suhu perairan berkisar 17-31 oC. Tuna sirip kuning (Thunnus albacares) tersebar hampir di seluruh perairan Indonesia. Panjang dapat mencapai lebih dari 2 meter. (Uktolseja et al., 1991). Jenis ini menyebar di perairan dengan suhu yang berkisar antara 17-31 oC dengan suhu optimum yang berkisar antara 19-23 oC (Nontji, 1987), sedangkan suhu yang baik untuk kegiatan penangkapan berkisar antara 20-28 oC (Uda, 1952 dalam Laevastu dan Hela, 1970). Pergerakan migrasi kelompok ikan sirip kuning di wilayah perairan Indonesia mencakup wilayah perairan pantai, teritorial dan Zona Ekonomi Eklusif (ZEE) Indonesia. Keberadaan mereka di suatu perairan sangat bergantung pada beberapa hal yaitu kondisi hidro-oseanografi perairan.

Pada wilayah perairan ZEE Indonesia, migrasi jenis ekor kuning di perairan Indonesia merupakan bagian dari jalur migrasi tuna dunia karena wilayah Indonesia terletak pada lintasan perbatasan perairan antara samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Spesies sirip kuning yang berukuran besar biasanya bergerombol dengan lumba-lumba. Ikan ini mendiami perairan yang hangat di Atlantik, Pasifik, dan Laut Indian. Di Atlantik Barat spesies ini ditemukan dari Massechusetts sampai Brazil, termasuk Teluk Meksiko dan Caribean. Migrasi tuna sirip kuning di Pasifik terjadi terus menerus antara Pasifik Timur dan Barat maupun Pasifik Utara dan Selatan.

Klasifikasi tuna sirip kuning (Collete and Nauen, 1983) :

Kingdom         : Animalia

Sub Kingdom  : Metazoa

Phylum            : Chordata

Sub phylum      : Vertebrata

Class                : Pisces

Sub Class        : Teleostei

Ordo                : Percomorphi

Sub ordo         : Scombroidae

Family             : Scombridae

Genus               : Thunnus

Species                        : Thunnus albacores

Cakalang (Katsuwonus Pelamis)

Cakalang termasuk jenis ikan tuna dalam famili Scombridae, spesies Katsuwonus pelamis. Collete and Nauen (1983) menjelaskan ciri-ciri cakalang yaitu tubuh berbentuk fusiform, memanjang dan agak bulat, tapis insang (gill rakes) berjumlah 53- 63 pada helai pertama. Mempunyai dua sirip punggung yang terpisah. Pada sirip punggung yang pertama terdapat 14-16 jari-jari keras, jari-jari lemah pada sirip punggung kedua diikuti oleh 7-9 finlet. Sirip dada pendek, terdapat dua flops diantara sirip perut. Sirip anal diikuti dengan 7-8 finlet. Badan tidak bersisik kecuali pada barut badan (corselets) dan lateral line terdapat titik-titik kecil. Bagian punggung berwarna biru kehitaman (gelap) disisi bawah dan perut keperakan, dengan 4-6 buah garis-garis berwarna hitam yang memanjang pada bagian samping badan. Cakalang sering disebut skipjack tuna termasuk ikan perenang cepat dan mempunyai sifat makan yang rakus, sering bergerombol melakukan ruaya disekitar pulau maupun jarak jauh dan senang melawan arus, ikan ini biasa bergerombol diperairan pelagis hingga kedalaman 200 m. Ikan ini mencari makan berdasarkan penglihatan dan rakus terhadap mangsanya.

Terdapat beberapa hasil penelitian tentang ukuran pertama kali matang gonad (Lm) ikan cakalang dengan hasil yang bervariasi. Menurut Nugraha et al. (2010) bahwa ukuran Lm ikan cakalang di Perairan Tulehu (Ambon) sebesar 40,9 cm. Nikijuluw (2009) menyatakan bahwa di Perairan Samudera Hindia untuk Lm ikan cakalang berkisar antara 41 – 43 cm. Sedangkan pada Fish base ukuran Lm 40 cm dengan kisaran 40 – 45 cm.

Gunarso (1985) menyatakan bahwa suhu yang ideal untuk ikan cakalang antara 26-32 °C, dan suhu yang ideal untuk melakukan pemijahan 28–29 °C dengan salinitas 33% . Sedangkan menurut Jones dan Silas (1962) cakalang hidup pada temperatur antara 16–30 °C dengan temperatur optimum 28 °C. Karneym (1978) yang diacu dalam Nahib (2008) menyatakan bahwa

penyebaran cakalang di Samudera Pasifik terdapat di seluruh daerah tropis, sub tropis dengan batas garis lintang 40° tetapi kepadatan yang memungkinkan diadakan penangkapan dibatasi oleh isotherm 20 °C. Waldron (1962) menyatakan bahwa ikan cakalang masih terdapat pada 40° LS dengan suhu 15 °C, sedangkan penyebaran tropical antara 30° LU sampai 20° LS, akan tetapi fishing ground terbesar berada sepanjang katulistiwa 10° LU dan 10° LS.

Cakalang menyebar luas di seluruh perairan tropis dan subtropis. Penyebaran jenis-jenis tuna dan cakalang tidak dipengaruhi oleh perbedaan garis bujur (longitude) tetapi dipengaruhi oleh perbedaan garis lintang (latitude) (Nakamura, 1969). Di Samudera Hindia dan Samudera Atlantik menyebar diantara 40º LU dan 40º LS (Collete dan Nauen, 1983). Khususnya di Indonesia, tuna hampir didapatkan menyebar di seluruh perairan di Indonesia. Di Indonesia bagian barat meliputi Samudera Hindia, sepanjang pantai utara dan timur Aceh, pantai barat Sumatera, selatan Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Di perairan indonesia bagian timur meliputi Laut Banda Flores, Halmahera, Maluku,Sulawesi, perairan Pasifik di sebelah utara Irian Jaya dan Selat Makasar (Uktolseja et al. 1991).

Klasifikasi cakalang (Gardieff, 2003) adalah sebagai berikut:

Kingdom         : Animalia

Sub Kingdom  : Metazoa

Phylum            : Chordata

Subphylum      : Vertebrata

Class                : Telestoi

Subclass          : Acctinopterygii

Ordo                : Perciformes

Subordo          : Scombroidei

Famili              : Scombridae

Genus              : Katsuwonus

Species                        : Katsuwonus pelamis

Perbedaan Ikan Tuna Sirip Kuning dan Cakalang

            Ikan tuna sirip kuning adalah ikan tuna yang sering di temukan di atas permukaan termoklin yang kaya akan oksigen,dimana sering ditemukan pada permukaan 100 meter di atas termoklin dan sangat jarang di temukan di bawah termoklin, ikan tuna sirip kuning biasanya sering bergerombol dengan ikan yang sesuai ukuran baik dari spesies nya maupun spesies lain, ikan tuna sirip kuning menyukai Salinitas perairan yang berkisar 32-35 ppt atau di perairan oseanik. Suhu perairan berkisar 17-31 oC. Tuna sirip kuning (Thunnus albacares) tersebar hampir di seluruh perairan Indonesia. Panjang dapat mencapai lebih dari 2 meter.ikan tuna sirip kuning yang besar biasa bergerombol dengan lumba – lumba dan ikan ini menyukai perairan yang hangat, ikan tuna sirip kuning biasa bermigrasi  di Pasifik terjadi terus menerus antara Pasifik Timur dan Barat maupun Pasifik Utara dan Selatan.sedangkan ikan cakalang suka hidup pada suhu yang ideal untuk ikan cakalang yaitu berkisar antara 26-32 °C, dan suhu yang ideal untuk melakukan pemijahan 28–29 °C. dengan salinitas 33% . ikan cakalang  sering bergerombol dengan ikan sesama spesies melakukan ruaya disekitar pulau maupun jarak jauh dan senang melawan arus, ikan ini biasa bergerombol diperairan pelagis hingga kedalaman 200 m. Ikan ini mencari makan berdasarkan penglihatan dan rakus terhadap mangsanya. ikan Cakalang menyebar luas di seluruh perairan tropis dan subtropis.

DAFTAR PUSTAKA

www.figis@fao.org

www.fishbase.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *