UPT – Balai Informasi Teknologi LIPI
Pangan & Kesehatan
Copyright©2009
BAB II
Sistem Peredaran Darah dan Sistem Ekskresi
1. Sistem Peredaran Darah
Sistem peredaran darah manusia terdiri dari :
Peredaran darah Kecil
Melalui :
Ventrikel kanan  Arteri pulmonalis  Paru – paru  Vena pulmonalis 
Atrium kiri.
Atau :
Jantung  Paru-paru  Jantung
Kolesterol Hal. 1
UPT – Balai Informasi Teknologi LIPI
Pangan & Kesehatan
Copyright©2009
Peredaran darah Besar
Melalui :
Ventrikel kiri  Aorta  Arteri  Arteriola  Kapiler  Venula  Vena 
Vena cava superior dan vena cava inferior  Atrium kanan.
Atau :
Jantung  Seluruh tubuh  Jantung
Kolesterol Hal. 2
UPT – Balai Informasi Teknologi LIPI
Pangan & Kesehatan
Copyright©2009
Sistem Portae
Darah sebelum masuk kembali ke jantung terlebih dahulu masuk ke dalam suatu
organ yang disebut sistem portae.
(http://www.wordpress.com)
2. Sistem Ekskresi (Pengeluaran)
Manusia memiliki organ atau alat-alat ekskresi yang berfungsi membuang zat sisa
hasil metabolisme. Zat sisa hasil metabolisme merupakan sisa pembongkaran zat
makanan, misalnya: karbondioksida (CO2), air (H20), amonia (NH3), urea dan zat
warna empedu.
Kolesterol Hal. 3
UPT – Balai Informasi Teknologi LIPI
Pangan & Kesehatan
Copyright©2009
Zat sisa metabolisme tersebut sudah tidak berguna lagi bagi tubuh dan harus
dikeluarkan karena bersifat racun dan dapat menimbulkan penyakit. Organ atau
alat-alat ekskresi pada manusia terdiri dari : Paru-paru, hati, kulit, dan ginjal.
a. Paru – paru
Paru-paru berada di dalam rongga dada manusia sebelah kanan dan kiri yang
dilindungi oleh tulang-tulang rusuk. Paru-paru terdiri dari dua bagian, yaitu
paru-paru kanan yang memiliki tiga gelambir dan paru-paru kiri memiliki dua
gelambir.
Paru-paru sebenarnya merupakan kumpulan gelembung alveolus yang
terbungkus oleh selaput yang disebut selaput pleura.
Paru-paru merupakan organ yang sangat vital bagi kehidupan manusia karena
tanpa paru-paru manusia tidak dapat hidup. Dalam Sistem Ekskresi, paru-paru
berfungsi untuk mengeluarkan KARBONDIOKSIDA (CO2) dan UAP AIR
(H2O).
Didalam paru-paru terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan
karbondioksida. Setelah membebaskan oksigen, sel-sel darah merah
menangkap karbondioksida sebagai hasil metabolisme tubuh yang akan
dibawa ke paru-paru. Di paru-paru karbondioksida dan uap air dilepaskan dan
dikeluarkan dari paru-paru melalui hidung. (http://jis.blogspot.com)
b. Hati
Hati merupakan “kelenjar” terbesar yang terdapat dalam tubuh manusia.
Letaknya di dalam rongga perut sebelah kanan. Berwarna merah tua dengan
berat mencapai 2 kilogram pada orang dewasa. Hati terbagi menjadi dua
lobus, kanan dan kiri.
Zat racun yang masuk ke dalam tubuh akan disaring terlebih dahulu di hati
sebelum beredar ke seluruh tubuh. Hati menyerap zat racun seperti obatobatan
dan alkohol dari sistem peredaran darah. Hati mengeluarkan zat racun
tersebut bersama dengan getah empedu.
Hati merupakan organ yang sangat penting, berfungsi untuk :
1. Menghasilkan empedu yang berasal dari perombakan sel darah merah.
2. Menetralkan racun yang masuk ke dalam tubuh dan membunuh bibit
penyakit.
3. Mengubah zat gula menjadi glikogen dan menyimpanya sebagai cadangan
gula.
4. Membentuk protein tertentu dan merombaknya.
5. Tempat untuk mengubah pro vitamin A menjadi vitamin.
6. Tempat pembentukan protrombin yang berperan dalam pembekuan darah.
Kolesterol Hal. 4
UPT – Balai Informasi Teknologi LIPI
Pangan & Kesehatan
Copyright©2009
Zat warna empedu hasil perombakan sel darah merah yang telah rusak tidak
langsung dikeluarkan oleh hati, tetapi dikeluarkan melalui alat pengeluaran
lainnya. Misalnya, akan dibawa oleh darah ke ginjal dan dikeluarkan bersamasama
di dalam urin. (http://id.wordpress.com)
Sebagai alat eksresi hati menghasilkan empedu yang merupakan cairan jernih
kehijauan, di dalamnya mengandung zat warna empedu (bilirubin), garam
empedu, kolesterol dan juga bacteri serta obat-obatan. Zat warna empedu
terbentuk dari rombakan eritrosit yang telah tua atau rusak akan ditangkap
histiosit selanjutnya dirombak dan haeglobinnya dilepas.
(http://www.cdc.eng.ui.ac.id)
c. Kulit
Seluruh permukaan tubuh kita terbungkus oleh lapisan tipis yang sering kita
sebut kulit. Kulit merupakan benteng pertahanan tubuh kita yang utama
karena berada di lapisan anggota tubuh yang paling luar dan berhubungan
langsung dengan lingkungan sekitar.
Fungsi kulit antara lain sebagai berikut :
– Mengeluarkan keringat.
– Pelindung tubuh.
– Menyimpan kelebihan lemak.
– Mengatur suhu tubuh.
– Tempat pembuatan vitamin D dari pro vitamin D dengan bantuan sinar
matahari yang mengandung ultraviolet.
(http://id.wordpress.com)
Kulit tersusun atas tiga lapisan, yaitu epidermis (lapisan luar/kulit ari), dermis
(lapisan dalam/kulit jangat). Dan hipodermis (jaringan ikat bawah kulit).
Lapisan epidermis terdiri atas stratum korneum, stratum lusidum. stratum
granulosum, dan stratum germinativum. Stratum korneum tersusun dari selsel
mati dan selalu mengelupas. Stratum lusidum tersusun atas sel-sel yang
tidak berinti dan berfungsi mengganti stratum korneum. Stratum granulosum
tersusun atas sel-sel yang berinti dan mengandung pigmen melanin. Stratum
germinativum tersusun atas sel-sel yang selalu membentuk sel-sel baru ke
arah luar.
· Stratum korneum, merupakan lapisan zat tanduk, mati dan selalu
mengelupas.
· Stratum lusidium, merupakan lapisan zat tanduk
· Stratum granulosum, mengandung pigmen
· Stratum germonativum, selalu membentuk sel-sel baru ke arah luar
Dermis terletak di bawah epidermis. Lapisan ini mengandung akar rambut,
pembuluh darah, kelenjar, dan saraf. Kelenjar yang terdapat dalam lapisan ini
adalah kelenjar keringat (glandula sudorifera) dan kelenjar minyak (glandula
sebasea). Kelenjar keringat menghasilkan keringat yang di dalamnya terlarut
Kolesterol Hal. 5
UPT – Balai Informasi Teknologi LIPI
Pangan & Kesehatan
Copyright©2009
berbagai macam garam. terutama garam dapur. Keringat dialirkan melalui
saluran kelenjar keringat dan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui poripori.
Di dalam kantong rambut terdapat akar rambut dan batang rambut. Kelenjar
minyak berfungsi menghasilkan minyak yang berfungsi meminyaki rambut
agar tidak kering. Rambut dapat tumbuh terus karena mendapat sari-sari
makanan pembuluh kapiler di bawah kantong rambut. Di dekat akar rambut
terdapat otot penegak rambut.
Hipodermis terletak di bawah dermis. Lapisan ini banyak mengandung lemak.
Lemak berfungsi sebagai cadangan makanan, pelindung tubuh terhadap
benturan, dan menahan panas tubuh. (http://www.geocities.com)
d. Ginjal
Dunia kedokteran biasa menyebutnya ‘ren’ (renal/kidney). Bentuknya seperti
kacang merah, berjumlah sepasang dan terletak di daerah pinggang.
Ukurannya kira-kira 11x 6x 3 cm. Beratnya antara 120-170 gram. Struktur
ginjal terdiri dari : kulit ginjal (korteks), sumsum ginjal (medula) dan rongga
ginjal (pelvis). Pada bagian kulit ginjal terdapat jutaan nefron yang berfungsi
sebagai penyaring darah. Setiap nefron tersusun dari Badan Malpighi dan
saluran panjang (Tubula) yang bergelung. Badan Malpighi tersusun oleh
Simpai Bowman (Kapsula Bowman) yang didalamnya terdapat Glomerolus.
(http://jis.blogspot.com)
Penamaan beberapa bagian ginjal mengambil nama ahli yang berjasa dalam
penelitian ginjal. Kapsula Bowman mengambil nama William Bowman (l816
– 1892). Seorang ahli bedah yang merupakan perintis di bidang saluran kentih
yang mengidentifikasi kapsula tersebut. Lengkung Henle meugambil nama
Jacob Henle (1809-1885), seorang ahli anatomi berkebangsaan Jerman yang
mendeskripsikan lengkung di dalam ginjal tersebut. Glomerulus di identifikasi
oleh seorang ahli mikroanatomi berkebangsaan ltalia bernama Marcerllo
Malpighi (1628 – 1694). Ginjal merupakan alat pengeluaran sisa metabolisme
dalam bentuk urine yang di dalamnya mengandung air, amoniak (NH3),
ureum, asam urat dan garam mineral tertentu. Penderita diabetes miletus urine
mengandung glukosa. (http://www.geocities.com)
Ginjal memiliki beragam fungsi, yaitu :
1. Menyaring dan membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolisme tubuh.
2. Mengeksresikan zat yang jumlahnya berlebihan.
3. Reabsorbsi (penyerapan kembali) elektrolit tertentu yang dilakukan oleh
bagian tubulus ginjal.
4. Menjaga keseimbanganan asam basa dalam tubuh manusia.
5. Menghasilkan zat hormon yang berperan membentuk dan mematangkan
sel-sel darah merah (SDM) di sumsum tulang.
(http://id.wordpress.com)
Kolesterol Hal. 6
UPT – Balai Informasi Teknologi LIPI
Pangan & Kesehatan
Copyright©2009
Sumber lain mengatakan, bahwa fungsi ginjal adalah merupakan alat ekskresi
penting yang mempunyai beberapa fungsi, antara lain menyaring darah
sehingga menghasilkan urine; mengekskresikan zat-zat yang membahayakan
tubuh. misalnya protein-protein asing yang masuk ke dalam tubuh, urea, asam
urat. dan bermacam -macam garam; mengekskresikan zat-zat yang jumlahnya
berlebihan, misalnya kadar gula darah yang melebihi normal;
mempertahankan tekanan osmosis cairan ekstraseluler; dan mempertahankan
keseimbangan asam dan basa.
· Mengekskresikan zat-zat yang merugikan bagi tubuh, antara lain :
1. urea, asam urat, amoniak, creatinin.
2. garam anorganik.
3. bacteri dan juga obat-obatan.
· Mengekskresikan gula kelebihan gula dalam darah.
· Membantu keseimbangan air dalam tubuh, yaitu mem-pertahankan
tekanan osmotik ektraseluler.
· Mengatur konsentrasi garam dalam darah dan keseim-bangan asam basa
darah.
(http://www.cdc.eng.ui.ac.id)
Lapisan luar (korteks/ kulit ginjal) yang mengandung kurang lebih 1 juta
nefron. Tiap nefron terdiri atas badan malpighi (badan renalis) yang tersusun
dari kapsula bowman dan glomerulus.
Lapisan dalam (medula/ sumsum ginja) yang terdiri atas tubulus kontorti yan
gbermuara pada tonjolan papila di ruang (pelvis renalis). Tubulus kontorti
terdiri atas tubulus kontorti proksimal dan tubulus kontorti distal.
(http://www.insight-magazine.com)
Kolesterol Hal. 7

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *