Sistem penyaluran bahan bakar pada mesin diesel meliputi beberapa bagian yaitu :
1.   Tangki bahan bakar, yaitu tempat menampung bahan bakar
2. Saringan, saringan pada motor diesel terdiri dari beberapa saringan yang fungsinya sama yaitu menyaring/membersihkan bahan bakar.
3.   Pompa penyalur (tekanan rendah), yaitu mengalirkan bahan bakar dari tangki ke pompa tekanan tinggi agar pompa tekanan tinggi selalu terisi bahan bakar dalam segala keadaan operasi.
4.   Pompa tekanan tinggi, system pompa pribadi hanya menggunakan satu pompa untuk tiap silindernya, sedangkan system distribusi dan akumulator masing-masing hanya satu pompa untuk melayani semua penyemprot yang ada di tiap silinder.
5.   Governor, yaitu alat untuk mengatur putarn mesin supaya tetap konstan meskipun bebannya berubah.
(Zulfahrizal,2007)

      System penyaluran bahan bakar yang banyak dipakai  pada motor diesel ada tiga macam yaitu :
1.   Sistem pompa pribadi, yaitu system yang kompak akan tetapi biaya yang tinggi.
2.   Sistem distribusi
3.   Sistem akumulator.
(Daryanto,1999).

      Fungsi dari penyemprotan bahan bakar pada motor diesel yaitu :
1.   Memasukkan bahan bakar kedalam silinder sesuai kebutuhan.
2.   Mengangkut  bahab bakar sesuai dengan derajat pengabutan yang diminta.
3.   Mendistribusikan bahan bakar untuk memperoleh kecepatan penyemprotan tertentu
(Aris Munandar, 1988).

            Nozzel adalah komponen penyemprot yang mengatur bentuk pancaran bahan bakar . Ada dua macam nozzle yang banyak sering digunakan yaitu :
1.   Nozzel katub jarum, yaitu kabut bahan bakar yang keluar dari katubnya berbentuk kerucut.
2.   Nozzel pasak, yaitu kabut bahan bakar yang keluar dari katubnya berbentuk selubung kerucut.Nozzel ini biasanya digunakan pada motor diesel dengan ruang bakar kamar muka.

      Penyalaan bahan bakar motor diesel terjadi dibeberapa tiitk dimana terdapat campuran bahan bakar udara yang ideal untuk pembakaran. Proses pembakaran ini memerlukan waktu dan terjadi dalam beberapa tahap. Disamping itu penyemprotan bahan bakar juga berlangsung antara 30-40 derajat sudut engkol. (Daywin,1991).

DAFTAR PUSTAKA

Aris Munandar,W.1988. Motor Bakar Torak. ITB, Bandung.

Daywin,F.J.1991. Motor  Bakar Internal dan Tenaga Dibidang Pertanian. IPB, Bogor.

Daryanto, 1999. Resparasi Mesin Mobil. Bumi Aksara, Jakarta.

Zulfahrizal,2007. Daya Dibidang Pertanian. UNSYIAH, Banda Aceh