Sistem Penilaian Kinerja

            Sistem penilaian kinerja merupakan sistem yang digunakan oleh manajemen perusahaan untuk melakukan evaluasi atas seluruh sumber daya perusahaan apakah sumber daya perusahaan tersebut telah berjalan sesuai dengan standar-standar yang ditetapkan oleh suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya. Dengan adanya penilaian kinerja, diharapkan  sasaran-sasaran  yang belum berjalan dengan baik dapat dilakukan evaluasi  dan  tindak  lanjut,  sehingga  sasaran  tersebut  dapat  berjalan  sebagaimana mestinya demi kemajuan perusahaan. Penilaian kinerja juga berguna untuk menilai dan mengevaluasi   produktivitas   kerja   dari   seluruh   sumber   daya   perusahaan,   apakah mengalami peningkatan atau penurunan. Penilaian kinerja juga menyangkut pengukuran terhadap fakta-fakta yang menghasilkan data kemudian dianalisa untuk menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan seperti dijelaskan oleh Vincent Gaspersz (2003:68):

“Dalam manajemen modern, pengukuran terhadap fakta-fakta akan menghasilkan data, yang kemudian apabila data itu dianalisis secara tepat akan memberikan informasi yang akurat, yang selanjutnya informasi itu akan berguna bagi peningkatan pengetahuan para manajer dalam mengambil keputusan atau tindakan manajemen untuk meningkatkan kinerja organisasi”

 1 Pengertian Sistem Penilaian Kinerja

            Penilaian   kinerja   sangat   diperlukan   sekali   terutama   untuk   mengevaluasi efektivitas operasional perusahaan. Menurut Mulyadi (1993:419):

“Penentuan secara periodik efektifitas operasional suatu organisasi, dan karyawannya berdasarkan sasaran, standar dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Karena organisasi pada dasarnya dijalankan oleh manusia, maka penilaian  kinerja  sesungguhnya  merupakan  penilaian  atas  perilaku  manusia dalam melaksanakan peran yang mereka mainkan dalam organisasi”.

            Sedangkan menurut Atkinson, Banker, Kaplan dan Young (2001:43) penilaian kinerja merupakan sebuah pengukuran terhadap aktivitas yang ada di dalam rantai nilai perusahaan seperti disebutkan di bawah ini:

“Performance  measurement,  a  major  management  accounting  and  control activity,  evaluates  the  performance  of  a  single  activity  and  the  entire  value chain”.

2 Tujuan Pokok dan Manfaat Penilaian Kinerja

            Tujuan pokok penilaian kinerja menurut Mulyadi (1993:420) adalah untuk memotivasi karyawan dalam mencapai sasaran organisasi dan dalam memenuhi standar perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya, agar membuahkan tindakan dan hasil yang diinginkan. Standar perilaku dapat berupa kebijakan manajemen atau rencana formal yang dituangkan dalam anggaran. Di samping itu menurut Mulyadi (1993:420), penilaian kinerja juga dimanfaatkan oleh manajemen untuk:

  1. Mengelola operasi organisasi secara efektif dan efisien melalui pemotivasian karyawan secara maksimum.
  2. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan karyawan serta menyediakan kriteria seleksi dan evaluasi pelatihan karyawan.
  3. Menyediakan umpan balik bagi karyawan mengenai bagaimana atasan mereka menilai kinerja mereka.
  4. Menyediakan suatu dasar bagi distribusi penghargaan.

            Dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa penilaian kinerja bertujuan untuk menilai produktivitas karyawan apakah telah sesuai dengan standar perusahaan dan kemudian melakukan motivasi-motivasi yang diperlukan untuk memicu produktivitas karyawan. Sedangkan manfaat dari pengukuran kinerja itu adalah untuk mengetahui hal- hal apa yang diperlukan dan ditambahkan guna memotivasi karyawan sehingga dapat menghasilkan organisasi yang efektif di dalam suatu perusahaan.

3 Tahap Penilaian Kinerja

            Lebih  jauh  Mulyadi  (1993:424)  menjelaskan  bahwa  penilaian  kinerja dilaksanakan dalam dua tahap utama : tahap persiapan dan tahap penilaian. Tahap persiapan terdiri dari tiga tahap rinci:

  1. Penentuan daerah pertanggung jawaban dan manajer yang bertanggung jawab.
  2. Penentuan kriteria yang dipakai untuk mengukur kinerja.
  3. Pengukuran kinerja sesungguhnya.

Tahap Penilaian terdiri dari tiga tahap rinci :

  • Perbandingan kinerja sesungguhnya  dengan sasaran yang telah ditetapkan sebelum
  • Penentuan penyebab timbulnya penyimpangan kinerja yang sesungguhnya dari yang ditetapkan dalam
  • Penegakan perilaku yang diinginkan dan tindakan yang digunakan untuk mencegah perilaku yang tidak diinginkan.

Dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa tahap persiapan adalah suatu tahap untuk menentukan kriteria penilaian terhadap kinerja termasuk disini adalah batasan-batasan yang harus disepakati dalam menilai sebuah kinerja. Sedangkan tahap penilaian adalah tahap dimana penilaian kinerja dilakukan termasuk di dalamnya evaluasi terhadap penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dan tindakan-tindakan yang harus diambil.

4 Ukuran Penilaian Kinerja

Mengenai ukuran penilaian kinerja, Mulyadi (1993:435) menjelaskan bahwa terdapat tiga ukuran yang dapat digunakan, yaitu :

  1. Ukuran kriteria  tunggal  (single  criterium), yaitu ukuran kinerja yang hanya menggunakan satu ukuran untuk menilai kinerja m
  2. Ukuran kriteria beragam (multiple criteria), yaitu ukuran kinerja yang menggunakan berbagai macam ukuran untuk menilai kinerja m
  3. Unit kinerja gabungan (composite criteria), yaitu kinerja yang menggunakan berbagai macam ukuran, memperhitungkan bobot masing-masing ukuran dan menghitung rata- ratanya sebagai ukuran menyeluruh kinerja m

Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat bermacam-macam kriteria  yang  digunakan  untuk  melakukan  penilaian  terhadap  kinerja  manajer  yang bertujuan untuk melakukan kontrol dan evaluasi terhadap kinerja manajer, dan mengevaluasi apakah perlu dipertahankan atau lebih ditingkatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *