Sistem informasi rumah sakit (SIRS) pada hakekatnya adalah sistem manajemen yang diterapkan di rumah sakit. Dalam model SIRS, output dari sistem informasi menjadi input dari sistem keputusan, yang bertujuan meningkatkan mutu atau menjaga mutu pelayanan rumah sakit.
Kebutuhan dari SIRS meliputi:
1.      Informasi medis: 10 jenis penyakit terbanyak, diagnosa terbanyak, 10 penyebab utama kematian, mobiditas, mortalitas, keadaan penyakit, status imunisasi, penggunaan obat dan lain-lain.
2.      Efisiensi/utilisasi : BOR, ALOS, TOI, BTO
3.      Mutu : NDR, GDR
4.      Cakupan : Rata-rata kunjungan perhari
5.      Informasi non medis
6.      Informasi Keperawatan
Informasi yang dihasilkan dalam SIRS umumnya mempunyai indikator dalam mengukur dan mengevaluasi suatu kegiatan. Indikator tersebut tidak dipergunakan secara langsung untuk mengukur kualitas pelayanan, tetapi dapat dianalogikan sebagai tanda yang menunjuk pada adanya suatu masalah spesifik yang memerlukan monitoring dan evaluasi. Informasi diagnosa medis akan membantu dalam kasus-kasus penyakit yang berpotensi wabah, trend penyakit dalam waktu tertentu, penyediaan obat-obatan, memberikan gambaran pola penyakit dan sebagai bahan bagi perencanaan pelayanan kesehatan. Diagnosa keperawatan merupakan dasar bagi perencanaan tindakan dan implementasi askep. Diagnosa yang tepat akan membantu pada proses pemulihan klien karena berkaitan dengan proses pengobatan dan perawatanya.