SEM (Structural Equation Modeling)

Menurut Allison (2003), SEM (Structural Equation Modeling) merupakan teknik hibrida yang meliputi aspek-aspek penegasan dari analisis faktor, analisi jalur dan regresi yang dapat dianggap sebagai kasus khusus dalam SEM. SEM merupakan generasi kedua teknik analisis multivariate yang memungkinkan peneliti untuk menguji hubungan antar variabel yang kompleks baik recursive maupun non-recursive untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai model (Ghozali dan Fuad, 2005).

Analisis regresi dalam SEM sama dengan analisis regresi pada umumnya, satu-satunya yang membedakan adalah keberadaan konstanta (intersept)(Widodo, 2006). Software SEM mampu mengestimasi nilai konstanta/ intersept hanya jika input analisanya berupa data mentah atau data mean dan data covariance matrix yang digunakan bersama-sama, syarat tersebut tidak mungkin dilakukan mengingat analisis SEM hanya mengijinkan dua jenis data sebagai inputnya yaitu data convariance matrix atau correlation matrix. Berbeda dengan analisis regresi pada umumnya yang bias langsung menggunakan data mentah sebagai input analisis (Ghozali, 2005).

 Wijanto (2008), menunjukan perbedaan atara SEM dengan teknik regresi dan multivariate lainnya melalui dua karakteristik SEM, pertama kemampuan mengestimasi secara simultan terhadap multiple interrelated dependence relationships (susunan beberapa persamaan yang terpisahkan namun saling berkaitan) dengan cara menspesifikasikan ke dalam bentuk model structural terlebih dahulu. Kedua, kemampuan dalam menunjukan konsep-konsep yang tidak teramati serta hubungan-hubungan yang ada didalamnya dan perhitungan kesalahan-kesalahan pengukuran dalam proses estimasi.

Dua jenis model, yaitu model structural yang menggambarkan hubungan-hubungan yang ada diantara variabel-variabel laten (konstruk), dan model pengukuran yang mengagambarkan hubungan diantar indikator dengan konstruk. Model structural digambarkan dengan menggunakan diagram lintasan, dimana jalur panah searah menunjukan pengaruh “dari” suatu variabel “ke” variabel lain; jalur panah dua arah menunjukan hubungan non-recursive; jalur panah melengkung mengidentifikasikan korelasi sederhana atau inanalizad association (Chin, Robert and Steve, 2008). Model pengukuran yang paling umum SEM adalah con-gengeric measurement model, dimana setiap indiaktor hanya berhubungan dengan satu konstruk (Ghozali dan Fuad, 2005).

Aplikasi Teknik Structural Equation Modeling

Beberapa contoh aplikasi dari metode ini diantaranya adalah penelitian yang dilakukan oleh Sharon S Naquin (2005), menggunakan teknik SEM untuk menganalisis Effects of Motivational Factors on Employees Job Satisfaction a Case Study of University of the Punjab, Pakistan.

Variabel eksogen yang digunakan sebanyak sebelas sedangkan variabel endogennya yaitu kepuasaan kerja karyawan. Hasil penelitiannya menyatakan terdapat hubungan signifikan terhadap faktor-faktor motivasi intrinsik termasuk pengakuan kerja itu sendiri, kesempatan untuk maju, pertumbuhan profesional, tanggung jawab, hubungan kerja yang baik. Kepuasaan kerja antara wanita yang memiliki kepuasaan kerja yang lebih daripada karyawan laki-laki.

Nikolaos kakos (2001), menggunakan teknik  SEM untuk menganalisis Investigating the link between motivation, work stress and job performance. Variabel eksogen terdiri dari motivasi kerja, stress kerja dan kinerja karyawan sedangkan variabel endogen terdiri dari keberadaan, keterkaitan, pertumbuhan kebutuhan, jenis bank, usia, pengalaman kerja, jenis kelamin, pendapatan bulanan, posisi kerja.

Hasil penelitiannya menyatakan bahwa motivasi kerja mempunyai pengaruh positif terhadap stress kerja, motivasi kerja mempunyai pengaruh positif terhadap stress kerja, motivasi kerja mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja karyawan.

Kalim ullah (2002), menggunakan teknik SEM untuk menganalisis The Relationship between Rewards and Employee Motivation in Commercial Banks of Pakistan. Variabel eksogen terdiri dari  hadiah sedangkan variabel endogen terdiri dari motivasi kerja, pembayaran, promosi dan pengakuan. Hasil penelitiannya menyatakan hadiah berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan, motivasi kerja berpengaruh terhadap pembayaran atau upah, promosi berpengaruh positif terhadap motivasi kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *