Safety Behavior | Pada awal tahun 1980 muncul pandangan baru di dalam dunia keselamatan dan kesehatan kerja yaitu behavioral safety. Kemudian pada awal tahun 1990 mulai berkembang pesat behavioral safety ini pada industri dan perusahaan manufaktur untuk menanggulangi masalah perilaku aman dari pekerja.  Di dalam behavioral safety ini terdapat dua jenis permasalahan yaitu perilaku aman (safe behavior) dan perilaku tidak aman (unsafe behavior) (Hanum,2012).

Dalam penelitian yang dilakukan McSween (2003) dalam Hanum (2012) menemukan pada industri kimia Du Pont’s Company bahwa perilaku (behavior) pekerja merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap terjadinya kecelakaan kerja sebanyak 86% hingga 96%. Menurut Miner (1994) dalam Luckyta (2012) menjelaskan bahwa unsafe behavior adalah tipe perilaku yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja seperti tidak bekerja sesuai aturan yang ada, tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), bekerja tanpa ijin dan tidak sesuai kemampuan, menggunakan peralatan tidak sesuai aturan, bertindak kasar dan emosi dalam bekerja.

Unsafe behavior berhubungan dengan suatu angka yaitu safety performance index yang merupakan indikator dari behavior pekerja. Fokus terhadap safety performance index ini dapat berpengaruh terhadap perbaikan unsafe behavior pekerja, karena dari beberapa fakta yang terjadi kecelakaan kerja banyak disebabkan oleh unsafe behavior.  Menurut Setiawan (2012) ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang melakukan unsafe behavior :

  1. Pekerja merasa sudah ahli dalam bidangnya dan belum pernah mengalami kecelakaan kerja.
  2. Reinforcement besar dari lingkungan kerja terhadap unsafe behavior.
  3. Manajer yang kurang peduli terhadap safety dan kurangnya pengawasan kepada pekerja.

HANUM, N. L. 2012. Implementasi Behavior-Based Safety pada Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Guna Meningkatkan Safe Behavior Pekerja (Studi Kasus: PT Dok dan Perkapalan Surabaya). S1 Tugas Akhir, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

SETIAWAN, D. 2012. Pengaruh Faktor-faktor  Safety Climate terhadap Safety Behavior (Studi pada Karyawan PT Makmur Sejahtera Wisesa dan Kontraktornya pada Pembangunan Proyek PLTU 2×30 MW Tanjung Tabalong). Tugas Akhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *