Berikut isi klarifikasi Ridwan Kamil melalui page resminya mengenai isu penamparan sopir angkot yang terjadi baru baru ini:




sekedar klarifikasi:

tidak ada penamparan atau pemukulan. orang itu preman omprengan ilegal bukan sopir angkot. dia tdk ada sim umu dan tidak bawa stnk. berkali-kali. dia bagian dari komplotan preman yg suka maksa warga masuk ke mobilnya. Dan selama ini meresahkan sopir2 angkot karena menyerobot rute resmi dengan sebagian beking2 oknum aparat.

Sudah belasan kali diingatkan dengan lisan yang sopan oleh saya. 3 orang sudah saya tangkap, 1 saya serahkan ke denpom karena oknumanggota TNI aktif. Ada 5 saya ajak bicara baik2 sambil makan di pendopo. saya kasih tawaran pekerjaan di pemkot.

Tapi banyak yang tetap melanggar hukum alias baredegong, yang kemarin itu Kebetulan kepergok saat saya sedang bike to work, dan mau kabur. disitu banyak saksi termasuk polisi.

Bagaimanapun Kota ini harus tertib dan premanisme harus dibasmi.

Tidak mudah membereskan negeri ini namun tidak boleh menyerah termasuk menerima ikhlas resiko-resikonya. Hatur Nuhun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *