Iktiosis merupakan kelainan kulit yang umum diturunkan melalui keluarga yang ditandai dengan kulit kering, menebal, kasar, kulit “sisik ikan”. Setidaknya ada 20 varietas iktiosis, termasuk bentuk herediter dan acquired.

Iktiosis vulgaris, iktiosis yang paling umum terjadi dan relatif ringan. Iktiosis vulgaris, terdapat sekitar 95% dari semua kasus iktiosis. Hal ini disebabkan oleh perubahan ekspresi profilaggrin menuju scaling dan desquamation. Terlihat derajat ini dipertahankan untuk waktu yang lebih lama dan hanya berupa suatu kumpulan pergantian kulit. Iktiosis herediter juga berhubungan dengan atopi. Protein filaggrin penting dalam menjaga fungsi barier kulit yang efektif. Mutasi pada gen profilaggrin (FLG) terdapat hingga 10% dari populasi, menyebabkan iktiosis vulgaris dan mencetuskan faktor risiko utama untuk pengembangan dermatitis atopik. Pewarisan autosom dominan yakni diturunkan dari orang tua untuk sekitar separuh anak-anak mereka. Meskipun bayi biasanya memiliki kulit normal, namun tanda dan gejala iktiosis vulgaris biasanya menjadi jelas dalam tahun pertama kehidupan.

Kulit tersusun atas tiga lapisan, yaitu lapisan kulit terluar biasa disebut lapisan ari atau epidermis, di bawah lapisan ari adalah lapisan jangat atau dermis, dan  lapisan terdalam dari kulit adalah  lapisan  lemak atau hypodermis.

Histologi kulit

Pembagian kulit secara garis besar tersusun atas tiga lapisan utama yaitu:

  1. Lapisan epidermis atau kutikel
  2. Lapisan dermis (korium kutis vera, true skin)
  3. Lapisan subkutis(hipodermis)

Tidak ada garis tegas yang memisahkan dermis dan subkutis,subkutis ditandai dengan adanya jaringan ikat longgar dan adanya sel dan jaringan lemak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *