Di dalam masa perkembangannya sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi otomotif serta elektronika maka teknologi motor bakar pun mengalami penyempurnaan secara terus menerus. Pada beberapa dasawarsa terakhir kinerja motor bakar semakin membaik, misalnya karena didesak pula oleh krisis energi di tahun 1973 maka tingkat konsumsi bahan bakar sudah semakin rendah, perbandingan berat dan daya kuda yang dihasilkan (power to weight ratio) membaik, dan tingkat emisi gas buang mengecil. Usaha perbaikan unjuk kerja motor bakar dipastikan tidak akan berhenti disitu saja, para ahli peneliti tanpa kenal lelah akan terus menekuni bidangnya untuk mewujudkan motor bakar atau kendaraan bermotor pada umumnya yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat konsumen dan bersahabat dengan lingkungan.

 Hingga saat ini hampir semua kendaraan bermotor digerakkan oleh motor-motor bakar jenis piston engine dengan satu silinder atau lebih sesuai dengan kebutuhan daya, yang disainnya dikembangkan berdasarkan pada prinsip Otto atau Diesel. Walau kemudian muncul disain rotary engine atau motor Wankel tanpa piston yang telah dipakai pada beberapa tipe mobil Mazda namun ternyata belum dapat menandingi pendahulunya

Untuk mendapatkan kinerja motor bakar yang optimum dibutuhkan pengaturan dan sinkronisasi yang akurat antara motor bakar dan semua system pendukungnya. Motor bensin tidak akan bekerja baik atau tidak bekerja sama sekali apabila system penyaluran bahan bakar tidak berfungsi, atau apabila system listriknya terputus. Demikian pula motor diesel tidak akan bekerja apabila pompa injeksi tidak mampu menyemprotkan sejumlah bahan bakar diesel ke dalam silinder pada saat yang tepat (Smith H. P dan Lambert H. W, 1990).

Pada tahun 1982 Rudolf Diesel berhasil membuat rancangan mesin yang dilengkapi dengan penekan udara dalam mesin silinder. Hak paten mesin ini baru keluar setahun kemudian begitu juga dengan prototipenya. Namun mesin rancangan Rudolf Diesel baru di uji coba pada tahun 1897 dan langsung diproduksi. Inilah awal mesin diesel.

            Motor diesel proses penyalaannya tidak menggunakan percikan api, tapi dengan penyemprotan bahan bakar ke dalam silinder pada saat udara di dalam silinder sudah bertemperatur tinggi akibat proses kompresi di dalam silinder yang berkisar antara 12-25 (Zulfahrizal dan Purwana Satriyo, 2007).

            Ada tiga system penyaluran bahan bakar yang banyak dipakai untuk motor diesel. Ketiga system ini mempergunakan beberapa komponen yang sama yaitu :

  1. Tangki.
  2. Beberapa saringan.
  3. Pompa (tekanan rendah) penyalur, mengalirkan bahan bakar dari tangki ke pompa tekanan tinggi agar pompa tekanan tinggi itu selalu terisi bahan bakar dalam segala keadaan operasi.
  4. Pompa tekanan tinggi, system pompa pribadi menggunakan satu pompa untuk tiap silindernya, sementara system distribusi dan akumulator masing-masing hanya menggunakan satu pompa untuk melayani semua penyemprot yang ada di tiap silinder.

Governor, alat untuk mengatur putaran mesin supaya tetap konstan meskipun bebannya berubah. Governor menggerakkan batang pengatur kapasitas. Apabila putaran mesin naik karena beban berkurang, jumlah bahan bakar yang dimasukkan ke dalam silinder harus dikurangi supaya putaran mesin dapat kembali pada keadaan semula (Zulfahrizal dan Ramayanti Bulan, 2007).

DAFTAR PUSTAKA

Smith H. P dan Lambert H. W, 1990. Mesin Dan Peralatan Usaha Tani. GajahMada UniversityPress, Yogyakarta.

Zulfahrizal dan Purwana Satriyo, 2007. Daya Di Bidang Pertanian. Jurusan Teknik Pertanian Unsyiah, Darussalam-Banda Aceh.

Zulfahrizal dan Ramayanti Bulan, 2007. Penuntun Praktikum Daya di Bidang Pertanian. Jurusan Teknik Pertanian Unsyiah, Darussalam-Banda Aceh.