Genus Cypraea merupakan genus yang hidup laut. Pola distribusinya di mulai dari zona mangrove, padang lamun dan terumbu karang. Distribusi ini hanya menyapai pada kedalaman 30 m. Menurut Cook (2001), ada banyak faktor yang menyebabkan spesies ini terdistribusi, seperti asosiasi terhadapa habitat, ion-ion anorganik, pH, textur substrat, temperatur, altitude, topografi sampai kepada faktor ketersediaan makanan.
Menurut Linse et.al (2006), distribusi untuk filum mollusca melebihi dari 30 m, seperti sampai kedalaman 221 m dan untuk genus Cypraea mencapai 80 m. Kedalaman ini merupakan kedalaman dimana suhu air laut mulai turun, hal ini berbeda dengan penelitian Hayes (1983) yang menyatakan lebih 250 spesies Cypraea sp. diketahui hidup di pantai berair hangat.
Pola distribusi dari kelas Gastropoda di seluruh dunia, jumlah yang paling banyak terdapat di Indonesia yang di mulai dari timur ke barat Indonesia dan dari selatan pulau jawa yang menuju ke arah utara Indonesia.
Menurut Hayes (1983), distribusi Cypraea bersimbiosis dengan alga karang, alga, spons dan miscellonous. Cypraea yang paling banyak ditemukan adalah pada substrat alga karang, hal ini dikarenakan ketersediaan makanan pada substrat tersebut. Kebanyakan genus ini bersifat nokturnal untuk mencari makan alga dan tumbuhan lainnya. Distribusi Cypraea di ekosistem terumbu karang, penyebarannya tidak terdistribusi secara acak, melainkan tergantung pada tipe substratnya (Hayes, 1983).