1. Perubahan Fisik

Meliputi perubahan dari tingkat sel sampai semua sistem organ tubuh, diantaranya sistem pernafasan, pendengaran, penglihatan, kardiovaskuler, sistem pengaturan tubuh, muskuloskeletal, gastrointestinal, genito urinaria, endokrin dan integumen.

  1. Sistem pernafasan

o   Otot pernafasan kaku dan kehilangan kekuatan, sehingga volume udara inspirasi

berkurang, sehingga pernafasan cepat dan dangkal.

o   Penurunan aktivitas silia menyebabkan penurunan reaksi batuk sehingga potensial

terjadi penumpukan sekret.

o   Penurunan aktivitas paru sehingga jumlah udara pernafasan yang masuk ke paru-        paru mengalami penurunan, kalau pada pernafasan yang tenang kira kira 500 ml.

o   Alveoli semakin melebar dan jumlahnya berkurang ( luas permukaan normal 50m²),  sehingga menyebabkan terganggunya proses difusi.

o   Penurunan oksigen (O2) Arteri menjadi 75 mmHg mengganggu proses oksigenasi

dari hemoglobin, sehingga O2 tidak terangkut semua ke jaringan.

o   CO2 pada arteri tidak berganti sehingga komposisi O2 dalam arteri juga menurun

yang lama kelamaan menjadi racun pada tubuh sendiri.

o   Kemampuan batuk berkurang, sehingga pengeluaran sekret dan corpus alineum dari saluran nafas berkurang sehingga potensial terjadinya obstruksi.

  1. Sistem saraf

o   Cepatnya menurunkan hubungan persarafan.

o   Lambat dalam merespon dan memerlukan waktu lebih untuk berpikir.

o   Mengecilnya saraf panca indera, mengakibatkan berkurangnya penglihatan,                 hilangnya pendengaran dan menurunnya daya penciuman dan lebih sensitif terhadap perubahan suhu dengan rendahnya ketahanan terhadap dingin.

  1. Panca indera

à   Penglihatan

o   Kornea lebih berbentuk skeris.

o   Sfingter pupil timbul sklerosis dan hilangnya respon terhadap sinar.

o   Lensa lebih suram (kekeruhan pada lensa).

o   Meningkatnya ambang pengamatan sinar : daya adaptasi terhadap kegelapan lebih lambat, susah melihat dalam cahaya gelap.

o   Hilangnya daya akomodasi.

o   Menurunnya lapang pandang & berkurangnya luas pandang.

o   Menurunnya daya membedakan warna biru atau warna hijau.

à   Pendengaran

o    Presbiakusis, yaitu menurunnya kemampuan atau daya pendengaran pada telinga dalam, terutama terhadap bunyi suara, antara lain nada nada yang tinggi, suara yang tidak jelas, sulit mengerti kata-kata, 50 % terjadi pada usia diatas umur 65 tahun.

o   Membran timpani menjadi atropi menyebabkan otosklerosis.

o   Terjadinya pengumpulan serumen, dapat mengeras karena meningkatnya kreatin.

à   Pengecap dan penghidu

o   Menurunnya kemampuan pengecap.

o   Menurunnya kemampuan penghidu sehingga mengakibatkan selera makan

berkurang.

à   Peraba

o   Kemunduran dalam merasakan sakit.

o   Kemunduran dalam merasakan tekanan, panas dan dingin.

  1. Kardiovaskuler

o   Katub jantung menebal dan menjadi kaku.

o   Kemampuan jantung memompa darah menurun 1 % pertahun sesudah berumur 20 tahun. Hal ini menyebabkan menurunnya kontraksi dan volumenya.

o   Kehilangan elastisitas pembuluh darah.

o   Kurangnya efektifitasnya pembuluh darah perifer untuk oksigenasi, perubahan posisi dari tidur ke duduk, duduk ke berdiri àbisa menyebabkan tekanan darah menurun menjadi 65 mmHg ( mengakibatkan pusing mendadak ).

o   Tekanan darah tinggi akibat meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer (normal ± 170/95 mmHg ).

  1. Sistem genito urinaria

o   Ginjal, mengecil dan nephron menjadi atropi, aliran darah ke ginjal menurun sampai 50 %, penyaringan di glomerulus menurun sampai 50 %, fungsi tubulus berkurang akibatnya kurangnya kemampuan mengkonsentrasi urin, berat jenis urin menurun proteinuria ( biasanya + 1 ) ; BUN meningkat sampai 21 mg %,  nilai ambang ginjal terhadap glukosa meningkat.

o   Vesika urinaria atau kandung kemih, otot-otot menjadi lemah, kapasitasnya     menurun sampai 200 ml atau menyebabkan frekuensi BAK meningkat, vesika urinaria sulit dikosongkan pada pria lanjut usia.

o   Pembesaran prostat ± 75 % dimulai oleh pria usia diatas 65 tahun.

o   Atropi vulva.

o   Vagina, selaput menjadi kering, elastisitas jaringan menurun dan permukaan menjadi halus, sekresi menjadi berkurang.

o   Daya sexual, frekuensi sexsual intercouse cenderung menurun tapi kapasitas untuk melakukan dan menikmati berjalan terus.

  1. Sistem endokrin atau metabolik

o   Produksi hampir semua hormon menurun.

o   Fungsi paratiroid dan sekresinya tidak berubah.

o   Pituitari, pertumbuhan hormon ada tetapi lebih rendah dan hanya ada di pembuluh darah dan berkurangnya produksi dari ACTH, TSH, FSH dan LH.

o   Menurunnya aktivitas tiriod, BMR turun dan menurunnya daya pertukaran zat.

o   Menurunnya produksi aldosteron.

o   Menurunnya sekresi hormon gonad, seperti progesteron, estrogen dan testosteron.

o   Defisiensi hormonal dapat menyebabkan hipotirodism, depresi dari sumsum tulang serta kurang mampu dalam mengatasi tekanan jiwa.

  1. Sistem pencernaan

o   Kehilangan gigi, penyebab utama adanya periodontal disease yang biasa terjadi setelah umur 30 tahun, penyebab lain meliputi kesehatan gigi yang buruk dan gizi yang buruk.

o   Indera pengecap menurun, adanya iritasi yang kronis dari selaput lendir, atropi indera pengecap (± 80 %), hilangnya sensitivitas dari saraf pengecap di lidah terutama rasa manis, asin, asam dan pahit.

o   Esofagus melebar.

o   Lambung, rasa lapar menurun (sensitivitas lapar menurun ), asam lambung menurun dan waktu mengosongkan menurun.

o   Peristaltik usus lemah dan biasanya timbul konstipasi.

o   Fungsi absorbsi melemah ( daya absorbsi terganggu ).

o   Makin mengecil dan menurunnya tempat penyimpanan disertai berkurangnya aliran darah.

  1. Sistem muskuloskeletal

o   Tulang kehilangan densitasnya sehingga rapuh, resiko terjadi fraktur.

o   Kyphosis

o   Persendian besar & menjadi kaku.

o   Pada wanita lansia, resiko fraktur lebih tinggi.

o   Pinggang, lutut dan jari pergelangan tangan terbatas.

o   Diskus intervertebralis menipis dan menjadi pendek sehingga tinggi badan berkurang.

o   Gerakan reflektonik, gerakan diluar kemauan sebagai reaksi terhadap rangsangan pada lobus.

o   Gerakan involunter, gerakan diluar kemauan, tidak sebagai reaksi terhadap suatu perangsangan terhadap lobus.

o   Gerakan sekutu, gerakan otot lurik yang ikut bangkit untuk menjamin efektifitas dan ketangkasan otot volunter.

  1. Sistem kulit dan jaringan ikat

o   Kulit keriput akibat kehilangan jaringan lemak.

o   Kulit kering dan kurang elastis karena menurunnya cairan dan hilangnya jaringan lemak.

o   Kelenjar keringat mulai tak bekerja dengan baik, sehingga tidak begitu tahan terhadap panas dengan temperatur yang tinggi.

o   Kulit pucat dan terdapat bintik bintik hitam akibat menurunnya aliran darah dan menurunnya sel yang memproduksi pigmen.

o   Menurunnya aliran darah dalam kulit juga menyebabkan penyembuhan luka kurang baik.

o   Kuku pada jari tangan dan kaki menjadi tebal dan rapuh.

o   Pertumbuhan rambut berhenti, rambut menipis dan botak serta warna rambut kelabu.

o   Temperatur tubuh menurun akibat kecepatan metabolisme yang menurun.

o   Keterbatasan reflek menggigil dan tidak dapat memproduksi panas.

  1. Sistem reproduksi dan kegiatan seksual

o   Perubahan sistem reproduksi.

o   Selaput lendir vagina menurun dan kering.

o   Menciutnya ovarium dan uterus.

o   atrofi payudara.

o   Testis masih dapat memproduksi meskipun adanya penurunan secara berangsur-angsur.

o   Dorongan seks menetap sampai usia diatas 70 tahun, asal kondisi kesehatan baik.

  1. Perubahan mental atau psikologis

         Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan mental adalah :

o   Pertama-tama perubahan fisik, khususnya organ perasa.

o   Kesehatan umum

o   Tingkat pendidikan

o   Keturunan (herediter)

o   Lingkungan

o   Gangguan saraf panca indra, timbul kebutaan dan ketulian

o   Gangguan konsep diri akibat kehilangan jabatan

o   Rangkaian dari kehilangan, yaitu kehilangan hubungan dengan teman dan keluarga.

o   Hilangnya kekuatan dan ketegapan fisik, perubahan terhadap gambaran diri dan perubahan konsep diri.

Perubahan kepribadian yang drastis keadaan ini jarang terjadi lebih sering berupa ungkapan yang tulus dari perasaan seseorang. Kekakuan mungkin oleh karena faktor lain seperti penyakit-penyakit.

  1. Pengaruh proses penuaan pada fungsi psikososial.

o   Perubahan fisik, sosial mengakibatkan timbulnya penurunan fungsi, kemunduran orientasi, penglihatan, pendengaran mengakibatkan kurangnya percaya diri pada fungsi mereka.

o   Mundurnya daya ingat, penurunan degenerasi sel sel otak.

o   Gangguan halusinasi.

o   Lebih mengambil jarak dalam berinteraksi.

o   Fungsi psikososial, seperti kemampuan berfikir dan gambaran diri.

  1. Perubahan Spiritual

Agama atau kepercayaan makin terintegarsi dalam kehidupannya (Maslow,1970). Lansia makin matur dalam kehidupan keagamaannya, hal ini terlihat dalam berpikir dan bertindak dalam sehari-hari. (Murray dan Zentner,1970).