Pertumbuhan ekonomi yang terjadi akan dapat mempengaruhi jumlah angkatan kerja dan tingkat pengangguran. Pengaruhnya positif yaitu dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi maka akan mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan pendapatan perkapita. Hal ini akan mendorong hasrat keluarga untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi menjadi besar. Dengan demikian proporsi penduduk yang tidak termasuk angkatan kerja dalam usia kerja meningkat.
            Berdasarkan data  BPS tahun 1989-2007 di Indonesia seperti terlihat pada tabel IV-3, menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di Indonesia tahun 1989 adalah sebesar 2.081.089 jiwa. Pada tahun 1990, tingkat pengangguran di Indonesia meningkat sebesar 2.189.089 jiwa.  Pada tahun 1991, tingkat pengangguran menurun sebesar 2.032.369 jiwa. Disini pemerintah kembali berperan dalam menurunkan jumlah pengangguran, dimana setelah perekonomian Indonesia kembali membaik, pemerintah terus mengupayakan untuk mengembangkan usaha ekonomi mikro yaitu dengan membantu permodalan yang disalurkan melalui bank-bank pemerintah. Pada tahun berikutnya, tingkat pengangguran di Indonesia terus meningkat. Pada tahun 1997, tingkat pengangguran mengalami penurunan sebesar 4.275.155 jiwa. Dan pada tahun selanjutnya tingkat pengangguran di Indonesia meningkat drastis sampai tahun 2007 tingkat pengangguran di Indonesia sudah sebesar 11.647.497 jiwa. Keadaan ini dipengaruhi oleh dinamika struktur umur, jenis kelamin dan perubahan struktur ekonomi yang diakibatkan oleh terjadinya krisis moneter serta perekonomian Indonesia yang berjalan tidak lancar atau stabil. Perkembangan tingkat pengangguran di Indonesia dari tahun 1989-2007 dapat dilihat pada tabel IV-3 berikut ini.
Tabel IV-3
Perkembangan Tingkat Pengangguran di Indonesia
Tahun 1989-2007
Tahun
Tingkat Pengangguran
( jiwa )
1989
1990
1991
1992
1993
1994
1995
1996
1997
1998
1999
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2.081.089
2.189.089
2.032.369
2.185.602
2.308.285
3.737.524
6.251.201
4.407.769
4.275.155
5.062.483
6.030.319
5.831.231
7.739.576
8.397.112
9.939.301
10.251.351
11.899.266
11.104.693
11.910.157
                            Sumber : BPS Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (diolah)
            Faktor pemicu meningkatnya jumlah pengangguran dikarenakan banyaknya terjadi urbanisasi yang mengakibatkan pengangguran di kota lebih besar dibandingkan dengan pengangguran di pedesaan.  Keadaan ini ada kaitannya dengan jenis pekerjaan di pedesaan yang umumnya adalah pekerjaan informal sedangkan di perkotaan adalah pekerjaan formal sehingga tidak mudah bagi seseorang untuk mendapatkan pekerjaan.  Ketidakpastian keterampilan dan pendidikan juga faktor lain pemyebab tingginya pengangguran yang terus mengalami peningkatan.

 DAFTAR PUSTAKANYA KLIK DISNI