Pada dasarnya investasi portofolio merupakan penanaman modal yang dilakukan oleh para investor melalui pasar modal baik dalam bentuk saham maupun surat utang seperti obligasi. Investasi ini sangat memiliki tingkat risiko yang besar dan sebaliknya juga memiliki tingkat keuntungan yang besar juga, tergantung bagaimana para investor membaca kondisi pasar dan kelihaian mereka dalam melakukan spekulasi.
Untuk melakukan investasi portofolio di pasar modal para investor sebaiknya diperlukan pengetahuan yang cukup, pengalaman, serta naluri bisnis untuk menganalisa sekuritas mana saja yang akan dibeli, mana yang akan dijual, dan mana yang akan tetap dimiliki. Mereka yang ingin berkecimpung dalam investasi portofolio harus meninggalkan budaya ikut-ikutan, gambling, dan sebagainya yang tidak rasional. Sebagai para investor harus rasional dalam menghadapi pasar modal. Selain itu para investor harus memiliki ketajaman pekiraan masa depan mengenai sekuritas yang akan dibeli atau dijual (Halim, 2003 : 2).
Adapun Investasi portofolio di Indonesia sangat membantu perusahaan-perusahaan yang ada di pasar modal untuk memajukan usahanya agar lebih berkembang lagi. Dengan adanya investasi ini maka modal didalam perusahaan akan meningkat dan dapat dipergunakan untuk menambah alat-alat produksi dan lain-lain. Dan investasi portofolio di Indonesia yang dilakukan oleh para investor melalui pasar modal berasal dari saham dan surat utang seperti obligasi dan lain-lain.
Untuk melihat perkembangan investasi portofolio di Indonesia tahun 1992-2008 dapat di lihat pada Tabel IV-1 berikut :
                                                            Tabel IV-1
                          Perkembangan Investasi Portofolio di Indonesia,
                                          Tahun 1992-2008
Tahun
Investasi Portofolio
(Juta USD)
1992
1993
1994
1995
1996
1997
1998
1999
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
1.777
2.003
2.108
4.346
6.194
4.677
-1.878
-1.792
-1.911
-244
1.222
2.251
3.136
4.190
4.277
5.566
1.753
                           Sumber : Statistik Indonesia Dari Berbagai Edisi (diolah)

Pada tahun 1992 investasi portofolio yang dilakukan oleh para investor di pasar modal sebesar USD 1,777 juta. Pada tahun 1993 meningkat menjadi sebesar USD 2,003 juta dan pada tahun-tahun berikutnya investasi potofolio yang terjadi mengalami fluktuasi yang diakibatkan oleh tidak kondusifnya perekonomian Indonesia yang berdampak pada pasar modal. Pada tahun 1998, perekonomian Indonesia mengalami keterpurukan yang sangat parah yang diakibatkan oleh terjadinya krisis moneter sehingga menyebabkan terjadinya inflasi yang sangat parah dan terjadi demonstrasi-demonstrasi dimana-mana menuntut presiden diganti. Hal ini menyebabkan pasar modal mengalami penurunan yang sangat drastis karena banyak investor yang menarik modalnya dan banyak juga investor yang mengalami kerugian. Pada tahun 1998 tersebut investasi portofolio yang terjadi di Indonesia adalah sebesar USD -1,878 juta dan hingga tahun 2001 investasi portofolio masih mengalami defisit sebesar USD -244 juta.
Pada tahun 2002 sampai dengan 2008, investasi portofolio di Indonesia mulai meningkat kembali walaupun masih terjadi fluktuasi yang diakibatkan oleh perekonomian Indonesia yang belum stabil. Pada tahun 2008, investasi portofolio di Indonesia menurun menjadi sebesar USD 1,753 juta. Hal ini disebabkan kerena terjadinya krisis ekonomi global yang melanda Amerika Serikat, sahingga berdampak kepada negara-negara sedang berkembang seperti di Indonesia. Dengan terjadinya krisis finansial di Amerika Serikat berdampak kepada anjloknya nilai sekuritas yang ada di pasar modal dan banyak perusahaan besar yang ada di pasar modal mengalami kebangkrutan dan  menyebabkan banyaknya terjadi pemberhentian perkerjaan (PHK) bagi para tenaga kerja sehingga dapat menjadi permasalahan yang meluas bagi semua sektor ekonomi.
Oleh sebab itu maka pemerintah Indonesia harus membuat suatu kebijakan agar pasar modal di Indonesia agar ramai kembali dengan para-para investor yang melakukan investasi portofolio guna perusahaan-perusahaan yang ada di pasar modal dapat berkembang lagi usahanya melalui modal yang masih segar. Dengan membaiknya iklim investasi perusahaan maka akan dapat mengurangi pengangguran yang ada di Indonesia.